Waskita Karya Bersama Danantara Serahkan 600 Huntara ke Pemkab Aceh Tamiang

Kompas.com - 10/01/2026, 14:26 WIB
Tsabita Naja,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama Danantara melakukan serah terima 600 hunian sementara ( huntara) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang, secara simbolis di Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Penyerahan tersebut menandakan bahwa perseroan telah menyelesaikan pembangunan huntara sesuai target.

Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Managing Director Hubungan Antarlembaga Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rohan Hafas, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya, serta Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi.

Selain itu, hadir pula Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho di lokasi dengan didampingi Direktur Operasi I Waskita Karya Ari Asmoko.

Baca juga: Mengintip Huntara di Aceh, Estetik dan Lapang, Jauh dari Kesan Darurat

Managing Director Hubungan Antarlembaga BPI Danantara Rohan Hafas mengatakan bahwa penyerahan huntara merupakan bagian dari komitmen Danantara Indonesia untuk menghadirkan hunian sementara yang layak dan aman.

Hunian tersebut juga ditujukan untuk mendukung pemulihan layanan dasar bagi warga terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh.

“Pemulihan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi bergerak pada bagaimana hunian benar-benar memberi ruang bagi keluarga untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari,” ujar Rohan dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (10/1/2026).

Kolaborasi antara Danantara dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya mendapat apresiasi dari pemerintah. Wamendagri Bima Arya menilai, sinergi ini menjadi contoh luar biasa yang dapat menginspirasi wilayah lain.

Baca juga: Dananatara Serahkan 600 Huntara Korban Banjir Ke Pemkab Aceh Tamiang

Sementara itu, di sela kegiatan serah terima, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi mengucapkan terima kasih atas percepatan pembangunan huntara. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah huntara ini menjadi hunian pertama yang mereka terima sejak bencana melanda.

“Kami akan distribusikan bertahap mulai 100 unit agar adaptasi berjalan mulus,” kata Armia.

Ia menyampaikan, ratusan keluarga dari Desa Sukajadi siap menempati sejumlah hunian yang sudah selesai dibangun pada tahap pertama. Daftar nama mereka juga telah ditempelkan di pintu setiap unit huntara.

Percepatan pembangunan

Potret 600 unit huntara yang telah rampung dibangun oleh Waskita Karya di Aceh Tamiang, Aceh.Dok. Waskita Karya Potret 600 unit huntara yang telah rampung dibangun oleh Waskita Karya di Aceh Tamiang, Aceh.

Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho mengatakan bahwa pembangunan huntara di Aceh Tamiang merupakan wujud kolaborasi Danantara, pemerintah, dan BUMN Karya dalam membantu pemulihan usai bencana yang terjadi beberapa waktu lalu.

Pria yang akrab disapa Oho itu menuturkan, pengerjaan huntara dipercepat agar dapat segera digunakan oleh masyarakat terdampak.

“Pembangunan huntara terus dilakukan selama 24 jam tanpa kenal lelah demi memulihkan kembali daerah Aceh. Dalam waktu enam hari, Waskita berhasil menyelesaikan puluhan rumah hunian,” jelas Oho.

Upaya tersebut, lanjut dia, membuktikan gerak cepat Waskita Karya sebagai garda terdepan dalam membantu saudara se-Tanah Air yang terdampak bencana.

Baca juga: Dalam 6 Hari, Waskita Karya Sudah Rampungkan 30 Huntara di Aceh Tamiang

Selain mengerjakan bangunan hunian berukuran 4,5 x 4,5 meter (m), Waskita Karya juga membangun unit fasilitas mandi cuci kakus (MCK), sistem pengolahan air limbah atau sewage treatment plant (STP), musala berukuran 9 x 13,5 m, dan tempat wudu seluas 6,6 × 13 m.

Kawasan huntara juga dilengkapi dapur umum seluas 8 x 19 m, bangunan toren, drainase precast, serta mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP).

“Meski ini hunian sementara, namun Waskita tetap memperhatikan standar kelayakan dan kualitas bangunan. Huntara dibangun untuk memenuhi kebutuhan hunian darurat yang aman, dengan struktur kokoh serta utilitas dasar yang dirancang berfungsi saat ditempati," kata Oho.

Waskita Karya berharap, warga yang menempati huntara merasa nyaman dan dapat mulai menjalani aktivitas sehari-hari seperti sedia kala.

Baca juga: 24 Huntara Korban Banjir Mulai Dibangun di Aceh Timur

Tim Waskita Karya di Aceh Tamiang, Aceh.Dok. Waskita Karya Tim Waskita Karya di Aceh Tamiang, Aceh.

Lebih lanjut, Oho menyampaikan bahwa perseroan juga membangun jalan pedestrian dan jalan akses di kawasan huntara. Tujuannya agar konektivitas masyarakat dan distribusi logistik dapat berjalan lancar.

Oho menegaskan, Waskita Karya terus berkomitmen mengawal pemulihan kawasan terdampak bencana, khususnya Aceh Tamiang, melalui penguatan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat, daerah, serta seluruh stakeholder, untuk membangkitkan wilayah tersebut.

Kini, Waskita juga tengah mengerjakan huntara di Aceh Utara mencakup wilayah Simpang Tiga, Tanjong Dalam Selatan, serta Leubok Meuku.

Rencananya, sebanyak 314 unit rumah akan dibangun untuk menyediakan tempat tinggal layak bagi masyarakat pada masa darurat usai bencana.

Baca juga: Tiga Menteri Temui Korban Banjir di Aceh Utara, Janji Perbaiki Tambak 10.000 Hektar

“Kami terus berdoa agar seluruh warga yang terkena bencana bisa segera pulih dan menata hidupnya kembali. Duka ini bukan hanya milik Aceh atau Sumatera, tapi dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ucap Oho.

Terkini Lainnya
Waskita Karya Bersama Danantara Serahkan 600 Huntara ke Pemkab Aceh Tamiang

Waskita Karya Bersama Danantara Serahkan 600 Huntara ke Pemkab Aceh Tamiang

Waskita Karya
Bukti Transparansi, Waskita Karya Raih Predikat Informatif dari Komisi Informasi Pusat

Bukti Transparansi, Waskita Karya Raih Predikat Informatif dari Komisi Informasi Pusat

Waskita Karya
Waskita Karya Rampungkan Transaksi Divestasi Saham Jalan Tol Cimanggis-Cibitung Senilai Rp 3,28 Triliun

Waskita Karya Rampungkan Transaksi Divestasi Saham Jalan Tol Cimanggis-Cibitung Senilai Rp 3,28 Triliun

Waskita Karya
Implementasi GCG Baik, Waskita Karya Kembali Masuk Top 50 Emiten di The 16th IICD CG Award 2025

Implementasi GCG Baik, Waskita Karya Kembali Masuk Top 50 Emiten di The 16th IICD CG Award 2025

Waskita Karya
Wujud Nyata Implementasi Tata Kelola Baik, Waskita Karya Raih Top GRC Awards 2025 Stars 5

Wujud Nyata Implementasi Tata Kelola Baik, Waskita Karya Raih Top GRC Awards 2025 Stars 5

Waskita Karya
Berkomitmen Jaga Kepercayaan Publik, Waskita Karya Raih Public Relation Popular Companies Award 2025

Berkomitmen Jaga Kepercayaan Publik, Waskita Karya Raih Public Relation Popular Companies Award 2025

Waskita Karya
Waskita Karya Catat Kenaikan Laba Bruto 14,4 Persen di Kuartal II-2025, Efisiensi dan Restrukturisasi Jadi Kunci

Waskita Karya Catat Kenaikan Laba Bruto 14,4 Persen di Kuartal II-2025, Efisiensi dan Restrukturisasi Jadi Kunci

Waskita Karya
Konsisten Jalankan Program Keberlanjutan, Waskita Karya Raih 2 Penghargaan di TJSL & CSR Award 2025

Konsisten Jalankan Program Keberlanjutan, Waskita Karya Raih 2 Penghargaan di TJSL & CSR Award 2025

Waskita Karya
Perkuat Penanganan Masalah Hukum, Waskita Karya Teken Kerja Sama dengan Kejati DIY

Perkuat Penanganan Masalah Hukum, Waskita Karya Teken Kerja Sama dengan Kejati DIY

Waskita Karya
Waskita Karya Bangun Kolaborasi Global di ICI 2025, Kenalkan Infrastruktur Karya Anak Bangsa

Waskita Karya Bangun Kolaborasi Global di ICI 2025, Kenalkan Infrastruktur Karya Anak Bangsa

Waskita Karya
Libur Panjang Idul Adha, Pengunjung Hotel Milik Waskita Karya Realty Naik Signifikan

Libur Panjang Idul Adha, Pengunjung Hotel Milik Waskita Karya Realty Naik Signifikan

Waskita Karya
Waskita Karya Tata Ulang Benteng Pendem Ambarawa, dari Penjara Kolonial Jadi Destinasi Wisata

Waskita Karya Tata Ulang Benteng Pendem Ambarawa, dari Penjara Kolonial Jadi Destinasi Wisata

Waskita Karya
Wapres Gibran Kunjungi Proyek Kantor Kemenko 3 IKN, Waskita Karya Pastikan Pembangunan Sudah Rampung

Wapres Gibran Kunjungi Proyek Kantor Kemenko 3 IKN, Waskita Karya Pastikan Pembangunan Sudah Rampung

Waskita Karya
Gelar RUPST 2025, Utang Waskita Karya Turun Rp 14,7 Triliun pada 2024

Gelar RUPST 2025, Utang Waskita Karya Turun Rp 14,7 Triliun pada 2024

Waskita Karya
Menkes Budi Gunadi Sadikin Lakukan Groundbreaking, Waskita Karya Mulai Garap RSUD Kubu Raya

Menkes Budi Gunadi Sadikin Lakukan Groundbreaking, Waskita Karya Mulai Garap RSUD Kubu Raya

Waskita Karya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com