Cetak Capaian Positif, KA Ijen Ekspres Layani Ribuan Penumpang Tujuan Malang-Ketapang PP

Kompas.com - 05/04/2025, 21:34 WIB
A P Sari

Penulis

KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyampaikan pencapaian positif Kereta Api (KA) Ijen Ekspres dalam melayani kebutuhan transportasi masyarakat selama masa angkutan Lebaran 2025 pada relasi Stasiun Malang–Stasiun Ketapang ( Banyuwangi) pergi-pulang (PP).

Tingginya animo masyarakat terhadap KA yang diluncurkan 1 Februari 2025 itu menjadi bukti bahwa Ijen Ekspres telah sukses menjadi alternatif mudik yang diminati dan memberikan pengalaman perjalanan yang menarik bagi para pelanggan.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan masyarakat terhadap layanan KA Ijen Ekspres.

“Kami sangat senang melihat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat terhadap KA Ijen Ekspres. Senyum dan kepuasan para penumpang menjadi bukti nyata bahwa layanan yang dihadirkan KAI telah menjawab kebutuhan transportasi, khususnya selama periode mudik Lebaran tahun ini,” ujarnya melalui siaran pers, Sabtu (5/4/2025).

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Tenaga Kerja, KAI Services Gandeng 12 Lembaga Pendidikan dan Pelatihan

KA Ijen Ekspres yang beroperasi dengan rangkaian tiga kereta kelas eksekutif dan tiga kereta kelas ekonomi new generation dengan total kapasitas 366 tempat duduk, mencatatkan kinerja yang membanggakan.

Untuk relasi keberangkatan dari Stasiun Malang pukul 07.50 WIB dan tiba di Stasiun Ketapang pukul 14.55 WIB, tiket terjual 100 persen dari kapasitas tempat duduk sejak dimulainya masa angkutan Lebaran pada 21 Maret hingga 8 April 2025.

Berdasarkan data hingga Sabtu 5 April, tercatat sebanyak 7.945 tiket KA Ijen Ekspres relasi Stasiun Malang–Stasiun Ketapang telah terjual selama 22 hari masa angkutan Lebaran 2025.

Puncak penjualan terjadi pada H+1 Lebaran, 2 April 2025, dengan jumlah penumpang mencapai 469 tiket atau 128 persen dari kapasitas tempat duduk.

Baca juga: Mudik Lebaran Murah, KAI Beri Diskon Tiket 25 Persen untuk 13 Rute Perjalanan Berikut

“Lonjakan penumpang melebihi kapasitas ini dimungkinkan karena adanya penumpang dinamis yang naik dan turun di stasiun-stasiun antara, sehingga terjadi perputaran tempat duduk,” jelas Anne.

Sementara itu, untuk arah sebaliknya, keberangkatan Stasiun Ketapang pukul 19.30 WIB dan tiba di Stasiun Malang pukul 02.30 WIB, tiket KA Ijen Ekspres terjual sebanyak 6.775 selama 22 hari.

"Terutama pada periode arus balik mulai tanggal 1-8 April 2025, tiket KA Ijen Ekspres juga terjual 100 persen dari kapasitas tempat duduk," tutur Anne.

Hal tersebut, kata Anne, menunjukkan bahwa KA Ijen Ekspres menjadi pilihan utama masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya untuk kembali ke kota perantauan seperti Jember, Lumajang, Probolinggo, Pasuruan, hingga Malang.

Baca juga: KAI Tambah Kapasitas KA Parahyangan dan Malabar, Cek Detailnya

KA Ijen Ekspres memainkan peran vital dalam menghubungkan masyarakat antara wilayah Malang dan Banyuwangi.

Keberadaannya menjadi solusi mobilitas yang nyaman bagi ribuan pemudik yang akan merayakan hari raya bersama keluarga di kampung halaman.

Lebih dari sekadar moda transportasi, KA Ijen Ekspres juga memiliki peran signifikan dalam mendukung promosi pariwisata di wilayah Malang dan Banyuwangi.

Rute yang dilaluinya menghubungkan dua destinasi wisata unggulan di Jawa Timur ini. Keberadaan kereta api ini memudahkan wisatawan dari berbagai daerah untuk mengakses keindahan Gunung Bromo, pesona Kota Batu dengan berbagai atraksinya, serta eksotisme Kawah Ijen dan pantai-pantai menawan di Banyuwangi.

Baca juga: Keluhan Mahalnya Tiket Saat Lebaran yang Diklaim KAI Tak di Luar Batas

Selain pada sektor pariwisata, KA Ijen Ekspres juga memberikan bangkitan ekonomi bagi sepanjang daerah yang dilewatinya. Pasalnya, stasiun-stasiun yang menjadi titik pemberhentian kereta api menjadi pusat aktivitas ekonomi.

Dengan konektivitas yang lebih baik, potensi perdagangan antarwilayah semakin terbuka lebar, menciptakan peluang usaha dan berkontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sepanjang jalur KA Ijen Ekspres.

Anne menjelaskan, KA Ijen Ekspres bukan hanya sekadar rangkaian kereta api, tetapi juga simbol konektivitas, penggerak pariwisata, dan katalisator pertumbuhan ekonomi bagi wilayah Malang, Banyuwangi dan daerah-daerah di antaranya.

"Perannya semakin krusial pada masa angkutan lebaran, di mana kebutuhan akan transportasi yang aman, nyaman, dan efisien menjadi prioritas utama," ungkap dia.

Baca juga: Bantah Harga Tiket Kereta Naik Usai Lebaran, KAI: Masih Sesuai Batas Tarif

Lebih jauh. Anne memastikan, KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan selamat.

"Di samping itu, KAI juga terus berinovasi dan berupaya menghadirkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan pelanggan setia kereta api,” tuturnya.

Terkini Lainnya
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com