Malam Pergantian Tahun Baru, LRT Jabodebek dan Sumsel hingga Commuter Line Catat Lonjakan Penumpang

Kompas.com - 04/01/2025, 15:44 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Group mencatatkan pencapaian luar biasa selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025, dengan lonjakan signifikan pada jumlah penumpang. 

Khususnya pada malam pergantian tahun, Selasa (31/12/2024) hingga Rabu (1/1/2025), tiga moda transportasi utama yang dikelola oleh KAI Group, LRT Jabodebek, Commuter Line, dan LRT Sumsel, mencatatkan rekor jumlah penumpang tertinggi.

LRT Jabodebek tercatat melayani 156.490 penumpang pada Selasa (31/12/2024) hingga Rabu (1/1/2025). 

Sementara itu, Commuter Line juga mengalami lonjakan signifikan dengan melayani 2.317.989 penumpang selama periode yang sama. 

Baca juga: KRL Commuter Line Akan Beroperasi 24 Jam pada Malam Tahun Baru 2025

LRT Sumsel, yang menghubungkan wilayah Sumatera Selatan (Sumsel), melayani 59.398 penumpang. Capaian ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memilih transportasi massal sebagai solusi efisien dan bebas macet untuk mobilitas selama musim liburan.

Menurut Vice President (VP) Public Relations KAI Anne Purba lonjakan jumlah penumpang tersebut adalah cerminan tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi massal yang aman dan efisien di kawasan Jabodebek dan Sumsel. 

"Salah satu faktor utama yang mendukung lonjakan jumlah penumpang adalah penambahan jam operasional selama malam pergantian tahun,” ucapnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (4/1/2025).

Baca juga: Pengusaha Kopi di Bandung Jadi Korban Penganiayaan OTK pada Malam Pergantian Tahun

KAI Group bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memperpanjang jam operasional ketiga moda transportasi utama tersebut hingga 24 jam. 

Langkah tersebut bertujuan untuk memberikan aksesibilitas dan kenyamanan bagi masyarakat yang membutuhkan sarana transportasi di tengah malam untuk merayakan pergantian tahun.

"Penambahan jam operasional selama malam pergantian tahun merupakan upaya KAI Group untuk memberikan kenyamanan kepada para pengguna yang merayakan Tahun Baru. Kami ingin memastikan akses transportasi tetap lancar dan aman," jelas Anne.

Peningkatan penumpang di semua moda transportasi

Selama periode libur Nataru 2024/2025, mulai dari Kamis (19/12/2024) hingga Sabtu (4/1/2025), KAI Group berhasil melayani total 22.924.407 penumpang di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Pencapaian tersebut mencakup layanan dari berbagai moda transportasi, antara lain KAI Induk dengan 3.295.888 penumpang, KA Makassar-Parepare sebanyak 10.445 penumpang, LRT Sumsel yang melayani 279.400 penumpang, dan KAI Commuter dengan 17.418.341 penumpang.

Kemudian, KAI Bandara yang mencatatkan 343.205 penumpang, KAI Wisata sebanyak 12.189 penumpang, KCIC dengan 331.854 penumpang, serta LRT Jabodebek yang melayani 1.067.530 penumpang.

"Angka tersebut menjadi gambaran bahwa kereta api kini semakin aman, nyaman, dan terintegrasi, mendukung mobilitas masyarakat sepanjang masa liburan,” ucap Anne. 

Baca juga: Peringati Hari Bhakti Ke-79, Wagub Kalteng: Pembangunan Infrastruktur untuk Mobilitas Masyarakat

Dari Kamis (19/12/2024) hingga Sabtu (4/1/2025), penjualan tiket untuk KA Jarak Jauh (KA JJ) dan KA Lokal mencapai total 3.600.905 tiket.

Adapun rinciannya, terdapat 2.924.767 tiket untuk KA Jarak Jauh, yang melampaui kapasitas yang disediakan sebanyak 106 persen, dan 676.138 tiket untuk KA Lokal atau sekitar 84 persen dari kapasitas yang tersedia.

“KAI Group terus berupaya meningkatkan integrasi antarmoda transportasi untuk mendorong lonjakan pengguna. Misalnya, integrasi LRT Jabodebek dengan moda transportasi lain seperti Commuter Line, MRT Jakarta, KA Bandara, Transjakarta, dan layanan kereta cepat Whoosh, memberikan kemudahan dan efisiensi bagi pengguna dalam merencanakan perjalanan,” ujar Anne.

Selain itu, lanjut dia, KAI Group juga berfokus pada peningkatan kualitas layanan, dengan perhatian pada kenyamanan, ketepatan waktu, dan penerapan inovasi teknologi untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

Baca juga: Manggarai dan Sudirman Terlalu Ramai, Pengguna KRL Tak Setuju Stasiun Karet Ditutup

Anne mengungkapkan bahwa KAI juga berkomitmen untuk mengurangi dampak lingkungan, dengan berbagai inisiatif, seperti penyediaan water station di stasiun, penerapan teknologi face recognition, dan penggunaan alat makan berbahan kayu (wooden cutlery) dalam layanan makan di atas kereta.

“Kami juga meluncurkan fitur Carbon Footprint di aplikasi Access by KAI pada Senin (23/12/2024) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memilih transportasi yang ramah lingkungan,” tuturnya.

Langkah-langkah tersebut, lanjut Anne, dilakukan untuk menciptakan solusi ekosistem transportasi terbaik di Indonesia, mendukung mobilitas yang efisien, aman, dan ramah lingkungan bagi seluruh masyarakat.

Terkini Lainnya
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com