Kereta Kader Bangsa Diluncurkan, Simbol Komitmen YPKBI dan KAI dalam Mencetak Calon Pemimpin Bangsa

Kompas.com - 14/07/2025, 17:42 WIB
Mikhael Gewati

Penulis

KOMPAS.com - Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI resmi meluncurkan Kereta Kader Bangsa, di Stasiun Gambir, Jakarta, Senin (14/7/2025).

Kereta ini adalah sebuah inisiatif monumental yang menandai dimulainya perjalanan pendidikan para siswa unggulan dari SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) dan Global Darussalam Academy (GDA).

Mereka disiapkan untuk bisa bersaing hingga ke Top 100 University Dunia, dengan fondasi karakter, kedisiplinan, dan nilai-nilai kebangsaan yang kuat.

Kereta Kader Bangsa menjadi simbol awal komitmen kuat dua institusi—YPKBI dan KAI—dalam mencetak calon pemimpin masa depan Indonesia. Hal ini sebagai bentuk nyata dukungan terhadap Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya pada program Hasil Terbaik Cepat untuk membangun sekolah unggul terintegrasi di setiap kabupaten.

Pada Senin ini, sebagian dari 190 siswa terpilih, yang merupakan putra-putri terbaik dari total 11.200 pendaftar diberangkatkan dari Stasiun Gambir, Jakarta pada pukul 10.30 WIB menggunakan Kereta Kader Bangsa. Rombongan ini akan turun di Stasiun Tugu Yogyakarta.

Baca juga: KAI Commuter: 166 Juta Penumpang Naik KRL Sepanjang Semester I 2025

Adapun Kereta Kader Bangsa yang dimaksud menggunakan kereta Panoramic yang terangkai pada Kerta Api (KA) Manahan relasi Gambir-Solo Balapan. 

Kereta api ini tidak hanya mengantar mereka secara fisik, tetapi juga menjadi ruang simbolis perpindahan menuju masa depan pendidikan unggul.

Ketua Pembina YPKBI Dirgayuza Setiawan mengatakan, Kereta Kader Bangsa adalah simbol transformasi pendidikan nasional—bahwa siapapun anak bangsa, dari mana pun asalnya, berhak mendapat akses menuju pendidikan kelas dunia.

“Hari ini bukan hanya perjalanan ke sekolah, tetapi perjalanan sejarah. Di dalam gerbong ini, ada anak-anak terpilih yang akan dididik menggunakan kurikulum internasional (IB). Namun dengan penanaman nilai-nilai kebangsaan yang kuat. Kami siapkan mereka menjadi pemimpin Indonesia Emas 2045,” kata Dirgayuza Setiawan dalam siaran persnya, Senin.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menyampaikan bahwa KAI bangga menjadi bagian dari perjalanan penting ini.

“Perjalanan menggunakan kereta bukan hanya mengantarkan ke stasiun tujuan tapi memiliki nilai sejarah dan pelajaran masa depan tentang keberlanjutan,” ucap Didiek.

Terlihat dua siswi dari SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) dan Global Darussalam Academy (GDA) yang sedang duduk di dalam gerbong Kereta Kader Bangsa. Kereta ini diresmikan di Stasiun Gambir, Jakarta, Senin (14/7/2025), dan akan mengandarkan para kader bangsa ke Stasiun Tugu, Yogyakarta.DOK. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Terlihat dua siswi dari SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) dan Global Darussalam Academy (GDA) yang sedang duduk di dalam gerbong Kereta Kader Bangsa. Kereta ini diresmikan di Stasiun Gambir, Jakarta, Senin (14/7/2025), dan akan mengandarkan para kader bangsa ke Stasiun Tugu, Yogyakarta.

Didiek mengatakan, kerja sama dengan YPKBI menunjukkan perhatian serius KAI terhadap sektor pendidikan.

Selain menghadirkan Kereta Kader Bangsa, KAI juga memberikan tarif reduksi 10 persen untuk civitas akademi dan alumni perguruan tinggi mitra, serta Rail Library sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Inisiatif tersebut sejalan dengan Asta Cita poin keempat, yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia unggul.

Melalui pendekatan berbasis komunitas pendidikan, KAI berharap dapat memperluas akses dan memperkuat dampak jangka panjang bagi generasi penerus, sekaligus menghadirkan transportasi publik yang inklusif, relevan, dan berkelanjutan.

Dengan dimulainya perjalanan Kereta Kader Bangsa, YPKBI dan KAI berharap inisiatif ini bisa menjadi model kolaborasi antar lembaga dalam menciptakan pengalaman pendidikan yang menyeluruh—dari ruang kelas hingga rel kereta api. Hal ini demi mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.

Terkini Lainnya
Tanggapi Isu Penyebaran Data Pelanggan, KAI Group Tegaskan Perlindungan Data Jadi Prioritas

Tanggapi Isu Penyebaran Data Pelanggan, KAI Group Tegaskan Perlindungan Data Jadi Prioritas

Kereta Api Indonesia
Catat Kinerja Positif, KAI Layani 4,17 Juta Pelanggan Selama Nataru 2025/2026

Catat Kinerja Positif, KAI Layani 4,17 Juta Pelanggan Selama Nataru 2025/2026

Kereta Api Indonesia
KAI Group Layani 27 Juta Pelanggan Selama Nataru 2025/2026, Konektivitas Antarmoda Jadi Kunci Kelancaran

KAI Group Layani 27 Juta Pelanggan Selama Nataru 2025/2026, Konektivitas Antarmoda Jadi Kunci Kelancaran

Kereta Api Indonesia
Simpul Emas Pulau Jawa, Cirebon Jadi Motor Penggerak WIsata dan Ekonomi di Libur Nataru 2025/2026

Simpul Emas Pulau Jawa, Cirebon Jadi Motor Penggerak WIsata dan Ekonomi di Libur Nataru 2025/2026

Kereta Api Indonesia
Integrasi Antarmoda di Stasiun Yogyakarta Perkuat Peran KRL pada Libur Nataru 2025

Integrasi Antarmoda di Stasiun Yogyakarta Perkuat Peran KRL pada Libur Nataru 2025

Kereta Api Indonesia
Arus Balik Nataru 2025, KAI Catat Penjualan Tembus 4 Juta Tiket

Arus Balik Nataru 2025, KAI Catat Penjualan Tembus 4 Juta Tiket

Kereta Api Indonesia
Pembangunan Stasiun Jatake Masuk Tahap Finalisasi, Progres Capai 98,56 Persen

Pembangunan Stasiun Jatake Masuk Tahap Finalisasi, Progres Capai 98,56 Persen

Kereta Api Indonesia
Seskab Teddy Dorong KAI Sulap Stasiun Gambir Lebih Modern Sesuai Dinamika Jakarta

Seskab Teddy Dorong KAI Sulap Stasiun Gambir Lebih Modern Sesuai Dinamika Jakarta

Kereta Api Indonesia
Stasiun BNI City Disulap Jadi Ruang Galeri, Kolaborasi KAI-Kemenekraf Hadirkan

Stasiun BNI City Disulap Jadi Ruang Galeri, Kolaborasi KAI-Kemenekraf Hadirkan "Scenic Art Station"

Kereta Api Indonesia
Bersama Pemerintah, KAI 5×24 Jam Nonstop Pulihkan Jalur Terdampak Bencana di Sumatra

Bersama Pemerintah, KAI 5×24 Jam Nonstop Pulihkan Jalur Terdampak Bencana di Sumatra

Kereta Api Indonesia
Dikunjungi 568.000 Lebih Wisatawan Sepanjang 2025, Museum Lawang Sewu Jadi Magnet Wisata Nataru

Dikunjungi 568.000 Lebih Wisatawan Sepanjang 2025, Museum Lawang Sewu Jadi Magnet Wisata Nataru

Kereta Api Indonesia
Sambut Nataru, KAI Percantik Kereta dan Stasiun

Sambut Nataru, KAI Percantik Kereta dan Stasiun

Kereta Api Indonesia
KAI Tutup 193 Perlintasan Sebidang, Tingkatkan Keselamatan Penumpang dan Pengguna Jalan

KAI Tutup 193 Perlintasan Sebidang, Tingkatkan Keselamatan Penumpang dan Pengguna Jalan

Kereta Api Indonesia
KAI Raih MILEA 2025, Bukti SDM Unggul dalam Pengambilan Keputusan Cepat dan Aman

KAI Raih MILEA 2025, Bukti SDM Unggul dalam Pengambilan Keputusan Cepat dan Aman

Kereta Api Indonesia
KAI Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang Terdampak Banjir

KAI Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang Terdampak Banjir

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com