Mudik Gratis Bersama BUMN, PLN Fasilitasi 11.300 Pemudik ke Berbagai Daerah

Kompas.com - 27/03/2025, 20:37 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah (H), PT Perusahaan Listrik Negara ( PLN) (Persero) secara resmi melepas keberangkatan 11.300 pemudik melalui program " Mudik Aman Sampai Tujuan 2025" di Kantor Pusat PLN, Jakarta, pada Kamis (27/3/2025).

Dalam acara pelepasan tersebut, jajaran direksi PLN melepas secara langsung para pemudik ke berbagai daerah tujuan mudik.

Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN Yusuf Didi Setiarto menyampaikan, program mudik gratis PLN itu merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pemerintah dalam menyediakan program mudik gratis bagi masyarakat. 

Dia berharap, kegiatan mudik gratis itu dapat membantu masyarakat merasakan mudik dan merayakan Idul Fitri 1446 H bersama keluarga di kampung halaman.

Yusuf berharap, program tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat yang ingin berkumpul bersama keluarga di momen penuh kebahagiaan nanti. 

Baca juga: PLN Berangkatkan 6.750 Peserta Mudik Gratis dari Stasiun Pasar Senen

“Kami berdoa bersama semoga perjalanan ini dilancarkan, dimudahkan sehingga saudara-saudara kita yang ikut program ini dapat berjumpa dengan sanak saudara, handai tolan di kampung halaman dan berlebaran bersama di sana,” ucapnya dalam siaran pers, Kamis.

Pada program ”Mudik Aman Sampai Tujuan 2025”, PLN memberangkatkan 11.300 peserta dengan rincian jumlah moda transportasi, yaitu 2 bus listrik, 81 bus, 14 gerbong kereta, dan 4 kapal laut. 

Sementara itu, titik keberangkatan peserta mudik Lebaran 2025 dilaksanakan di empat kota besar, yakni Jakarta (9.000 peserta), Medan (600 peserta), Balikpapan (700 peserta), dan Makassar (1.000 peserta).

Dalam pengecekan itu, Yusuf menjelaskan, seluruh pengemudi armada bus telah melaksanakan pemeriksaan kesehatan fisik dan mental sebelum bertugas.

Hal itu dilakukan guna memastikan kelancaran, kenyamanan dan keselamatan pemudik.

Tidak hanya itu, PLN juga telah mendaftarkan seluruh peserta ke dalam asuransi keselamatan PLN Insurance.

Baca juga: Mudik Gratis PLN 2025, Sebanyak 6.750 Pemudik Diberangkatkan Pakai Kereta Api

"Kami memastikan semua pengemudi dan kru dalam kondisi prima. Pemeriksaan kesehatan fisik dan mental telah dilakukan untuk menjamin perjalanan berlangsung aman dan lancar," jelasnya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menambahkan, program mudik gratis PLN telah memasuki penyelenggaraan kelima sejak 2018.

Program tersebut merupakan bagian dari sinergi badan usaha milik negara (BUMN) guna menyediakan moda transportasi umum aman dan nyaman bagi masyarakat yang ingin melaksanakan mudik. 

Upaya tersebut turut menjadi solusi atas kemacetan dengan mengurangi jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi pada periode mudik Lebaran 2025.

Darmawan menegaskan, langkah itu didasari komitmen untuk mendukung mobilitas masyarakat Indonesia selama musim mudik Lebaran. 

Baca juga: Sistem Digital Semakin Andal, PLN Pastikan Infrastruktur Kelistrikan Aman dari Hulu ke Hilir Jelang Lebaran

“Hal ini juga merupakan bagian dari upaya bersama BUMN dalam praktik gotong royong, yang merupakan bagian integral dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL),” ujarnya.

Apresiasi dari pemudik

Program "Mudik Aman Sampai Tujuan 2025" yang diselenggarakan PLN disyukuri Ayuni, salah satu pemudik tujuan Palembang asal Bogor. 

Dia tidak mampu menahan air mata kebahagiaan. Ini karena ia bersama suami dan anaknya akhirnya bisa pulang ke kampung halaman setelah sekian lama tidak mudik akibat keterbatasan biaya. 

"Alhamdulillah, bersyukur sekali dengan adanya mudik gratis dari PLN. Saya sudah bertahun-tahun tidak pulang. Alhamdulillah sekarang saya bisa pulang berkat program ini," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ari, pemudik asal Lenteng Agung yang bekerja sebagai kuli bangunan. Pria asal Boyolali ini merasa terbantu dengan program mudik gratis PLN. 

Baca juga: PLN Operasikan 371 Pembangkit Penuhi Kebutuhan Listrik Lebaran

"Kalau mudik normal bisa habis Rp 500.000. Ikut program ini bisa saya simpan uangnya untuk kebutuhan di kampung,” ungkapnya. 

Terlebih, kata dia, proses mengikuti mudik PLN tergolong mudah, yakni hanya perlu kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), dan aplikasi PLN Mobile. 

“Terima kasih PLN. Semoga semakin maju dan program ini terus berlanjut karena sangat bermanfaat," ujar Ari. 

Terkini Lainnya
Cukup 20 Menit, Sinergi PLN, MEBI, dan Huawei Percepat Pengisian Mobil Listrik

Cukup 20 Menit, Sinergi PLN, MEBI, dan Huawei Percepat Pengisian Mobil Listrik

PLN
Sinergi PLN dan Kementerian ESDM Hadirkan Listrik bagi 750 Keluarga Prasejahtera di Bengkulu

Sinergi PLN dan Kementerian ESDM Hadirkan Listrik bagi 750 Keluarga Prasejahtera di Bengkulu

PLN
Lebih dari 390.000 Pelaku Usaha Agrikultur dan Kelautan Adopsi Teknologi Listrik PLN

Lebih dari 390.000 Pelaku Usaha Agrikultur dan Kelautan Adopsi Teknologi Listrik PLN

PLN
PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU

PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU

PLN
PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN
ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

PLN
Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

PLN
Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

PLN
Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

PLN
PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

PLN
PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLN
Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

PLN
Tahun Baru Energi Baru, PLN Tebar Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya lewat Aplikasi PLN Mobile

Tahun Baru Energi Baru, PLN Tebar Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya lewat Aplikasi PLN Mobile

PLN
PLN Siagakan 4.648 Unit SPKLU Selama Nataru, Konsumsi Listrik EV Meningkat 479 Persen

PLN Siagakan 4.648 Unit SPKLU Selama Nataru, Konsumsi Listrik EV Meningkat 479 Persen

PLN
Dukung Percepatan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, PLN Siapkan Infrastruktur Kelistrikan

Dukung Percepatan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, PLN Siapkan Infrastruktur Kelistrikan

PLN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com