Bulog Gandeng 21.000 RPK dan Agen BRILink Distribusikan Pangan ke Pelosok Negeri

Kompas.com - 12/11/2024, 21:17 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik ( Bulog) melibatkan 21.000 Rumah Pangan Kita (RPK) dan Agen BRILink dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) untuk mendistribusikan pangan ke seluruh pelosok Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Jaringan RPK yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia hingga ke tingkat RT ini menyediakan berbagai kebutuhan pangan, mulai dari beras hingga minyak goreng, untuk masyarakat.

Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita menjelaskan bahwa RPK dikembangkan dengan konsep satu RPK per RT.

Ia mengungkapkan bahwa produk yang dijual di RPK tidak hanya beras, tetapi juga bahan pangan lainnya seperti minyak, gula, dan mi instan.

Baca juga: Viral, Video Mi Instan Panas Disajikan di Kemasan Plastiknya, Apa Bahayanya?

"RPK ini sebenarnya milik masyarakat, tetapi kami yang membina. RPK sangat membantu menyediakan beras yang terjangkau hingga ke titik masyarakat, dan tidak memerlukan modal besar untuk membuka usaha ini, hanya dengan menggunakan garasi rumah saja sudah cukup," jelas Febby dalam acara Gathering RPK di Kantor Perum Bulog Pusat, Jakarta, Selasa (12/11/2024).

Selain itu, Febby juga menyebutkan bahwa RPK memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berwirausaha, karena ada margin keuntungan yang dapat diperoleh dari menjual produk pangan.

Hal tersebut memungkinkan masyarakat di daerah terpencil untuk mengakses kebutuhan pangan pokok tanpa harus pergi jauh ke pusat kota.

Bulog mengoptimalkan distribusi pangan ke RPK melalui 1.500 gudang yang tersebar di seluruh Indonesia. Distribusi ini bahkan mencapai tingkat kecamatan, sehingga setiap wilayah, termasuk wilayah terpencil, dapat menerima pasokan pangan yang cukup.

Baca juga: Wamentan Proyeksikan Program Cetak Sawah 3 Juta Hektar Bakal Jamin Pasokan Pangan hingga 80 Tahun ke Depan

"Kami antar produk ke RPK melalui jaringan gudang Bulog, yang ada di hampir semua kecamatan. Jadi, masalah distribusi tidak menjadi hambatan," tutur Febby.

Selain gudang, Bulog juga memiliki distribution center (DC) di beberapa wilayah yang mempermudah pasokan pangan ke desa-desa.

Untuk lebih memperluas jangkauan, RPK telah menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga, seperti masjid, pesantren, dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memastikan distribusi pangan sampai ke titik-titik desa yang lebih terpencil.

Baca juga: Panglima TNI Kerahkan Babinsa untuk Lindungi Hutan Indonesia

"Kami baru saja memo of understanding (MoU) dengan TNI untuk melibatkan Babinsa yang membantu memperluas jangkauan RPK sampai ke desa-desa," ucap Febby.

Peran mitra RPK dan Agen BRILink

Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Perum Bulog Iryanto Hutagaol mengapresiasi peran mitra RPK dan Agen BRILink dalam menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumsi.

“Komitmen para mitra sangat membantu Bulog dalam menjalankan misinya untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” ucapnya.

Baca juga: Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkot Semarang Panen Bawang Merah Lokananta dan Maserati

Iryanto juga menekankan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan yang diberikan oleh mitra yang berperan sebagai perpanjangan tangan Bulog di lapangan.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan rasa syukur atas kemitraan dengan BRI yang memberikan akses permodalan bagi mitra RPK dan Agen BRILink.

"Kerja sama dengan BRI sangat penting dalam memberikan akses permodalan bagi sahabat-sahabat RPK dan Agen BRILink, sehingga mereka bisa menjalankan tugasnya dengan lebih baik," ujar Iryanto.

Terkini Lainnya
Jaga Kualitas Beras, Bulog Ajak Media Tinjau Perawatan di Gudang Sunter

Jaga Kualitas Beras, Bulog Ajak Media Tinjau Perawatan di Gudang Sunter

BULOG
Bulog Catat Rekor MURI Gerakan Pangan Murah Serentak di 4.337 Titik

Bulog Catat Rekor MURI Gerakan Pangan Murah Serentak di 4.337 Titik

BULOG
Jelang HUT RI, Bulog Stabilkan Harga Beras di Seluruh Indonesia lewat SPHP

Jelang HUT RI, Bulog Stabilkan Harga Beras di Seluruh Indonesia lewat SPHP

BULOG
Atasi Masalah Stunting, Program Bulog Peduli Gizi Sasar Balita di Desa Karangdawa

Atasi Masalah Stunting, Program Bulog Peduli Gizi Sasar Balita di Desa Karangdawa

BULOG
Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Bulog Jalin Kerja Sama dengan Koperasi Merah Putih

Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Bulog Jalin Kerja Sama dengan Koperasi Merah Putih

BULOG
Wamentan Sudaryono Bongkar Strategi Bulog Ubah Sejarah Ketahanan Pangan RI

Wamentan Sudaryono Bongkar Strategi Bulog Ubah Sejarah Ketahanan Pangan RI

BULOG
Bulog Jatim Catat Serapan Beras Tertinggi Nasional, Tembus 500.000 Ton

Bulog Jatim Catat Serapan Beras Tertinggi Nasional, Tembus 500.000 Ton

BULOG
Serapan Gabah Kering di Karawang Lebih dari 95.000 Ton, Bulog: Ini Kebahagiaan Para Petani

Serapan Gabah Kering di Karawang Lebih dari 95.000 Ton, Bulog: Ini Kebahagiaan Para Petani

BULOG
Stok CBP Capai 3,7 Juta Ton, Wamentan Pastikan Bulog Bisa Jaga Kualitas Beras

Stok CBP Capai 3,7 Juta Ton, Wamentan Pastikan Bulog Bisa Jaga Kualitas Beras

BULOG
HUT Ke-58, Bulog Bagikan 144 Paket Bansos untuk Anak Yatim Piatu dan Tahfiz Al Quran

HUT Ke-58, Bulog Bagikan 144 Paket Bansos untuk Anak Yatim Piatu dan Tahfiz Al Quran

BULOG
Cadangan Beras Pemerintah 3,5 Juta Ton, Rektor IPB Apresiasi Serapan Gabah Bulog

Cadangan Beras Pemerintah 3,5 Juta Ton, Rektor IPB Apresiasi Serapan Gabah Bulog

BULOG
Peneliti UI: Bulog Berperan Strategis dalam Wujudkan Swasembada Pangan

Peneliti UI: Bulog Berperan Strategis dalam Wujudkan Swasembada Pangan

BULOG
Pakar Pangan: Serapan Gabah dan Beras Bulog Adalah Kado bagi Bangsa Indonesia

Pakar Pangan: Serapan Gabah dan Beras Bulog Adalah Kado bagi Bangsa Indonesia

BULOG
Serapan Awal Mei Tembus 2 Juta Ton Setara Beras, Stok Bulog Lampaui 3,6 Juta Ton

Serapan Awal Mei Tembus 2 Juta Ton Setara Beras, Stok Bulog Lampaui 3,6 Juta Ton

BULOG
Kejar Target Swasembada, Wamentan Sudaryono Kunjungi Pusat Riset Pertanian Terbaik Dunia

Kejar Target Swasembada, Wamentan Sudaryono Kunjungi Pusat Riset Pertanian Terbaik Dunia

BULOG
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com