KAI Ajak 129.000 Pelanggan Rayakan HUT Ke-80 RI di Atas Kereta Api

Kompas.com - 17/08/2025, 13:21 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com – Momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia menjadi pengalaman tak terlupakan bagi pelanggan kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengajak 129.000 penumpang untuk merayakan kemerdekaan secara serentak di perjalanan kereta api, Minggu (17/8/2025).

Tepat pukul 10.00 WIB, seluruh penumpang berdiri khidmat menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diperdengarkan melalui pengeras suara kereta. Suasana kebangsaan makin terasa ketika suara klakson lokomotif menggema bersamaan di berbagai perjalanan, menyatukan semangat penumpang dari Sabang hingga Merauke.

“Kami ingin mengajak pelanggan untuk merayakan kemerdekaan bersama-sama di atas kereta api dan stasiun. Perjalanan ini bukan sekadar mobilitas, melainkan pengalaman berkesan yang menghadirkan rasa cinta Tanah Air,” ujar Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, seperti dikutip Kompas.com, Minggu.

Kemeriahan makin lengkap dengan petugas KAI yang mengenakan pakaian adat daerah, pembagian bendera Merah Putih mini, serta minuman ringan bagi pelanggan. Kehadiran ragam budaya di atas kereta menjadi simbol persatuan, sekaligus memperkuat pesan kebhinekaan.

Tak hanya di perjalanan, seluruh pekerja KAI di kantor pusat, daerah operasi, divisi regional, hingga stasiun-stasiun juga menggelar upacara bendera di lokasi masing-masing. Selain itu, perlombaan khas 17 Agustus, mulai dari lomba menarik lokomotif hingga dorong lori, ikut memeriahkan perayaan di lingkungan kerja KAI.

Baca juga: Meriahkan HUT Ke-80 RI, KAI Commuter Hadirkan Livery Baru dan Promo Tarif Spesial

Hingga 17 Agustus 2025 pukul 08.00 WIB, tercatat 129.894 pelanggan menggunakan kereta api jarak jauh di Hari Kemerdekaan.

Sementara untuk periode libur panjang 15–18 Agustus 2025, KAI telah menjual 556.487 tiket atau 82,30 persen dari total 676.170 kursi yang disediakan, dan angka ini masih terus bertambah.

Untuk mengantisipasi lonjakan, KAI menambah 16 perjalanan kereta api khusus pada 17 Agustus.

KAI juga menghadirkan Promo Merdeka, yakni potongan harga 20 persen (cukup membayar 80 persen dari tarif normal) untuk perjalanan tanggal 17 Agustus. Promo berlaku untuk pembelian tiket pada 12–17 Agustus melalui aplikasi Access by KAI dan situs resmi KAI hingga pukul 24.00 WIB.

Rangkaian kegiatan ini sejalan dengan tema HUT ke-80 RI tahun 2025, “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Tema ini mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam membangun bangsa.

Baca juga: Kemesraan Prabowo, Jokowi, dan SBY Dinilai untuk Tunjukan Tak Ada Perbedaan Politik demi Membangun Bangsa

“Melalui semangat kemerdekaan, KAI terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan menjadi bagian penting dalam perjalanan bersejarah masyarakat Indonesia,” tutur Anne.

Terkini Lainnya
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com