PLN Siap Dukung Transisi Energi Indonesia melalui Pembangkit EBT di COP 29

Kompas.com - 12/11/2024, 19:27 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Direktur Utama (Dirut) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) ( PLN) Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa PLN berkomitmen mendukung upaya pemerintah Indonesia mencapai swasembada energi berkelanjutan dengan menambah kapasitas pembangkit listrik, terutama dari energi baru terbarukan ( EBT).

“Sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional, PLN optimistis Indonesia dapat mencapai target ini melalui transisi ke energi terbarukan dan pengembangan berkelanjutan yang terus menerus,” ucapnya dalam ajang Conference of the Parties (COP) ke-29 di Baku, Azerbaijan, Selasa (12/11/2024).

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, lanjut Darmawan, PLN telah menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk merancang green enabling transmission line atau jalur transmisi energi hijau.

Jalur transmisi sepanjang 70.000 kilometer (km) ini dirancang untuk menyalurkan listrik dari sumber energi terbarukan yang tersebar di wilayah-wilayah terisolir ke pusat-pusat permintaan di perkotaan.

Baca juga: Seres E1 Mobil Listrik Mungil untuk Perkotaan

Dengan adanya transmisi tersebut, PLN berharap dapat mengefektifkan distribusi listrik bersih dari EBT.

Darmawan menambahkan bahwa PLN juga fokus pada peningkatan kapasitas pembangkit listrik yang berasal dari EBT, serta memaksimalkan potensi energi bersih yang ada di Indonesia, seperti tenaga surya, angin, dan hidro.

Selain itu, PLN juga berkomitmen mengembangkan infrastruktur pendukung untuk meningkatkan efisiensi distribusi energi, antara lain melalui pengembangan smart grid (jaringan pintar), sistem kendali pintar, dan penyimpanan energi menggunakan baterai untuk mendukung pemanfaatan energi terbarukan.

Meski demikian, Darmawan menekankan bahwa pencapaian tersebut tidak bisa dilakukan sendirian.

Baca juga: Disaksikan Presiden Prabowo, PLN Perkuat Kolaborasi Swasembada Energi dengan China

PLN, kata dia, sangat mengandalkan kolaborasi dengan mitra lokal dan global, seperti COP 29 untuk merealisasikan transisi energi.

“Diperlukan upaya konkret dari komunitas global, termasuk investasi berkelanjutan, transfer teknologi, dan kebijakan yang mendukung pengembangan energi terbarukan,” tutur Darmawan.

Untuk diketahui, PT PLN menggalang kolaborasi dengan komunitas global dalam ajang COP 29 yang diselenggarakan pada 11-24 November 2024 di Baku, Azerbaijan. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat komitmen Indonesia dalam mencapai transisi energi yang berkelanjutan serta mendukung upaya mitigasi perubahan iklim secara global.

Baca juga: Kesenjangan Pendanaan Adaptasi Iklim Bengkak 187 Miliar Dollar AS Per Tahun

Komitmen Indonesia jalankan program transisi energi

Utusan Khusus Indonesia dalam COP 29, Hashim Djojohadikusumo menyatakan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia berkomitmen penuh untuk menjalankan semua komitmen yang telah dibuat oleh Presiden-Presiden sebelumnya terkait program transisi energi selaras dengan upaya mitigasi perubahan iklim.
DOK. Humas PLN Utusan Khusus Indonesia dalam COP 29, Hashim Djojohadikusumo menyatakan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia berkomitmen penuh untuk menjalankan semua komitmen yang telah dibuat oleh Presiden-Presiden sebelumnya terkait program transisi energi selaras dengan upaya mitigasi perubahan iklim.

Sebelumnya, Utusan Khusus Indonesia untuk COP 29, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan komitmen penuh pemerintah Indonesia untuk menjalankan semua janji yang telah dibuat oleh presiden-presiden sebelumnya terkait transisi energi.

Salah satu program baru yang ditawarkan oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto adalah penambahan pembangkit listrik sebesar 100 gigawatt (GW) dalam 15 tahun ke depan, di mana 75 persen dari pembangkit baru tersebut akan berasal dari EBT. Program ini diperkirakan memerlukan investasi sebesar 235 miliar dollar Amerika Serikat (AS).

"Kami akan terus memenuhi komitmen-komitmen tersebut di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo," ujar Hashim dalam sambutannya saat membuka Paviliun Indonesia di COP 29, Baku, Azerbaijan, Senin (11/11/2024).

Baca juga: Pemadaman Lampu Serentak di Jakarta Diklaim Turunkan 66,49 Ton Emisi Karbon

Selain itu, lanjut dia, Indonesia juga berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon dengan menerapkan teknologi carbon capture and storage (CCS).

Dalam hal tersebut, pemerintah Indonesia menawarkan kerja sama dengan perusahaan internasional serta investor untuk mendanai proyek-proyek ini.

“Indonesia memiliki potensi kapasitas penyimpanan karbon sebesar 500 gigaton yang tersebar di seluruh kepulauan Indonesia, baik di darat maupun lepas pantai,” ujar Hashim.

Pemerintah Indonesia, menurut Hashim, menyambut baik partisipasi internasional dalam mengatasi pemanasan global.

Baca juga: Resor Ski Besar di Perancis Ini Akan Tutup karena Salju Berkurang, Dampak Pemanasan Global

Ia menekankan bahwa dampak dari pemanasan global yang terjadi di Indonesia pada akhirnya juga akan dirasakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

"Kami akan memulai program ini, yang akan memakan waktu bertahun-tahun. Kami tidak bisa melakukannya dalam semalam. Ini membutuhkan pendanaan, teknologi, dan pengetahuan yang mendalam," tutur Hashim.

Pentingnya kerja sama antarnegara

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menambahkan lewat Paviliun Indonesia di COP 29, dirinya optimistis dapat menjadi wadah penting tidak hanya bagi Indonesia tapi seluruh dunia untuk berkolaborasi bersama dan menemukan solusi mitigasi iklim.
DOK. Humas PLN Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menambahkan lewat Paviliun Indonesia di COP 29, dirinya optimistis dapat menjadi wadah penting tidak hanya bagi Indonesia tapi seluruh dunia untuk berkolaborasi bersama dan menemukan solusi mitigasi iklim.

Paviliun Indonesia di COP 29 mengusung tema “Sustainability Stronger Together”, yang menekankan pentingnya kerja sama antarnegara, sektor, dan komunitas global untuk mencapai ambisi mitigasi iklim.

Baca juga: Pertamina Raih Skor Baik dalam Mitigasi Iklim dan Ketahanan Air

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (Menteri LH) Faisol Nurofi, menyatakan optimisme bahwa Paviliun Indonesia dapat menjadi wadah bagi dunia untuk berkolaborasi mencari solusi mitigasi perubahan iklim.

“Tema COP 29 sangat selaras dengan tema kita di Paviliun Indonesia. Konsep ini menekankan keyakinan kita bahwa melalui kerja sama antarnegara, sektor, dan komunitas, kita dapat mencapai ambisi kita dalam menghadapi perubahan iklim,” ucapnya.

Faisol menjelaskan bahwa Paviliun Indonesia di COP 29 memiliki tiga tujuan utama.

Baca juga: Soal Pertemuan Prabowo dan SBY, Demokrat: Bahas Danantara dan Diplomasi Internasional

Pertama, sebagai representasi diplomasi Indonesia dalam memperkuat upaya mitigasi iklim.

Kedua, untuk mempromosikan program mitigasi iklim Indonesia secara komprehensif,” imbuh Faisol.

Ketiga, lanjut dia, untuk mengeksplorasi ide, kemitraan, serta peluang baru guna memperkuat ketahanan iklim, baik bagi Indonesia maupun bagi dunia.

Sementara itu, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, khususnya dalam menjaga kelestarian hutan.

Baca juga: Wakili MHA Punan Batu Benau Sajau Terima Kalpataru, Bupati Bulungan: Mereka Jaga Kelestarian Hutan

Ia mendorong semua pihak untuk berkolaborasi mengatasi masalah kehutanan demi tercapainya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Saya mendorong semua pihak untuk terlibat dalam mengatasi masalah kehutanan kita. Dengan kolaborasi yang jelas dan tujuan yang sejalan, kita bisa melestarikan hutan dan menjadikannya sebagai sumber kemakmuran bagi generasi mendatang,” kata Raja Juli.

Terkini Lainnya
PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN
ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

PLN
Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

PLN
Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

PLN
Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

PLN
PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

PLN
PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLN
Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

PLN
Tahun Baru Energi Baru, PLN Tebar Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya lewat Aplikasi PLN Mobile

Tahun Baru Energi Baru, PLN Tebar Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya lewat Aplikasi PLN Mobile

PLN
PLN Siagakan 4.648 Unit SPKLU Selama Nataru, Konsumsi Listrik EV Meningkat 479 Persen

PLN Siagakan 4.648 Unit SPKLU Selama Nataru, Konsumsi Listrik EV Meningkat 479 Persen

PLN
Dukung Percepatan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, PLN Siapkan Infrastruktur Kelistrikan

Dukung Percepatan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, PLN Siapkan Infrastruktur Kelistrikan

PLN
Tarif Listrik Januari–Maret 2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Andal

Tarif Listrik Januari–Maret 2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Andal

PLN
Waspada Cuaca Ekstrem, PLN Siagakan 69.000 Personel Amankan Listrik Nataru 2025/2026

Waspada Cuaca Ekstrem, PLN Siagakan 69.000 Personel Amankan Listrik Nataru 2025/2026

PLN
PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Aceh Pulih, 20 Gardu Induk Kembali Beroperasi

PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Aceh Pulih, 20 Gardu Induk Kembali Beroperasi

PLN
Antisipasi Lonjakan Konsumsi Listrik Nataru 2025/2026, PLN Siapkan Cadangan Daya 7,1 GW

Antisipasi Lonjakan Konsumsi Listrik Nataru 2025/2026, PLN Siapkan Cadangan Daya 7,1 GW

PLN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com