Jalin Kolaborasi dengan Deutsche Bahn, Dirut KAI: Kami Bertekad Jadi Katalis Transformasi Hijau di Indonesia

Kompas.com - 14/05/2025, 18:52 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan operator kereta api nasional Jerman, Deutsche Bahn, di Jakarta Railway Centre, Jakarta, Rabu (14/5/2025). 

Penandatanganan MoU ini menandai langkah strategis KAI dalam mempercepat transformasi perkeretaapian nasional menuju sistem transportasi yang lebih berkelanjutan dan digital.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo bersama perwakilan Deutsche Bahn, yakni Milind Nirmal dan Marvin Windolf.

Baca juga: Tarif Trump Justru Jadi Katalis Pengembangan Energi Terbarukan, Ini Alasannya

“Melalui kerja sama ini, KAI bertekad menjadi katalis dalam transformasi hijau transportasi massal di Indonesia,” ujar Didiek melalui siaran persnya, Rabu.

Kolaborasi tersebut menjadi kelanjutan dari kerja sama sebelumnya yang dimulai sejak benchmarking inisiatif environmental, social, and governance (ESG) pada Februari 2024. 

Inisiatif itu bertujuan untuk mengadopsi praktik terbaik global dalam keberlanjutan dan tata kelola sektor perkeretaapian.

“Kami meneguhkan komitmen untuk membangun sistem perkeretaapian yang tidak hanya efisien dan modern, tetapi juga ramah lingkungan dan inklusif,” tambah Didiek.

Baca juga: LSPR Institute Berikan GSET Inclusion Award 2025 bagi 12 Sekolah Inklusif Berdedikasi

Fokus pada ESG, digitalisasi, dan transportasi berbasis publik

Nota kesepahaman tersebut mencakup sejumlah ruang lingkup strategis, antara lain penyusunan roadmap ESG, pelatihan teknologi berkelanjutan, digitalisasi operasional kereta, pengembangan kota berbasis transportasi publik (transit-oriented development), pengurangan emisi karbon dan kebisingan.

Kerja sama juga meliputi perencanaan depo berkelanjutan dan sistem pemeliharaan armada yang lebih efisien. 

Di bidang digitalisasi, akan diterapkan teknologi building information modeling (BIM), digital twin, serta sistem manajemen lalu lintas berbasis event-driven architecture.

Baca juga: Karyawan Mogok akibat 2 Bulan Tak Digaji, Manajemen Hotel Bumi Wiyata Depok Buka Suara

“Kolaborasi ini akan memperkuat kapasitas internal KAI dan membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat melalui transportasi yang lebih hijau, aman, dan terintegrasi,” jelas Didiek.

Sebagai bentuk komitmen terhadap ESG, KAI meraih skor 41 dari S&P Global pada 2024. 

Capaian tersebut menandai langkah awal KAI dalam peta jalan keberlanjutan. Beragam program telah dijalankan, seperti pemasangan plts di 66 titik operasional, penggunaan biodiesel, pengurangan pemakaian plastik dan kertas.

Selain itu, KAI juga meluncurkan fitur carbon footprint di aplikasi Access by KAI yang memungkinkan pelanggan memantau jejak karbon perjalanan mereka.

Baca juga: 4 Dampak Jejak Karbon terhadap Udara, Perubahan Iklim yang Makin Parah

Pelatihan bersama dan dukungan strategis

Kolaborasi kedua pihak turut membuka peluang pelatihan bersama, pertukaran teknologi, dan konsultasi dari Deutsche Bahn, terutama dalam pengembangan kota berbasis transportasi, manajemen infrastruktur digital, serta perencanaan strategis lainnya.

Perwakilan Deutsche Bahn menyambut positif kerja sama tersebut dan menyatakan kesiapan mereka menjadi mitra strategis KAI dalam membangun sistem transportasi masa depan Indonesia.

Lewat kerja sama itu, KAI menegaskan perannya sebagai pelopor transformasi transportasi berbasis rel di Indonesia. 

Dengan pendekatan kolaboratif, KAI tidak hanya memperkuat daya saing perusahaan, tetapi juga berkontribusi nyata pada pencapaian target pembangunan berkelanjutan nasional.

Baca juga: Badan Gizi Nasional Bakal Dirikan SPPG di Wilayah 3T Aceh

Penandatanganan MoU ini menjadi dasar menuju cooperation agreement yang lebih teknis, dengan fokus pada sembilan area utama kerja sama. 

KAI dan Deutsche Bahn optimistis bahwa kolaborasi tersebut akan memberikan nilai jangka panjang bagi dunia usaha, masyarakat, dan lingkungan.

“Kami melangkah ke masa depan dengan keberanian dan komitmen. Bersama Deutsche Bahn, KAI tak hanya membangun rel secara fisik, tetapi juga rel masa depan yang menghubungkan inovasi, keberlanjutan, dan nilai bersama,” tutur Didiek.

Terkini Lainnya
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com