Sistem Digital Semakin Andal, PLN Pastikan Infrastruktur Kelistrikan Aman dari Hulu ke Hilir Jelang Lebaran

Kompas.com - 27/03/2025, 13:55 WIB
A P Sari,
I Jalaludin S

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Perusahaan listrik Negara (Persero) atau PLN memastikan infrastruktur kelistrikan dari hulu ke hilir dalam posisi siap dan siaga untuk memberi pelayanan maksimal selama periode Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah (H).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo melakukan pemantauan dan monitoring digital secara end-to-end pada Senin (24/3/2025) dalam rangka memastikan kelistrikan dalam kondisi aman.

PLN telah menetapkan masa siaga kelistrikan yang dimulai sejak 17 Maret (H-14 Lebaran) hingga 11 April 2025 (H+7 Lebaran).

Darmawan mengatakan, Hari Raya Idul Fitri menjadi momen yang ditunggu-tunggu umat Islam setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.

Baca juga: Pertama di Indonesia, PLN dan UCI Resmikan SPKLU Center di Rest Area 38B Tol Jagorawi

"Sebagai perpanjangan tangan pemerintah, kami harus memastikan Hari Kemenangan ini tidak terganggu oleh kendala kelistrikan agar masyarakat dapat merayakan dengan khidmat. Listrik harus maksimal, andal, dan prima,” tegasnya lewat siaran pers, Kamis (27/3/2025). 

Darmawan mengungkapkan, tim PLN telah melaksanakan serangkaian asesmen secara menyeluruh, baik dari segi pembangkitan, transmisi, distribusi, sampai dengan pelayanan pelanggan jauh hari sebelum bulan Ramadhan.

Kemudian, untuk menjamin layanan kelistrikan berjalan maksimal, PLN memonitor seluruh proses bisnis tersebut secara real time dalam sistem digital PLN.

Pendekatan sistem digital

Darmawan menyebutkan, PLN memastikan keandalan sistem kelistrikan di berbagai wilayah melalui pemantauan berbasis teknologi digital yang terintegrasi.

"Sistem ini memungkinkan pengawasan real-time terhadap distribusi daya, deteksi dini potensi gangguan, serta optimalisasi pengaturan beban di setiap titik jaringan," jelasnya.

Baca juga: PLN Operasikan 371 Pembangkit Penuhi Kebutuhan Listrik Lebaran

Darmawan menilai, digitalisasi sistem kelistrikan terbukti mampu meningkatkan keandalan pasokan listrik.

"Sistem ini melakukan monitoring ketersediaan pasokan energi primer untuk pembangkit yang terpantau secara digital dan terintegrasi dengan sistem database di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selaku regulator," ungkapnya.

Dengan pendekatan digitalisasi, sebut dia, PLN tidak hanya meningkatkan respons dalam menangani gangguan, tetapi juga menjaga stabilitas pasokan listrik di tengah tingginya permintaan selama libur Ramadhan dan Idul Fitri.

Berdasarkan data dari monitoring, daya mampu pembangkit terpantau sebesar 67 gigawatt (GW), dengan beban puncak (BP) secara nasional sebesar 45 GW.

Baca juga: Siaga Lebaran 2025, PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman di Tengah Cuaca Ekstrem

"Sehingga, masih terdapat cadangan daya (reserve margin) yang mumpuni hingga 22 GW atau sebesar 49 persen yang sangat ideal dalam memastikan suplai kelistrikan di momen penting ini," ucap Darmawan.

Kekuatan daya mampu pembangkit tersebut juga ditopang oleh kecukupan dari pasokan batu bara yang lebih dari 22 hari operasi (HOP), gas lebih dari 30 HOP, dan BBM lebih dari 20 HOP. 

Hasil pemantauan daring 

Dalam kesempatan tersebut, turut dilakukan peninjauan secara daring ke unit-unit PLN se-Indonesia.

Dari pemantauan itu, seluruh unit  termasuk subholding dan anak usaha PLN Group, salah satunya adalah PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Balikpapan, mampu memberikan layanan kelistrikan yang prima selama periode Ramadhan hingga Idul Fitri, 

Baca juga: Jelang Idul Fitri, PLN Amankan Pasokan Listrik di 5 Lokasi Prioritas Jakarta

Manager PLN UPT Balikpapan Jati Pharmadita menjelaskan, sebanyak 29 gardu induk kapasitas telah dalam posisi siap siaga dan tidak memiliki kendala apa pun.

Adapun total daya 29 gardu tersebut sebesar 2.100 MVA dan jalur transmisi sepanjang 1.926 kilometer (km) sirkuit untuk melayani dua provinsi, yakni Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

”Secara umum, kondisi sistem normal dengan cadangan daya cukup. Kami juga sampaikan untuk peralatan sudah dipersiapkan dalam kondisi aman dan zero anomali. Pekerjaan-pekerjaan emergensi dan kritikal juga tidak ada,” ucap Jati.

Senada, Manager PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Makassar Mudakir juga memastikan, kecukupan daya sistem kelistrikan untuk sistem Sulawesi bagian Selatan (Sulbagsel) dalam posisi normal dengan pasokan andal dan cadangan daya yang ideal.

”Proyeksi kondisi kelistrikan satu Syawal 1446 H, sistem Sulbagsel dalam kondisi aman dengan daya mampu pasok 2.329 MW, beban puncak 1.497 MW, dan sistem dalam kondisi normal dengan cadangan sebesar 832 MW,” kata Mudakir.

Baca juga: Apakah Diskon Token Listrik Bakal Diadakan Lagi? Ini Kata PLN

Beralih ke ujung Barat Indonesia, Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banda Aceh Eka Rahma Daniati menyampaikan, kecukupan daya di wilayahnya dalam posisi aman dengan proyeksi beban puncak pada Hari Raya Idul Fitri sebesar 134,5 MW.

"Sistem di UP3 Banda Aceh sebanyak tiga sistem. Alhamdulillah semuanya kondisi normal dan aman. Untuk jumlah Posko Siaga Kelistrikan di Bandar Aceh ada di 15 lokasi dan jumlah Posko Siaga Mudik Lebaran di 9 lokasi," ungkapnya.

Eka menjelaskan, pihaknya menyiapkan 209 personel yang terdiri dari pihak PLN sebanyak 41 orang, pekerjaan dalam keadaan bertegangan (PDKB) 10 orang, tenaga alih daya (TAD) dan mitra kerja 158 orang dengan peralatan lengkap.

Dengan persiapan kelistrikan yang matang itu, masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah dan berkumpul bersama dengan keluarga dengan nyaman.

Baca juga: Lebaran 2025, PLN Pastikan Pasokan Listrik Jakarta dan Sekitarnya Aman

Masyarakat yang membutuhkan layanan kelistrikan dapat mengakses Aplikasi PLN Mobile, petugas PLN akan selalu siap untuk melayani semua kebutuhan pelanggan.

Terkini Lainnya
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal

Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal

PLN
Cukup 20 Menit, Sinergi PLN, MEBI, dan Huawei Percepat Pengisian Mobil Listrik

Cukup 20 Menit, Sinergi PLN, MEBI, dan Huawei Percepat Pengisian Mobil Listrik

PLN
Sinergi PLN dan Kementerian ESDM Hadirkan Listrik bagi 750 Keluarga Prasejahtera di Bengkulu

Sinergi PLN dan Kementerian ESDM Hadirkan Listrik bagi 750 Keluarga Prasejahtera di Bengkulu

PLN
Lebih dari 390.000 Pelaku Usaha Agrikultur dan Kelautan Adopsi Teknologi Listrik PLN

Lebih dari 390.000 Pelaku Usaha Agrikultur dan Kelautan Adopsi Teknologi Listrik PLN

PLN
PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU

PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU

PLN
PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN
ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

PLN
Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

PLN
Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

PLN
Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

PLN
PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

PLN
PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLN
Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

PLN
Tahun Baru Energi Baru, PLN Tebar Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya lewat Aplikasi PLN Mobile

Tahun Baru Energi Baru, PLN Tebar Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya lewat Aplikasi PLN Mobile

PLN
PLN Siagakan 4.648 Unit SPKLU Selama Nataru, Konsumsi Listrik EV Meningkat 479 Persen

PLN Siagakan 4.648 Unit SPKLU Selama Nataru, Konsumsi Listrik EV Meningkat 479 Persen

PLN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com