PLN Dorong Pemanfaatan FABA untuk UMKM hingga Pembangunan Infrastruktur Desa

Kompas.com - 05/02/2025, 15:46 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN terus berkomitmen untuk mengoptimalkan pemanfaatan fly ash dan bottom ash ( FABA) atau limbah hasil pembakaran batu bara dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), sebagai bahan baku yang bernilai ekonomis.

Tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, PLN juga berhasil menjadikan FABA sebagai katalis pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat, terutama bagi lebih dari 200 usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM) dan kelompok masyarakat di sekitar PLTU.

Salah satu contoh nyata adalah Desa Tanah Merah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di desa ini, PLN membantu menyediakan sarana infrastruktur berbahan dasar FABA, seperti jalan setapak, tandon air, tempat cuci tangan, serta panggung untuk kegiatan masyarakat.

Baca juga: PSI Sebut FKUB Kerap Jadi Tempat ‘Cuci Tangan’ Pemda soal Perizinan Tempat Ibadah

Infrastruktur tersebut tidak hanya meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan warga, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui peningkatan produktivitas dan usaha lokal.

Kepala Desa Tanah Merah, Lazarus Dillak mengapresiasi inisiatif PLN dalam memanfaatkan FABA untuk pembangunan infrastruktur desa.

"Kami berharap, bantuan ini dapat menjadi katalisator bagi peningkatan produktivitas dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (5/2/2025).

Baca juga: Wamenkeu Anggito Dikukuhkan Jadi Guru Besar UGM, Soroti Peran Ekonomi Syariah

Inovasi pemanfaatan FABA

Proses pencampuran (mixing) FABA ke bahan baku semen.
DOK. Humas PLN Proses pencampuran (mixing) FABA ke bahan baku semen.

PLN terus berinovasi dalam mengoptimalkan pemanfaatan FABA melalui berbagai sektor. Hingga 2024, sebanyak 3,4 juta ton FABA telah dimanfaatkan dari 47 PLTU di Indonesia. 

Beberapa sektor utama pemanfaatan FABA meliputi lapisan pengeras jalan sebanyak 50,84 persen, substitusi semen 36,24 sebanyak persen, bahan baku beton sebanyak 8,13 persen, beton pracetak seperti paving dan batako sebanyak 2,71 persen, material non acid forming untuk pertambangan sebanyak 1,46 persen, dan pembenah tanah sebanyak 0,24 persen.

Pemanfaatan FABA juga telah digunakan dalam proyek infrastruktur strategis nasional, seperti pembangunan jalan tol Ibu Kota Nusantara (IKN), serta proyek jembatan Bentang Panjang Pulau Balang di Kalimantan. 

Selain itu, di sektor pertambangan, FABA dimanfaatkan untuk mengurangi risiko pembentukan air asam tambang, sejalan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang telah diterapkan pada 2024.

Baca juga: Sita Baja Tak Ber-SNI, Mendag: Berpotensi Membahayakan Masyarakat

Dampak terhadap lingkungan

Selain memberikan manfaat ekonomi bagi UMKM dan masyarakat, pemanfaatan FABA juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan.

Penggunaannya dalam produksi semen dan beton telah membantu mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 325.021 ton carbon dioxide equivalents (CO2e). 

Beberapa perusahaan besar, seperti Semen Indonesia, Semen Bosowa, dan Semen Padang, juga telah bekerja sama dengan PLN dalam mengolah FABA sebagai bahan baku semen.

Baca juga: Video Mobil Kena Cipratan Semen, Begini Cara Membersihkannya

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa pemanfaatan FABA sejalan dengan prinsip keberlanjutan yang diterapkan oleh PLN.

FABA, kata dia, memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, sekaligus membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat di sekitar PLTU.

"Dengan dukungan inovasi dan regulasi yang tepat, PLN Group yakin bahwa pemanfaatan FABA akan terus berkembang, tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan," imbuh Darmawan.

Terkini Lainnya
PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN
ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

PLN
Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

PLN
Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

PLN
Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

PLN
PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

PLN
PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLN
Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

PLN
Tahun Baru Energi Baru, PLN Tebar Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya lewat Aplikasi PLN Mobile

Tahun Baru Energi Baru, PLN Tebar Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya lewat Aplikasi PLN Mobile

PLN
PLN Siagakan 4.648 Unit SPKLU Selama Nataru, Konsumsi Listrik EV Meningkat 479 Persen

PLN Siagakan 4.648 Unit SPKLU Selama Nataru, Konsumsi Listrik EV Meningkat 479 Persen

PLN
Dukung Percepatan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, PLN Siapkan Infrastruktur Kelistrikan

Dukung Percepatan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, PLN Siapkan Infrastruktur Kelistrikan

PLN
Tarif Listrik Januari–Maret 2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Andal

Tarif Listrik Januari–Maret 2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Andal

PLN
Waspada Cuaca Ekstrem, PLN Siagakan 69.000 Personel Amankan Listrik Nataru 2025/2026

Waspada Cuaca Ekstrem, PLN Siagakan 69.000 Personel Amankan Listrik Nataru 2025/2026

PLN
PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Aceh Pulih, 20 Gardu Induk Kembali Beroperasi

PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Aceh Pulih, 20 Gardu Induk Kembali Beroperasi

PLN
Antisipasi Lonjakan Konsumsi Listrik Nataru 2025/2026, PLN Siapkan Cadangan Daya 7,1 GW

Antisipasi Lonjakan Konsumsi Listrik Nataru 2025/2026, PLN Siapkan Cadangan Daya 7,1 GW

PLN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com