Bulog Serap 1,3 Juta Ton Beras pada April 2025, Mentan Amran: Terima Kasih Petani dan Bulog

Kompas.com - 30/04/2025, 18:56 WIB
Dwinh,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Perum Bulog berhasil menyerap 1,3 juta ton beras sepanjang April 2025 atau melampaui rata-rata serapan tahunan dalam tujuh tahun terakhir yang hanya sekitar 1,2 juta ton. 

Capaian tersebut mengantarkan Bulog mencetak rekor nasional hanya dalam waktu satu bulan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengucapkan terima kasih kepada para petani, penyuluh pertanian, jajaran Bulog, aparat keamanan, dan semua pihak yang terlibat. 

Menurutnya, capaian tersebut merupakan buah dari kerja kolektif dan koordinasi nasional yang solid.

"Terima kasih untuk seluruh petani, penyuluh, Bulog, pangdam, kapolda, hingga kapolres. Karena kerja keras kalian semua, hilal swasembada pangan sudah tampak. Insyaallah, Indonesia akan mencapainya dalam waktu dekat," ungkap Amran melalui siaran persnya, Rabu (30/4/2025).

Baca juga: Surplus Beras, Wamentan: Indonesia Siap Berkontribusi Bangun Ketahanan Pangan Global

Ia menyebut pencapaian itu sebagai tonggak penting dalam sejarah ketahanan pangan Indonesia. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga April 2025 produksi gabah nasional mencapai 13,9 juta ton. 

Selain itu, Bulog telah menyewa gudang tambahan untuk menampung 1,15 juta ton beras, menyusul serapan harian yang menyentuh angka 51.530 ton per hari. 

Total stok beras nasional di gudang Bulog kini mencapai 3.256.428 ton.

“Ini adalah stok tertinggi dalam 23 tahun terakhir, bahkan mungkin tertinggi sejak Indonesia merdeka. Dan lonjakan produksi ini juga diakui BPS, bukan klaim sepihak,” ucap Amran.

Baca juga: [KLARIFIKASI] BPS Luruskan Narasi Pengeluaran Rp 20.000 Sehari

Apresiasi arahan Presiden Prabowo

Ia juga memberikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas kepemimpinan dan arah kebijakan yang visioner.

Amran menyebut Presiden Prabowo telah membuka jalan menuju swasembada pangan lewat langkah-langkah konkret, seperti kenaikan kuota pupuk sebanyak 100 persen, reformasi distribusi pupuk, dan penyesuaian harga gabah menjadi Rp 6.500 per kg.

“Kebijakan ini bukan hanya respons taktis terhadap krisis global, tetapi juga strategi jangka panjang untuk membangun kedaulatan pangan berbasis kekuatan dalam negeri,” jelas Amran.

Ia menyebut Presiden Prabowo sebagai sosok yang visioner karena dinilai mampu melihat peluang masa depan dengan jeli. 

Baca juga: Prasetyo Hadi Ungkap Peluang Prabowo Tak Setujui Hasan Nasbi Mundur

“Strategi beliau membuka harapan besar untuk stabilitas harga, penguatan cadangan pangan, dan peningkatan kesejahteraan petani di tengah tantangan iklim serta tekanan pasar global,” ujar Amran.

Terkini Lainnya
Jaga Kualitas Beras, Bulog Ajak Media Tinjau Perawatan di Gudang Sunter

Jaga Kualitas Beras, Bulog Ajak Media Tinjau Perawatan di Gudang Sunter

BULOG
Bulog Catat Rekor MURI Gerakan Pangan Murah Serentak di 4.337 Titik

Bulog Catat Rekor MURI Gerakan Pangan Murah Serentak di 4.337 Titik

BULOG
Jelang HUT RI, Bulog Stabilkan Harga Beras di Seluruh Indonesia lewat SPHP

Jelang HUT RI, Bulog Stabilkan Harga Beras di Seluruh Indonesia lewat SPHP

BULOG
Atasi Masalah Stunting, Program Bulog Peduli Gizi Sasar Balita di Desa Karangdawa

Atasi Masalah Stunting, Program Bulog Peduli Gizi Sasar Balita di Desa Karangdawa

BULOG
Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Bulog Jalin Kerja Sama dengan Koperasi Merah Putih

Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Bulog Jalin Kerja Sama dengan Koperasi Merah Putih

BULOG
Wamentan Sudaryono Bongkar Strategi Bulog Ubah Sejarah Ketahanan Pangan RI

Wamentan Sudaryono Bongkar Strategi Bulog Ubah Sejarah Ketahanan Pangan RI

BULOG
Bulog Jatim Catat Serapan Beras Tertinggi Nasional, Tembus 500.000 Ton

Bulog Jatim Catat Serapan Beras Tertinggi Nasional, Tembus 500.000 Ton

BULOG
Serapan Gabah Kering di Karawang Lebih dari 95.000 Ton, Bulog: Ini Kebahagiaan Para Petani

Serapan Gabah Kering di Karawang Lebih dari 95.000 Ton, Bulog: Ini Kebahagiaan Para Petani

BULOG
Stok CBP Capai 3,7 Juta Ton, Wamentan Pastikan Bulog Bisa Jaga Kualitas Beras

Stok CBP Capai 3,7 Juta Ton, Wamentan Pastikan Bulog Bisa Jaga Kualitas Beras

BULOG
HUT Ke-58, Bulog Bagikan 144 Paket Bansos untuk Anak Yatim Piatu dan Tahfiz Al Quran

HUT Ke-58, Bulog Bagikan 144 Paket Bansos untuk Anak Yatim Piatu dan Tahfiz Al Quran

BULOG
Cadangan Beras Pemerintah 3,5 Juta Ton, Rektor IPB Apresiasi Serapan Gabah Bulog

Cadangan Beras Pemerintah 3,5 Juta Ton, Rektor IPB Apresiasi Serapan Gabah Bulog

BULOG
Peneliti UI: Bulog Berperan Strategis dalam Wujudkan Swasembada Pangan

Peneliti UI: Bulog Berperan Strategis dalam Wujudkan Swasembada Pangan

BULOG
Pakar Pangan: Serapan Gabah dan Beras Bulog Adalah Kado bagi Bangsa Indonesia

Pakar Pangan: Serapan Gabah dan Beras Bulog Adalah Kado bagi Bangsa Indonesia

BULOG
Serapan Awal Mei Tembus 2 Juta Ton Setara Beras, Stok Bulog Lampaui 3,6 Juta Ton

Serapan Awal Mei Tembus 2 Juta Ton Setara Beras, Stok Bulog Lampaui 3,6 Juta Ton

BULOG
Kejar Target Swasembada, Wamentan Sudaryono Kunjungi Pusat Riset Pertanian Terbaik Dunia

Kejar Target Swasembada, Wamentan Sudaryono Kunjungi Pusat Riset Pertanian Terbaik Dunia

BULOG
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com