PLN Terima Apresiasi atas Respons Cepat Pulihkan Kelistrikan di Layanan Publik Bali

Kompas.com - 05/05/2025, 12:09 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com — Direktur Utama (Dirut) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, Darmawan Prasodjo, meninjau langsung sejumlah fasilitas publik di Bali untuk memastikan operasional layanan berjalan lancar pascagangguan kelistrikan yang terjadi pada Jumat (2/5/2025). 

Respons cepat PLN dalam memulihkan pasokan listrik mendapat apresiasi dari berbagai pihak, terutama penyelenggara layanan publik.

Direktur Utama RSUP Prof dr I N G I N G Ngoerah Denpasar, I Wayan Sudana menyampaikan apresiasi atas upaya cepat PLN dalam memulihkan listrik di rumah sakit tersebut.

“Komunikasinya sangat cepat. Begitu padam, staf kami langsung berkoordinasi dan tak lama kemudian listrik kembali menyala. Genset kami hanya sempat aktif sebentar karena langsung di-cover oleh PLN,” ujarnya melalui siaran pers, Senin (5/5/2025).

Baca juga: [HOAKS] PM Malaysia Anwar Ibrahim Dilarikan ke Rumah Sakit pada Akhir April 2025

“Kami sangat berterima kasih karena pelayanan rumah sakit bisa tetap berjalan tanpa gangguan,” lanjut Wayan.

Senada dengan Wayan, General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, Ahmad Syaugi Shahab juga mengapresiasi langkah cepat PLN dalam menjaga stabilitas layanan di tengah gangguan kelistrikan.

"Proses padamnya listrik di bandara, Alhamdulillah, tidak berdampak signifikan karena penumpang tetap dapat dilayani dengan baik," katanya.

Baca juga: Terseret 20 Meter, Penumpang Motor Tewas Terlindas Mobil Pertamina di Sibolangit

PLN sampaikan permohonan maaf 

Sementara itu, Dirut PLN, Darmawan Prasodjo, yang memimpin langsung proses pemulihan sistem kelistrikan, menyampaikan permohonan maaf kepada 1,8 juta pelanggan serta para pemangku kepentingan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan tersebut.

“Kami mengucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas gangguan dan ketidaknyamanan yang terjadi,” ucapnya.

Darmawan menjelaskan bahwa gangguan bermula pada Jumat (2/5/2025) pukul 16.00 WITA, saat saluran kabel bawah laut penghubung Jawa-Bali mengalami gangguan. 

Akibatnya, tegangan listrik di sistem Bali turun menjadi nol volt, sehingga beberapa pembangkit listrik, seperti PLTDG Pesanggaran, PLTGU Pemaron, PLTU Celukan Bawang, dan PLTG Gilimanuk keluar dari sistem.

Ratusan personel PLN diterjunkan untuk melakukan pemulihan. Dalam waktu sekitar 30 menit, suplai listrik mulai kembali masuk secara bertahap.

Baca juga: 8 Pembangkit PLN Suplai Listrik Hijau ke Pelanggan, Kapasitasnya Capai 10,99 TWh

“Langkah-langkah pemulihan kami lakukan secara bertahap. Pukul 21.00 WITA, 60 persen sistem sudah pulih. Lalu pukul 24.00, sebanyak 80 persen sudah tersambung kembali,” jelas Darmawan.

Ia menambahkan bahwa pembangkit berbasis uap (PLTU) membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali sinkron dengan sistem. 

Namun, pada Sabtu (3/5/2025) pukul 03.30 WITA, sistem kelistrikan Bali akhirnya pulih 100 persen.

“Kurang dari 12 jam sejak gangguan terjadi, alhamdulillah, sistem sudah kembali normal sepenuhnya,” tambah Darmawan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa selama proses pemulihan, PLN memastikan seluruh objek vital tetap berfungsi dengan baik. 

Baca juga: Mati Listrik di Bali Hari Ini, Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Delay

Bandara Ngurah Rai serta rumah sakit besar, seperti RSUP Prof dr I N G I N G Ngoerah, RS Bali Mandara, Bali International Medical Center, RS Siloam, hingga RS Surya Husadha tetap beroperasi tanpa hambatan signifikan.

“Bandara Ngurah Rai sempat mengalami kedip sebelum sistem cadangan (backup) mengambil alih. Setelah itu, pasokan listrik berjalan lancar. Begitu pula rumah sakit-rumah sakit besar tetap dapat beroperasi karena pasokan listrik tidak terganggu,” tutur Darmawan.

Terkini Lainnya
PLN Gelar Promo JUNIVAGANZA, Beli Token Rp 50.000 Bisa Dapat Voucher Listrik Rp 10.000

PLN Gelar Promo JUNIVAGANZA, Beli Token Rp 50.000 Bisa Dapat Voucher Listrik Rp 10.000

PLN
Listrik Sumatera Kembali Normal, Dirut PLN Turun Langsung Kawal Pemulihan Sistem

Listrik Sumatera Kembali Normal, Dirut PLN Turun Langsung Kawal Pemulihan Sistem

PLN
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal

Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal

PLN
Cukup 20 Menit, Sinergi PLN, MEBI, dan Huawei Percepat Pengisian Mobil Listrik

Cukup 20 Menit, Sinergi PLN, MEBI, dan Huawei Percepat Pengisian Mobil Listrik

PLN
Sinergi PLN dan Kementerian ESDM Hadirkan Listrik bagi 750 Keluarga Prasejahtera di Bengkulu

Sinergi PLN dan Kementerian ESDM Hadirkan Listrik bagi 750 Keluarga Prasejahtera di Bengkulu

PLN
Lebih dari 390.000 Pelaku Usaha Agrikultur dan Kelautan Adopsi Teknologi Listrik PLN

Lebih dari 390.000 Pelaku Usaha Agrikultur dan Kelautan Adopsi Teknologi Listrik PLN

PLN
PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU

PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU

PLN
PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN
ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

PLN
Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

PLN
Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

PLN
Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

PLN
PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

PLN
PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLN
Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

PLN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com