Menko Pangan Zulhas Tinjau Stok Pangan di Gudang Bulog, Fokus pada Swasembada Pangan dan Ketahanan Beras

Kompas.com - 05/11/2024, 10:36 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan bersama Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik ( Bulog) Wahyu Suparyono dan jajaran direksi, melakukan inspeksi ke Kawasan Pergudangan Bulog di Sunter Timur, Jakarta, Senin (4/11/2024).

Kunjungan perdana Zulhas, sapaan akrabnya, bertujuan untuk memantau persediaan pangan, khususnya beras, dalam rangka persiapan menuju swasembada pangan.

Dalam kesempatan tersebut, Zulhas mengungkapkan bahwa Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto telah menegaskan komitmennya untuk mencapai swasembada pangan di Indonesia, dengan target utama pada komoditas beras dan jagung pada 2028.

"Pangan bukan hanya beras, tapi juga jagung, gula, kedelai, cabai, bawang, dan lainnya. Kami bertekad untuk memastikan kita bisa swasembada pangan, terutama beras dan jagung pada 2028," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (5/11/2024).

Baca juga: Bisakah Pemerintah Bangun 3 Juta Rumah dalam Setahun?

Menyikapi tantangan tersebut, Zulhas menjelaskan bahwa pemerintah sudah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mewujudkan swasembada pangan.

Salah satunya adalah dengan mencetak sawah baru dan membuka lahan pertanian di berbagai wilayah, seperti yang telah dilakukan di Merauke.

"Kami sudah memulai dengan mencetak sawah baru di Merauke dan memperbaiki lahan sawah yang telah terbengkalai. Semua ini kami lakukan untuk mencapai swasembada pangan," tutur Zulhas.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memperkuat cadangan beras pemerintah dan memastikan stok pangan cukup untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan, termasuk dalam menghadapi program bantuan sosial dan pangan.

Baca juga: Bocah SD yang Jadi Pemulung di Nganjuk Dapat Bantuan Sosial dari Polres

“Tadi pagi kami rapat bersama Dirut Bulog, semua persiapan untuk tahun depan (2025) dan tahun ini (2024) sudah sangat siap dan sangat baik, tetapi kami juga perlu meyakinkan publik bahwa stok beras kami sangat aman,” ujar Zulhas.

 “Sekurang-kurangnya pada akhir tahun ini stok beras Bulog akan mencapai 2 juta ton yang tersebar di lebih dari 1.500 gudang Bulog di seluruh Indonesia, dengan total kapasitas penyimpanan hingga 4 juta ton. Jadi, stok beras kita sangat aman dan cukup,” sambungnya.

Zulhas juga menambahkan bahwa stok beras yang cukup akan terus dijaga, bahkan dengan adanya program peningkatan produksi seperti cetak sawah baru dan intensifikasi pertanian, ia yakin stok beras di tahun depan akan lebih stabil.

Dalam kunjungan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya kualitas beras yang disimpan oleh Bulog, selain hanya memeriksa jumlah stoknya.

Baca juga: Dukung Produktivitas Petani Tebu Blora, Bulog Salurkan Alsintan

Zulhas tampak antusias memeriksa karung-karung beras yang tersusun rapi di gudang, memastikan bahwa kualitasnya terjaga dengan baik.

“Kami akan lebih intens mempersiapkan tahun depan agar produksi dalam negeri dapat terus meningkat. Kunjungan ini adalah bentuk komitmen kami untuk memantau langsung persediaan pangan di lapangan,” jelasnya.

Kunjungan Zulhas ke gudang Bulog ini mengarah ke Kawasan Pergudangan Kantor Wilayah (Kanwil) Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta dan Banten, salah satu gudang besar yang menjadi tempat penyimpanan cadangan beras pemerintah.

Baca juga: Eks Wali Kota Tual Divonis Ringan dalam Kasus Korupsi Cadangan Beras Rp 1,8 Miliar

Kualitas stok beras Bulog terjaga

Pada kesempatan yang sama, Dirut Bulog Wahyu Suparyono menegaskan bahwa stok beras yang ada di gudang tersebut disimpan dengan kualitas yang terjaga.

Ia menambahkan bahwa Bulog sudah menerapkan standar ketat dalam proses penyimpanan, sehingga beras yang didistribusikan ke masyarakat tetap dalam kondisi terbaik.

“Kami siap mendukung program pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan nasional,” ujar Wahyu.

Ia juga menjelaskan bahwa kualitas beras tetap terjaga berkat prosedur yang ketat di setiap tahapan penyimpanan hingga distribusi, memastikan bahwa setiap butir beras yang sampai ke konsumen memenuhi standar yang diharapkan.

Baca juga: Penelitian Mahasiswa Poltekkes Sebut Sanitasi Rutan Magetan Memenuhi Standar Permenkes

Kunjungan Menko Pangan Zulhas ke gudang Bulog membawa optimisme baru mengenai stabilitas pasokan pangan, khususnya beras.

Zulhas berharap agar kerja sama yang solid antara Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) dan Bulog terus terjalin, guna memastikan pasokan pangan yang cukup dan aman bagi masyarakat.

Kunjungan perdana Zulhas sebagai Menko Pangan ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi kerja sama yang lebih erat antara pemerintah dan Bulog dalam mewujudkan ketahanan pangan, serta mendukung langkah-langkah menuju swasembada pangan nasional.

Baca juga: Peran Strategis Bulog Mewujudkan Swasembada Pangan

Dengan dukungan kuat dari Bulog dan komitmen yang teguh dari Kemenko Pangan, masyarakat dapat lebih tenang, karena ketahanan pangan Indonesia akan semakin terjaga dengan baik ke depannya.

Terkini Lainnya
Jaga Kualitas Beras, Bulog Ajak Media Tinjau Perawatan di Gudang Sunter

Jaga Kualitas Beras, Bulog Ajak Media Tinjau Perawatan di Gudang Sunter

BULOG
Bulog Catat Rekor MURI Gerakan Pangan Murah Serentak di 4.337 Titik

Bulog Catat Rekor MURI Gerakan Pangan Murah Serentak di 4.337 Titik

BULOG
Jelang HUT RI, Bulog Stabilkan Harga Beras di Seluruh Indonesia lewat SPHP

Jelang HUT RI, Bulog Stabilkan Harga Beras di Seluruh Indonesia lewat SPHP

BULOG
Atasi Masalah Stunting, Program Bulog Peduli Gizi Sasar Balita di Desa Karangdawa

Atasi Masalah Stunting, Program Bulog Peduli Gizi Sasar Balita di Desa Karangdawa

BULOG
Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Bulog Jalin Kerja Sama dengan Koperasi Merah Putih

Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Bulog Jalin Kerja Sama dengan Koperasi Merah Putih

BULOG
Wamentan Sudaryono Bongkar Strategi Bulog Ubah Sejarah Ketahanan Pangan RI

Wamentan Sudaryono Bongkar Strategi Bulog Ubah Sejarah Ketahanan Pangan RI

BULOG
Bulog Jatim Catat Serapan Beras Tertinggi Nasional, Tembus 500.000 Ton

Bulog Jatim Catat Serapan Beras Tertinggi Nasional, Tembus 500.000 Ton

BULOG
Serapan Gabah Kering di Karawang Lebih dari 95.000 Ton, Bulog: Ini Kebahagiaan Para Petani

Serapan Gabah Kering di Karawang Lebih dari 95.000 Ton, Bulog: Ini Kebahagiaan Para Petani

BULOG
Stok CBP Capai 3,7 Juta Ton, Wamentan Pastikan Bulog Bisa Jaga Kualitas Beras

Stok CBP Capai 3,7 Juta Ton, Wamentan Pastikan Bulog Bisa Jaga Kualitas Beras

BULOG
HUT Ke-58, Bulog Bagikan 144 Paket Bansos untuk Anak Yatim Piatu dan Tahfiz Al Quran

HUT Ke-58, Bulog Bagikan 144 Paket Bansos untuk Anak Yatim Piatu dan Tahfiz Al Quran

BULOG
Cadangan Beras Pemerintah 3,5 Juta Ton, Rektor IPB Apresiasi Serapan Gabah Bulog

Cadangan Beras Pemerintah 3,5 Juta Ton, Rektor IPB Apresiasi Serapan Gabah Bulog

BULOG
Peneliti UI: Bulog Berperan Strategis dalam Wujudkan Swasembada Pangan

Peneliti UI: Bulog Berperan Strategis dalam Wujudkan Swasembada Pangan

BULOG
Pakar Pangan: Serapan Gabah dan Beras Bulog Adalah Kado bagi Bangsa Indonesia

Pakar Pangan: Serapan Gabah dan Beras Bulog Adalah Kado bagi Bangsa Indonesia

BULOG
Serapan Awal Mei Tembus 2 Juta Ton Setara Beras, Stok Bulog Lampaui 3,6 Juta Ton

Serapan Awal Mei Tembus 2 Juta Ton Setara Beras, Stok Bulog Lampaui 3,6 Juta Ton

BULOG
Kejar Target Swasembada, Wamentan Sudaryono Kunjungi Pusat Riset Pertanian Terbaik Dunia

Kejar Target Swasembada, Wamentan Sudaryono Kunjungi Pusat Riset Pertanian Terbaik Dunia

BULOG
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com