Mudik Tenang, PLN Bagikan 7 Tips Cegah Gangguan Listrik di Rumah

Kompas.com - 27/03/2025, 15:14 WIB
DWN,
I Jalaludin S

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Mudik Lebaran adalah momen yang dinanti-nanti, khususnya bagi umat Islam. Namun, para pemudik seringkali dibayangi kekhawatiran akan keamanan rumah, terutama masalah listrik. 

Merespons hal tersebut, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN membagikan tips praktis memastikan rumah tetap aman dari risiko gangguan listrik.

Berikut tujuh tips praktis menjaga keamanan listrik rumah agar masyarakat dapat mudik dengan nyaman: 

  1. Pastikan instalasi listrik di rumah aman agar tidak menimbulkan potensi gangguan saat rumah kosong.
  2. Matikan aliran listrik yang tidak diperlukan dan cabut semua peralatan elektronik dari stop kontak.
  3. Nyalakan lampu penerangan seperlunya, seperti lampu teras atau halaman. Gunakan sensor otomatis agar penggunaan listrik tetap efisien.
  4. Pelanggan pascabayar diimbau untuk melunasi tagihan listrik tepat waktu agar terhindar dari denda dan pemutusan layanan.
  5. Pelanggan prabayar disarankan mengisi token listrik secukupnya hingga masa mudik berakhir agar lampu tetap menyala dan alarm meter tidak berbunyi.
  6. Jika kebutuhan listrik di kampung halaman meningkat, pelanggan dapat mengajukan penambahan daya.
  7. Agar mudik lebih nyaman, manfaatkan aplikasi PLN Mobile untuk berbagai kebutuhan kelistrikan.

Melalui aplikasi PLN Mobile, pelanggan dapat membeli token, membayar tagihan, mengajukan pasang baru atau tambah daya, memantau penggunaan listrik, hingga melaporkan gangguan dengan mudah dari mana saja.

Baca juga: PLN Sukses Kawal Perayaan Natal Nasional 2024 dengan Lancar Tanpa Gangguan Listrik

PLN siap menindaklanjuti laporan gangguan listrik

Direktur Retail dan Niaga PLN Edi Srimulyanti mengatakan, pelanggan dapat mengadukan gangguan atau keluhan terkait listrik saat mudik melalui aplikasi PLN Mobile yang aktif 24 jam.

“Petugas PLN siap menindaklanjuti laporan yang masuk,” tutur Edi dalam siaran pers, Kamis (27/3/2025).

PLN juga mengimbau pelanggan untuk memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman sebelum mudik Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah (H)/2025.

Edi mengingatkan, masyarakat dapat memeriksa kelistrikan rumah sebelum melakukan perjalanan mudik untuk memastikan tidak gangguan yang tidak diinginkan.

Baca juga: H-4 Lebaran, Arus Mudik di Kota Yogyakarta Masih Landai

“Ketika waktu mudik tiba dan seluruh anggota keluarga meninggalkan rumah, pastikan instalasi listrik dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan,” ujarnya.

Edi menegaskan, langkah itu penting untuk mencegah korsleting atau gangguan listrik lain yang berisiko saat rumah dalam keadaan kosong. 

Terkini Lainnya
Cukup 20 Menit, Sinergi PLN, MEBI, dan Huawei Percepat Pengisian Mobil Listrik

Cukup 20 Menit, Sinergi PLN, MEBI, dan Huawei Percepat Pengisian Mobil Listrik

PLN
Sinergi PLN dan Kementerian ESDM Hadirkan Listrik bagi 750 Keluarga Prasejahtera di Bengkulu

Sinergi PLN dan Kementerian ESDM Hadirkan Listrik bagi 750 Keluarga Prasejahtera di Bengkulu

PLN
Lebih dari 390.000 Pelaku Usaha Agrikultur dan Kelautan Adopsi Teknologi Listrik PLN

Lebih dari 390.000 Pelaku Usaha Agrikultur dan Kelautan Adopsi Teknologi Listrik PLN

PLN
PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU

PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU

PLN
PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN
ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

PLN
Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

PLN
Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

PLN
Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

PLN
PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

PLN
PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLN
Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

PLN
Tahun Baru Energi Baru, PLN Tebar Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya lewat Aplikasi PLN Mobile

Tahun Baru Energi Baru, PLN Tebar Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya lewat Aplikasi PLN Mobile

PLN
PLN Siagakan 4.648 Unit SPKLU Selama Nataru, Konsumsi Listrik EV Meningkat 479 Persen

PLN Siagakan 4.648 Unit SPKLU Selama Nataru, Konsumsi Listrik EV Meningkat 479 Persen

PLN
Dukung Percepatan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, PLN Siapkan Infrastruktur Kelistrikan

Dukung Percepatan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, PLN Siapkan Infrastruktur Kelistrikan

PLN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com