Angkat Kisah 80 Tahun, KAI dan Kompas.com Libatkan 40 Humas dalam Pelatihan Penulisan

Kompas.com - 04/08/2025, 15:07 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Stasiun menyimpan lebih dari sekadar jalur kereta, ia adalah lembaran sejarah yang hidup. Setiap stasiun memiliki kisah unik yang membentuk identitas PT. Kereta Api Indonesia ( KAI) hari ini, mulai dari bagian sejarah bangsa, arsitektur kuno yang menarik, kisah inspiratif Insan kereta, hingga peran strategis dalam ekonomi dan sosial.

Selama 80 tahun, PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah memainkan peran vital dalam pembangunan bangsa, dan cerita-cerita di baliknya layak untuk diabadikan.

Inilah semangat yang dibawa dalam program Komlab Kompas.com dan KAI mengangkat tema "Stasiun Merangkai Kisah: 80 Tahun KAI Menyulam Sejarah" pada 28-29 Juli 2025 di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta.

Kegiatan diikuti 40 humas dari Daop (daerah operasional),Divre (divisi regional) , hingga anak usaha KAI dari berbagai wilayah Indonesia untuk sebuah tujuan: menjadi pencerita di balik 80 tahun perjalanan Kereta Api Indonesia (KAI) melalui sebuah buku.

Anne Purba, selaku VP Public Relation KAI menyampaikan dalam perjalanan sejarah perkeretaapian di Indonesia, jumlah stasiun terus bertambah hingga kini mencapai 600 stasiun lebih di seluruh Indonesia.

“Selain sejarah, stasiun mencatatkan berbagai kisah dalam perjalanan KAI hingga saat ini. Dengan cerita lebih dari 600 stasiun, ada banyak perubahan-perubahan yang telah dilakukan (KAI),” ungkap Anne.

“Dan cerita-cerita dari stasiun ini holistik, ada kisah humanis. Setelah jadi buku ini legacy (warisan), ini kita bisa digitalkan dan cerita-cerita ini nanti dapat kita terus update tentang KAI masa depan,” jelasnya.

Dia berharap setelah pelatihan ini, kemampuan menulis para humas KAI akan semakin mumpuni dalam meninggalkan jejak-jejak cerita atau berita KAI.

Pemimpin Redaksi Kompas.com, Amir Sodikin melihat pelatihan ini sebagai jembatan untuk mendekatkan KAI kepada masyarakat.

"Melalui kisah-kisah yang personal dan menyentuh, publik akan merasa lebih terhubung dengan KAI. Cerita-cerita ini menjadi jembatan untuk menyampaikan transformasi-transformasi yang telah dilakukan KAI. Ini adalah strategi komunikasi yang paling kuat agar KAI semakin dicintai penggunanya," jelas Amir Sodikin.

Menggali Ide hingga Merangkai Makna

Kompas.com dan PT KAI melalui Program Komlab menggelar pelatihan penulisan bagi 40 humas KAI dari berbagai Daop, Divre, dan anak usaha pada 28-29 Juli 2025 di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta.DOK. KOMPAS.COM Kompas.com dan PT KAI melalui Program Komlab menggelar pelatihan penulisan bagi 40 humas KAI dari berbagai Daop, Divre, dan anak usaha pada 28-29 Juli 2025 di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta.

Program Komlab Kompas.com dan KAI menghadirkan dua narasumber: Wisnu Nugroho (VP Sustainability KG Media) dan Yohanes Enggar (Asst. Manager Content Marketing KG Media).

Wisnu Nugroho atau yang akrab disapa Mas Inu merupakan penulis dan editor buku “Didiek Hartantyo: Masinis yang Menerjang Badai”. Buku yang diluncurkan pada 16 Mei 2025 ini berisi refleksi kepemimpinan Dirut KAI Didiek Hartantyo dalam melewati masa krisis pandemi Covid-19.

Dalam sesi pertama, Mas Inu mengajak humas KAI untuk melihat stasiun tidak hanya sebagai bangunan, melainkan sebagai pusat kehidupan yang merekam jejak sejarah, ekonomi, hingga sosial.

"Tugas kita adalah menggali cerita-cerita itu dari sejarah dan menjadikannya kisah yang hidup," pesan Wisnu.

Sesi berlanjut dengan materi teknis penulisan buku disampaikan Enggar yang menekankan bahwa hasil riset, data, dan wawancara baru menjadi “bahan baku” sementara kemampuan dalam menarasikan akan memberi jiwa dari tulisan tersebut.

"Tulisan yang otentik, yang lahir dari hati, akan selalu menemukan jalannya sendiri menuju hati pembaca,” tambahnya.

Selama dua hari, suasana pelatihan diisi dengan diskusi intens dan sesi berbagi ide dari hasil-hasil tulisan yang telah dibuat sebelumnya oleh para humas KAI.

Mereka juga melakukan kunjungan ke newsroom Kompas.com, melihat secara langsung bagaimana tim redaksi bekerja, dari proses perencanaan konten hingga penyajian berita secara real-time.

Manager Internal Relations, Anwar Solikhin menyampaikan humas KAI mendapatkan ilmu baru dan antusias dalam mengikuti pelatihan. “Harapan kami, teman-teman setelah mendapatkan pelatihan akan lebih baik dalam menjalankan pelayanan dan tugas mereka sebagai humas di KAI,” pungkasnya.

Terkini Lainnya
Tanggapi Isu Penyebaran Data Pelanggan, KAI Group Tegaskan Perlindungan Data Jadi Prioritas

Tanggapi Isu Penyebaran Data Pelanggan, KAI Group Tegaskan Perlindungan Data Jadi Prioritas

Kereta Api Indonesia
Catat Kinerja Positif, KAI Layani 4,17 Juta Pelanggan Selama Nataru 2025/2026

Catat Kinerja Positif, KAI Layani 4,17 Juta Pelanggan Selama Nataru 2025/2026

Kereta Api Indonesia
KAI Group Layani 27 Juta Pelanggan Selama Nataru 2025/2026, Konektivitas Antarmoda Jadi Kunci Kelancaran

KAI Group Layani 27 Juta Pelanggan Selama Nataru 2025/2026, Konektivitas Antarmoda Jadi Kunci Kelancaran

Kereta Api Indonesia
Simpul Emas Pulau Jawa, Cirebon Jadi Motor Penggerak WIsata dan Ekonomi di Libur Nataru 2025/2026

Simpul Emas Pulau Jawa, Cirebon Jadi Motor Penggerak WIsata dan Ekonomi di Libur Nataru 2025/2026

Kereta Api Indonesia
Integrasi Antarmoda di Stasiun Yogyakarta Perkuat Peran KRL pada Libur Nataru 2025

Integrasi Antarmoda di Stasiun Yogyakarta Perkuat Peran KRL pada Libur Nataru 2025

Kereta Api Indonesia
Arus Balik Nataru 2025, KAI Catat Penjualan Tembus 4 Juta Tiket

Arus Balik Nataru 2025, KAI Catat Penjualan Tembus 4 Juta Tiket

Kereta Api Indonesia
Pembangunan Stasiun Jatake Masuk Tahap Finalisasi, Progres Capai 98,56 Persen

Pembangunan Stasiun Jatake Masuk Tahap Finalisasi, Progres Capai 98,56 Persen

Kereta Api Indonesia
Seskab Teddy Dorong KAI Sulap Stasiun Gambir Lebih Modern Sesuai Dinamika Jakarta

Seskab Teddy Dorong KAI Sulap Stasiun Gambir Lebih Modern Sesuai Dinamika Jakarta

Kereta Api Indonesia
Stasiun BNI City Disulap Jadi Ruang Galeri, Kolaborasi KAI-Kemenekraf Hadirkan

Stasiun BNI City Disulap Jadi Ruang Galeri, Kolaborasi KAI-Kemenekraf Hadirkan "Scenic Art Station"

Kereta Api Indonesia
Bersama Pemerintah, KAI 5×24 Jam Nonstop Pulihkan Jalur Terdampak Bencana di Sumatra

Bersama Pemerintah, KAI 5×24 Jam Nonstop Pulihkan Jalur Terdampak Bencana di Sumatra

Kereta Api Indonesia
Dikunjungi 568.000 Lebih Wisatawan Sepanjang 2025, Museum Lawang Sewu Jadi Magnet Wisata Nataru

Dikunjungi 568.000 Lebih Wisatawan Sepanjang 2025, Museum Lawang Sewu Jadi Magnet Wisata Nataru

Kereta Api Indonesia
Sambut Nataru, KAI Percantik Kereta dan Stasiun

Sambut Nataru, KAI Percantik Kereta dan Stasiun

Kereta Api Indonesia
KAI Tutup 193 Perlintasan Sebidang, Tingkatkan Keselamatan Penumpang dan Pengguna Jalan

KAI Tutup 193 Perlintasan Sebidang, Tingkatkan Keselamatan Penumpang dan Pengguna Jalan

Kereta Api Indonesia
KAI Raih MILEA 2025, Bukti SDM Unggul dalam Pengambilan Keputusan Cepat dan Aman

KAI Raih MILEA 2025, Bukti SDM Unggul dalam Pengambilan Keputusan Cepat dan Aman

Kereta Api Indonesia
KAI Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang Terdampak Banjir

KAI Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang Terdampak Banjir

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com