Atasi Masalah Stunting, Program Bulog Peduli Gizi Sasar Balita di Desa Karangdawa

Kompas.com - 13/08/2025, 14:57 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) mempertegas komitmennya dalam mendukung upaya pemerintah mengatasi masalah stunting di Indonesia melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).

Pada 2025, Bulog melaksanakan program Bulog Peduli Gizi di Desa Karangdawa, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Kabupaten Tegal dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena memiliki tingkat kecenderungan stunting tertinggi kedua di Jawa Tengah, yaitu sebesar 16 persen.

Sementara itu, Desa Karangdawa terpilih sebagai sasaran intervensi karena termasuk wilayah dengan angka stunting cukup tinggi di Kabupaten Tegal.

Baca juga: Protein Hewani Jadi Kunci Cegah Stunting, Ini Penjelasan IDAI

Desa Karangdawa merupakan desa terpadat dengan jumlah balita tertinggi di Kabupaten Tegal. Dari total 887 anak di desa ini, 214 di antaranya mengalami stunting dan 125 berasal dari keluarga kurang mampu.

Program Bulog Peduli Gizi mencakup tiga kegiatan, antara lain pemantauan pertumbuhan balita melalui Kartu Menuju Sehat (KMS), serta penyuluhan orangtua dan kader pos pelayanan terpadu (posyandu) tentang pola hidup bersih dan sehat.

Selain itu, program itu juga menyalurkan pangan bergizi berupa beras fortifikasi (Beras Fortivit) dan susu formula khusus tumbuh kembang untuk memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, dan protein balita.

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto bersama jajaran manajemen hadir secara langsung untuk menyalurkan bantuan.

Baca juga: Bulog Bandung Percepat Penyaluran Bantuan Pangan, Ada Apa?

Paket bantuan yang disalurkan berupa Beras Fortivit 10 kilogram (kg) per balita setiap bulan yang akan diberikan selama tiga bulan, susu formula khusus tumbuh kembang, serta paket intervensi gizi lainnya.

“Bantuan gizi ini bukan sekadar pemberian makanan tambahan, tetapi merupakan bentuk kepedulian dan komitmen terhadap masa depan generasi penerus bangsa,” ujar Sudarsono dalam keterangan resminya, Rabu (13/8/2025).

Ia berharap, program Bulog Peduli Gizi dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh penerima manfaat dengan dukungan edukasi gizi berkelanjutan untuk membentuk pola hidup sehat.

Sebagai pendukung, program ini juga dilengkapi dengan edukasi konseling, pemberian makanan tambahan (PMT), suplemen mikronutrien, pemantauan pertumbuhan, dan surveilans gizi.

Baca juga: Pengalaman Konseling Gratis ke Psikiater, Bagaimana Tahapannya?

Kolaborasi lintas pihak

Tim dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti memeriksa kondisi kesehatan balita dalam rangkaian program Bulog Peduli Gizi di Desa Karangdawa, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.Dok. Perum Bulog Tim dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti memeriksa kondisi kesehatan balita dalam rangkaian program Bulog Peduli Gizi di Desa Karangdawa, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Sudarsono mengatakan bahwa Bulog bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal melalui Dinas Kesehatan setempat dalam menjalankan program Bulog Peduli Gizi.

Pelaksanaan program ini juga melibatkan kolaborasi lintas pihak, mencakup tim dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti selaku Anggota Pokja Penanganan Stunting Tingkat Nasional serta badan usaha milik negara (BUMN) lain untuk memonitor langsung kondisi balita.

Bupati Tegal beserta jajaran Pemkab Tegal menghadiri langsung kegiatan penyaluran bantuan di Desa Karangdawa untuk memberikan dukungan penuh terhadap upaya percepatan penurunan stunting di daerahnya.

Dalam pelaksanaan di lapangan, sejumlah anak yang tampak sehat secara kasat mata ternyata memiliki berat dan tinggi badan jauh di bawah standar.

Baca juga: Rokok Dapat Sebabkan Stunting pada Anak, Ini Penjelasan Pakar dan Kemenkes

Salah satu warga setempat, Evi Rahmawati (30) mengaku anaknya mengalami stunting sejak usia 14 bulan.

“Beratnya tidak pernah naik. Di posyandu dekat rumah, ada empat anak teridentifikasi stunting, bahkan ada yang umur dua tahun beratnya cuma 8 kilogram (kg),” ungkapnya.

Melalui program TJSL, Bulog terus berkomitmen pada tiga fokus utama, yakni pendidikan, lingkungan, dan pengembangan usaha menengah dan kecil (UMK), sebagai wujud dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

Dengan adanya program Bulog Peduli Gizi, badan usaha milik BUMN ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga menciptakan nilai bersama demi masa depan yang lebih sehat.

Bulog berharap, program ini dapat menjadi percontohan di daerah lain untuk mempercepat penurunan angka stunting nasional.

Baca juga: Turunkan Stunting Jadi Program 100 Hari Pertama Gubernur NTT

Terkini Lainnya
Jaga Kualitas Beras, Bulog Ajak Media Tinjau Perawatan di Gudang Sunter

Jaga Kualitas Beras, Bulog Ajak Media Tinjau Perawatan di Gudang Sunter

BULOG
Bulog Catat Rekor MURI Gerakan Pangan Murah Serentak di 4.337 Titik

Bulog Catat Rekor MURI Gerakan Pangan Murah Serentak di 4.337 Titik

BULOG
Jelang HUT RI, Bulog Stabilkan Harga Beras di Seluruh Indonesia lewat SPHP

Jelang HUT RI, Bulog Stabilkan Harga Beras di Seluruh Indonesia lewat SPHP

BULOG
Atasi Masalah Stunting, Program Bulog Peduli Gizi Sasar Balita di Desa Karangdawa

Atasi Masalah Stunting, Program Bulog Peduli Gizi Sasar Balita di Desa Karangdawa

BULOG
Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Bulog Jalin Kerja Sama dengan Koperasi Merah Putih

Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Bulog Jalin Kerja Sama dengan Koperasi Merah Putih

BULOG
Wamentan Sudaryono Bongkar Strategi Bulog Ubah Sejarah Ketahanan Pangan RI

Wamentan Sudaryono Bongkar Strategi Bulog Ubah Sejarah Ketahanan Pangan RI

BULOG
Bulog Jatim Catat Serapan Beras Tertinggi Nasional, Tembus 500.000 Ton

Bulog Jatim Catat Serapan Beras Tertinggi Nasional, Tembus 500.000 Ton

BULOG
Serapan Gabah Kering di Karawang Lebih dari 95.000 Ton, Bulog: Ini Kebahagiaan Para Petani

Serapan Gabah Kering di Karawang Lebih dari 95.000 Ton, Bulog: Ini Kebahagiaan Para Petani

BULOG
Stok CBP Capai 3,7 Juta Ton, Wamentan Pastikan Bulog Bisa Jaga Kualitas Beras

Stok CBP Capai 3,7 Juta Ton, Wamentan Pastikan Bulog Bisa Jaga Kualitas Beras

BULOG
HUT Ke-58, Bulog Bagikan 144 Paket Bansos untuk Anak Yatim Piatu dan Tahfiz Al Quran

HUT Ke-58, Bulog Bagikan 144 Paket Bansos untuk Anak Yatim Piatu dan Tahfiz Al Quran

BULOG
Cadangan Beras Pemerintah 3,5 Juta Ton, Rektor IPB Apresiasi Serapan Gabah Bulog

Cadangan Beras Pemerintah 3,5 Juta Ton, Rektor IPB Apresiasi Serapan Gabah Bulog

BULOG
Peneliti UI: Bulog Berperan Strategis dalam Wujudkan Swasembada Pangan

Peneliti UI: Bulog Berperan Strategis dalam Wujudkan Swasembada Pangan

BULOG
Pakar Pangan: Serapan Gabah dan Beras Bulog Adalah Kado bagi Bangsa Indonesia

Pakar Pangan: Serapan Gabah dan Beras Bulog Adalah Kado bagi Bangsa Indonesia

BULOG
Serapan Awal Mei Tembus 2 Juta Ton Setara Beras, Stok Bulog Lampaui 3,6 Juta Ton

Serapan Awal Mei Tembus 2 Juta Ton Setara Beras, Stok Bulog Lampaui 3,6 Juta Ton

BULOG
Kejar Target Swasembada, Wamentan Sudaryono Kunjungi Pusat Riset Pertanian Terbaik Dunia

Kejar Target Swasembada, Wamentan Sudaryono Kunjungi Pusat Riset Pertanian Terbaik Dunia

BULOG
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com