PLN dan SKK Migas Gandeng University of Dundee untuk Percepat Transisi Energi

Kompas.com - 20/02/2025, 21:11 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Direktur Utama (Dirut) PT Perusahaan Listrik Negara ( PLN) (Persero) Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi tantangan bersama, yaitu perubahan iklim

Untuk mengatasi masalah tersebut, kata dia, dibutuhkan kolaborasi antarkomunitas global. 

Sebagai langkah konkret, PLN terus berupaya melakukan transisi dari energi fosil ke energi terbarukan.

Dalam rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) mendatang, sumber energi akan didominasi oleh energi baru dan terbarukan. 

Baca juga: Dukung Percepatan Transisi Energi Baru dan Terbarukan, Garudafood Bangun PLTS Atap di Sumedang

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, PLN menggandeng University of Dundee, Skotlandia, Inggris Raya, serta Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi ( SKK Migas) dalam penyelenggaraan public lecture. Forum ini bertujuan mempercepat transisi energi di Indonesia.

Agenda bertajuk "Energy Transition Toward A Low–Carbon Economy" ini diselenggarakan di Kantor Pusat PLN pada Rabu (19/2/2025).

“Forum tersebut memberikan kami rasa bangga karena komunitas global yang sebelumnya terfragmentasi kini menjadi satu,” ujar Darmawan dalam siaran persnya, Kamis (20/2/2025).

Baca juga: PLN Resmi Terlibat dalam Perdagangan Karbon Luar Negeri untuk Dukung Mitigasi Perubahan Iklim

Ia juga menekankan bahwa persatuan global ini memberi keyakinan bahwa segala tantangan di masa depan dapat diatasi.

“Komunitas global bergerak maju untuk berjuang demi menjaga keberlanjutan bagi generasi yang akan datang,” kata Darmawan.

Ia menjelaskan bahwa upaya transisi energi yang dilakukan PLN sejalan dengan visi pemerintah dalam mencapai swasembada energi.

PLN tidak hanya berkomitmen menyediakan energi yang terjangkau dan bersih, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional.

Dalam proses penyediaannya, kata Darmawa, PLN berencana menarik lebih banyak investasi hijau, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Baca juga: Pengguna Renewable Energy Certificate PLN Melonjak hingga 117 Persen

"Proses penyediaan energi juga akan memberantas kemiskinan, menghilangkan kelaparan, dan memberikan kesejahteraan bagi rakyat dan di saat yang bersamaan mengurangi emisi gas rumah kaca," jelasnya.

Peran penting transisi energi

Direktur Jenderal (Dirjen) Ketenagalistrikan, Jisman P Hutajulu menegaskan bahwa transisi energi berperan penting dalam menjaga stabilitas harga energi dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, keberhasilan transisi energi tidak hanya bergantung kepada pemerintah, tetapi juga kolaborasi sektor swasta dan akademisi. Salah satunya diwujudkan melalui forum tersebut. 

“Forum yang sangat baik ini diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret dalam mengatasi topik transisi energi melalui kolaborasi yang kuat dengan berbagai pemangku kepentingan,” ucap Jisman mewakili Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). 

Baca juga: Sepanjang 2023-2025, PLN Tanam 150.000 Pohon Biomassa untuk Dukung Transisi Energi

Sebagai informasi, forum tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, akademisi, serta mitra internasional. Tujuan utamanya adalah menyusun strategi yang memungkinkan Indonesia mencapai target Net Zero Emissions (NZE) pada 2060.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menilai bahwa transisi energi menuju ekonomi rendah karbon merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi kesenjangan sosial, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan, seperti deglobalisasi, digitalisasi, perubahan iklim, demografi, dan utang global.

Baca juga: Kesal Sering Ditagih Utang Orangtua, Pria Bunuh Wanita Pemilik Warung

Oleh karena itu, kata Suahasil, aspek-aspek tersebut harus dipertimbangkan dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi.

“Mencapai NZE bukanlah hal mudah, tetapi Indonesia harus memberikan apa yang dijanjikan,” ujarnya.  

Suahasil menambahkan bahwa Indonesia telah mengembangkan energy transition mechanism (ETM) sebagai strategi utama dalam mempercepat transisi energi.

Baca juga: Dirut PLN Tekankan Kolaborasi untuk Percepat Swasembada Energi

Kerja sama Indonesia dan Inggris 

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey menegaskan, kerja sama antara Inggris dan Indonesia merupakan salah satu bagian penting dalam pengembangan energi terbarukan. 

Ia menyampaikan bahwa forum public lecture ini juga merupakan bagian dari perayaan 75 tahun hubungan diplomatik antara Inggris Raya dan Indonesia.

“Saat ini, Indonesia dan Inggris Raya sedang melakukan kerja sama transisi energi bersama dengan berbagai pemangku kepentingan dan ini sejalan dengan program komitmen yang disampaikan Pemerintah Indonesia,” ujar Dominic. 

Ia juga menyoroti pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris yang menegaskan fokus kerja sama di bidang energi dan perubahan iklim.

Sebagai bentuk konkret, forum tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara SKK Migas dan University of Dundee. Kerja sama ini bertujuan memastikan bahwa langkah-langkah transisi energi sesuai dengan kebutuhan serta tantangan sektor kelistrikan di Indonesia.

Baca juga: PLN Perkenalkan Inovasi SPKLU Tiang Listrik di IIMS 2025

Sebagai perusahaan yang berada di pusat ekosistem kelistrikan nasional, PLN terus berperan aktif dalam memfasilitasi kolaborasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia.

Terkini Lainnya
PLN Gandeng Kader Posyandu di Tangerang Jadi Agen Edukasi Keselamatan Listrik

PLN Gandeng Kader Posyandu di Tangerang Jadi Agen Edukasi Keselamatan Listrik

PLN
Percepat Pemerataan Akses Listrik, PLN Genjot Program Lisdes dan BPBL

Percepat Pemerataan Akses Listrik, PLN Genjot Program Lisdes dan BPBL

PLN
Sistem Kelistrikan Jawa Mulai Pulih, PLN Sebut Pemadaman Bergilir Berhasil Diminimalisasi

Sistem Kelistrikan Jawa Mulai Pulih, PLN Sebut Pemadaman Bergilir Berhasil Diminimalisasi

PLN
RUPS PLN Resmi Rombak Kursi Direksi, Ini Daftar Lengkapnya

RUPS PLN Resmi Rombak Kursi Direksi, Ini Daftar Lengkapnya

PLN
Mengenal Tim ERS PLN, Pasukan Tanggap Darurat Pemulihan Sistem Kelistrikan

Mengenal Tim ERS PLN, Pasukan Tanggap Darurat Pemulihan Sistem Kelistrikan

PLN
PLN Gelar Promo JUNIVAGANZA, Beli Token Rp 50.000 Bisa Dapat Voucher Listrik Rp 10.000

PLN Gelar Promo JUNIVAGANZA, Beli Token Rp 50.000 Bisa Dapat Voucher Listrik Rp 10.000

PLN
Listrik Sumatera Kembali Normal, Dirut PLN Turun Langsung Kawal Pemulihan Sistem

Listrik Sumatera Kembali Normal, Dirut PLN Turun Langsung Kawal Pemulihan Sistem

PLN
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal

Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal

PLN
Cukup 20 Menit, Sinergi PLN, MEBI, dan Huawei Percepat Pengisian Mobil Listrik

Cukup 20 Menit, Sinergi PLN, MEBI, dan Huawei Percepat Pengisian Mobil Listrik

PLN
Sinergi PLN dan Kementerian ESDM Hadirkan Listrik bagi 750 Keluarga Prasejahtera di Bengkulu

Sinergi PLN dan Kementerian ESDM Hadirkan Listrik bagi 750 Keluarga Prasejahtera di Bengkulu

PLN
Lebih dari 390.000 Pelaku Usaha Agrikultur dan Kelautan Adopsi Teknologi Listrik PLN

Lebih dari 390.000 Pelaku Usaha Agrikultur dan Kelautan Adopsi Teknologi Listrik PLN

PLN
PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU

PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU

PLN
PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN
ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

PLN
Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

PLN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com