KAI Optimalkan BBM Subsidi untuk Dukung Layanan Mudik Lebaran 2025

Kompas.com - 04/04/2025, 13:59 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyatakan akan memanfaatkan kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang telah ditetapkan pemerintah melalui BPH Migas pada 2025 secara optimal, terutama dalam mendukung kelancaran arus mudik Lebaran. 

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan bahwa pemerintah mengalokasikan kuota sebesar 209.809 kiloliter (KL) BBM subsidi pada 2025 untuk operasional kereta api

Angka tersebut naik 13.156 KL atau sekitar 6,7 persen dibandingkan alokasi tahun lalu yang sebesar 196.653 KL.

“Hal tersebut menunjukkan perhatian besar terhadap kelancaran operasional transportasi kereta api di Indonesia, yang memberikan manfaat bagi banyak masyarakat, terutama pada momen mudik Lebaran ini,” ujar Anne dalam siaran pers, Jumat (4/4/2025).

BBM subsidi tersebut akan digunakan untuk berbagai jenis layanan kereta api, baik penumpang maupun barang. 

Baca juga: Mudik Lebaran, Ini 5 Barang yang Wajib Dibawa Selain Pakaian Ganti

Menurut Anne, peningkatan kuota tersebut mencerminkan kepercayaan pemerintah terhadap moda transportasi kereta api yang efisien dan ramah lingkungan. 

KAI pun berkomitmen mengelola subsidi BBM tersebut berdasarkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG), demi memastikan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pendistribusian BBM.

Jutaan kursi tersedia untuk pemudik

Dalam menyambut masa angkutan Lebaran 1446 H/2025, KAI telah menyiapkan total kapasitas sebanyak 4.591.510 tempat duduk untuk periode perjalanan 21 Maret hingga 11 April 2025. 

Dari jumlah tersebut, sekitar 2.752.310 tempat duduk atau 59,94 persen dialokasikan untuk layanan kereta ekonomi dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Penyediaan kapasitas ini merupakan bentuk komitmen KAI dalam mendukung mobilitas masyarakat selama momen Lebaran, dengan tetap mengedepankan keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan perjalanan,” lanjut Anne.

Baca juga: Berapa Saldo Uang Elektronik untuk Perjalanan Balik Tol Semarang-Jakarta?

Tingginya respons masyarakat tercermin dari tingkat okupansi yang tinggi. 

Hingga 4 April 2025 pukul 07.00 WIB, dari total 530.768 kursi Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ) public service obligation (PSO) telah terjual sebanyak 802.886 tiket, menghasilkan tingkat okupansi sebesar 151,27 persen. 

Okupansi yang melebihi 100 persen ini dimungkinkan karena sistem penumpang dinamis, di mana penumpang naik dan turun di berbagai stasiun antara titik keberangkatan dan tujuan akhir.

Secara keseluruhan, hingga 4 April pukul 07.00 WIB, sebanyak 4.003.411 tiket telah terjual atau setara dengan 87 persen dari total kapasitas tersedia. 

Dari jumlah tersebut, KA JJ menyumbang 3.431.436 tiket dengan okupansi 100 persen, sementara KA Lokal mencatatkan 571.975 tiket atau 50 persen dari kapasitas.

Baca juga: KA Lokal Merak Kembali Layani Perjalanan hingga Stasiun Merak

Lonjakan penumpang jelang arus balik

Dari data akumulasi sejak 21 Maret hingga 3 April 2025 pukul 24.00 WIB, sebanyak 2.829.610 orang telah menggunakan layanan kereta api KAI. 

Lonjakan penumpang terus terjadi menjelang arus balik. Pada 1 April, tercatat 252.898 penumpang dalam sehari, terdiri dari 205.725 penumpang KA Jarak Jauh dan 47.173 KA Lokal. 

Angka tersebut meningkat pada 2 April menjadi 274.186 penumpang, dan 3 April tercatat 274.068 penumpang.

Sementara itu, untuk Jumat (4/4/2025) hingga pukul 07.00 WIB, sebanyak 227.112 orang diperkirakan akan bepergian menggunakan kereta api, dengan rincian 193.303 penumpang KA Jarak Jauh dan 33.809 penumpang KA Lokal. 

Jika tren tersebut berlanjut, jumlah penumpang harian dari 1 hingga 5 April diprediksi melampaui puncak arus mudik yang terjadi pada 28 Maret lalu dengan jumlah 215.564 penumpang.

Baca juga: Strategi KAI Commuter Hadapi Peningkatan Penumpang, Termasuk Arus Mudik Lebaran 2025

“KAI memperkirakan puncak arus balik akan terjadi pada 6 April 2025 (H+5) dengan jumlah penumpang mencapai 267.613 orang,” ungkap Anne.

Oleh karena itu, lanjut dia, KAI mengimbau masyarakat yang belum memiliki tiket untuk segera melakukan pemesanan agar mendapatkan jadwal perjalanan yang sesuai.

Dengan meningkatnya alokasi BBM subsidi pada 2025, KAI semakin kokoh sebagai penyedia transportasi publik yang terjangkau dan andal. 

“Tarif kereta api yang lebih murah, salah satunya berkat dukungan BBM subsidi, memungkinkan lebih banyak pelanggan menikmati perjalanan mudik yang nyaman dan efisien tanpa terbebani biaya tinggi,” tutur Anne.

Terkini Lainnya
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com