KAI Stakeholder’s Gathering & Award: Apresiasi untuk Sinergi Pengamanan Aset Negara

Kompas.com - 25/04/2025, 12:37 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memberikan apresiasi kepada sejumlah stakeholder dan mitra strategis atas dukungan mereka dalam pengamanan dan penyelamatan aset negara yang dikelola oleh KAI.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur Keselamatan dan Keamanan KAI, Dadan Rudiansyah, dalam acara “KAI Stakeholder’s Gathering & Award” di Bandung, Kamis (24/4/2025). Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kolaborasi yang telah terjalin.

Dadan berharap sinergi antara KAI dengan stakeholder dan mitra yang telah terbangun dapat semakin diperkuat demi menjaga integritas pengelolaan aset nasional.

“Semangat kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam penyelamatan aset negara," ujarnya melalui siaran pers, Jumat (25/4/2025).

Baca juga: Kepala BGN: Semua SPPG Makan Bergizi Gratis Sekarang Sudah Tak Pakai Uang Mitra, Tapi dari Kami

Apresiasi untuk mitra kunci

Dalam kesempatan tersebut, KAI memberikan penghargaan kepada institusi pemerintah, seperti kejaksaan, kepolisian, dan BPN, yang telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program sertifikasi dan penertiban aset.

Mitra profesional seperti notaris dan lawyer juga turut diapresiasi atas perannya dalam menyukseskan upaya hukum dan administrasi.

Penerima apresiasi antara lain:

  • Kejaksaan: Kejati Jawa Timur, Kejari Surabaya, Medan, dan Madiun
  • Kepolisian: Polrestabes Bandung dan Surabaya
  • BPN: BPN Surabaya II, Semarang, Medan, dan Kabupaten Kediri

Baca juga: Respons Kemen ATR/BPN Soal Alih Fungsi Lahan Penjara Jadi Perumahan

Capaian nyata pengelolaan aset

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menjelaskan bahwa sepanjang 2024, KAI berhasil menyertifikasi aset tanah seluas 12,98 juta meter persegi (m2) dengan nilai aset lebih dari Rp 6 triliun.

Selain itu, KAI juga berhasil menertibkan aset seluas 647.000 m2 senilai Rp 781 miliar dari penguasaan pihak yang tidak berhak.

“Ini adalah wujud komitmen KAI dalam menjaga dan mengoptimalkan aset negara demi kepentingan publik,” ujar Anne.

Baca juga: Sanksi Terbuka untuk Polisi Nakal, Guru Besar Unpad: Bisa Pulihkan Kepercayaan Publik

Ia menegaskan bahwa KAI tidak hanya berfokus pada pengamanan, tetapi juga optimalisasi pemanfaatan aset agar memberikan nilai tambah bagi negara dan masyarakat.

“KAI secara aktif mengupayakan optimalisasi aset agar setiap nilai yang terkandung di dalamnya dapat memberikan kontribusi nyata bagi kepentingan negara dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Anne.

Terkini Lainnya
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com