KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia ( KAI) terus mempercepat penyelesaian perbaikan jalur rel yang terkena dampak bencana di dua lokasi berbeda.
Lokasi pertama adalah jalur KM 50+3 antara Stasiun Plabuan dan Stasiun Krengseng di Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang yang terkena banjir.
Lokasi kedua berada di KM 283+¾ antara Stasiun Ciamis dan Stasiun Manonjaya di Daop 2 Bandung yang terdampak longsor.
KAI mengerahkan ratusan personel untuk melakukan upaya perbaikan pada kedua jalur rel tersebut.
Proses percepatan perbaikan didukung dengan kehadiran Posko Prasarana Alat Material Untuk Siaga (AMUS) yang menempatkan personel unit jalan rel, material prasarana, dan mesin pendukung di lokasi.
Berkat kerja keras dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, jalur rel di KM 50+3 sudah dapat dilalui di salah satu jalur relnya dengan kecepatan terbatas 5 kilometer per jam.
Baca juga: Lonjakan Okupansi hingga 136,13 Persen, KA Ekonomi KAI Jadi Primadona Mudik Lebaran 2025
Untuk mempercepat pemulihan jalur, KAI Daop 4 Semarang tidak hanya mengerahkan ratusan petugas tanggap darurat, tetapi juga menyiapkan material berupa batu kricak dan pasir batu yang dikemas dalam karung untuk menstabilkan jalur terdampak.
Namun, langkah itu berdampak pada perjalanan KA 196 (KA Kamandaka) dan KA 215 (KA Kaligung) yang mengalami keterlambatan sementara.
Kemudian, petugas di KM 283+¾ antara Stasiun Ciamis dan Stasiun Manonjaya, KAI Daop 2 Bandung terus melakukan upaya perbaikan jalur rel yang terdampak.
Dengan mengerahkan ratusan personel jalan rel Daop 2 Bandung, proses normalisasi jalur saat ini masih berlangsung untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan KA di jalur tersebut.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan, sebagai langkah antisipasi dan pelayanan kepada pelanggan, KAI Daop 2 telah menyiapkan beberapa skenario operasi perjalanan KA.
Skenario yang disiapkan adalah dengan melakukan perpindahan penumpang KA Pangandaran di Stasiun Manonjaya, Stasiun Ciamis, dan Stasiun Banjar.
Kemudian, KA Serayu di Stasiun Tasikmalaya dan Stasiun Ciamis dengan moda transportasi bus.
“Skenario selanjutnya adalah dengan melakukan pola operasi memutar untuk KA Turangga relasi Bandung—Surabaya Gubeng dan KA Malabar relasi Bandung—Malang yang melewati lintas Bandung—Cikampek—Cirebon,“ ujar Anne dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (29/3/2025).
Anne menambahkan, para pelanggan yang tidak berkenan berangkat dapat melakukan pembatalan tiket hingga H+7. Tiket akan dikembalikan 100 persen sesuai dengan harga tiket yang tertera.
Baca juga: Daftar Tiket Kereta Mudik Murah KAI Mulai Rp 10.000
Sementara itu, penumpang yang ingin melakukan pembatalan tiket dapat melakukannya melalui loket stasiun terdekat atau aplikasi Access by KAI.
Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Contact Center KAI 121, situs resmi KAI, serta akun media sosial resmi KAI.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan akibat gangguan ini. KAI berkomitmen untuk memberikan solusi terbaik agar perjalanan tetap dapat berlangsung dengan aman dan nyaman,” kata Anne.