Jelang Malam Nuzulul Quran, Mataf Masjidil Haram Garapan Waskita Karya Siap Tampung 105.000 Jemaah

Kompas.com - 06/03/2026, 17:44 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Memasuki malam Nuzulul Quran, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan. Biasanya, jemaah berbondong-bondong datang ke masjid tidak hanya untuk menunaikan shalat, tetapi juga menghidupkan malam dengan membaca Al Quran.

Seperti diketahui, Nuzulul Quran merupakan peristiwa turunnya wahyu pertama Al Quran kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Peristiwa tersebut diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan.

Setiap tahunnya, momen Nuzulul Quran menjadi waktu istimewa di Masjidil Haram, Arab Saudi, khususnya di area mataf atau tempat tawaf yang mengelilingi Kabah.

Jutaan jemaah memadati kawasan tersebut untuk meningkatkan ibadah, mulai dari tawaf, shalat sunah, iktikaf, hingga khataman Al Quran.

Baca juga: 4 Amalan Malam Nuzulul Quran yang Dianjurkan untuk Umat Muslim

Setelah direnovasi oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk pada 2013, area mataf di Masjidil Haram kini mampu menampung lebih banyak jemaah sehingga aktivitas ibadah dapat berlangsung lebih tenang dan nyaman.

“Sebelumnya, mataf hanya bisa menampung 48.000 jemaah, tetapi sekarang dapat memuat hingga lebih dari 105.000 jemaah," ujar Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (6/3/2026).

Ia mengungkapkan bahwa Waskita Karya merasa bangga sekaligus bahagia dapat mendukung lebih banyak jemaah dari seluruh dunia untuk beribadah, khususnya di malam Nuzulul Quran.

Ermy menjelaskan, Waskita Karya melakukan penambahan jumlah lantai di area Masjidil Haram dari tiga tingkat menjadi sembilan tingkat. Selain itu, perusahaan juga mengerjakan desain mock-up mataf serta fabrikasi besi untuk mendukung perluasan area tersebut.

Baca juga: Rahasia Lantai Tawaf di Masjidil Haram Tetap Dingin saat Cuaca Panas

Dalam pengerjaan proyek tersebut, kata Ermy, perseroan menggunakan metode formwork slab dan cantilever beam. Metode ini berfungsi sebagai cetakan sementara untuk membentuk struktur beton sesuai desain, sehingga pengerjaan dapat dilakukan lebih presisi sekaligus menghemat waktu dan biaya.

Sementara itu, pada bekisting atau cetakan sementara dinding balok menggunakan panel baju, lalu bagian bawahnya memakai triplek dan peri kayu.

“Bagi Waskita, memperluas mataf Masjidil Haram bukan sekadar mengerjakan proyek, tetapi wujud komitmen kami dalam menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi dunia internasional. Apalagi, Masjidil Haram merupakan tempat suci dan spiritual yang selalu menjadi tujuan masyarakat dunia," kata Ermy.

Baca juga: Jejak Sejarah Perluasan Masjidil Haram dari Masa ke Masa

Ke depan, lanjut dia, Waskita Karya berharap dapat mengerjakan lebih banyak proyek di luar negeri untuk memperkuat posisinya sebagai perusahaan kontraktor berpengalaman yang telah lebih dari 65 tahun membangun berbagai proyek infrastruktur.

Sebagai informasi, pengerjaan mataf merupakan bagian dari proyek King Abdullah Makkah Extension (KAME).

Selain menggarap proyek senilai 59 juta riyal Saudi tersebut, Waskita Karya juga dipercaya membangun King Saud Fitness College pada 2011 dan King Saud University of Riyadh Techno Valley & Building Administration College di Riyadh pada 2009.

Nilai kontrak masing-masing proyek tersebut mencapai 16 juta riyal Saudi dan 50 juta riyal Saudi.

Pada 2010-2012, Waskita Karya juga membangun King Abdullah Financial District (KAFD), kawasan pusat keuangan di Arab Saudi seluas 61,2 meter persegi (m²) dengan total 31 lantai.

Baca juga: Pemerintah Diminta Jamin Keselamatan Jemaah Umrah Asal Indonesia di Arab Saudi

Terkini Lainnya
Progres LRT Jakarta Fase 1B Capai 91,86 Persen, Waskita Karya Percepat Pembangunan

Progres LRT Jakarta Fase 1B Capai 91,86 Persen, Waskita Karya Percepat Pembangunan

Waskita Karya
Sesuai Arahan BP BUMN Bersama Danantara, Waskita Karya Siap Percepat Transformasi dan Restrukturisasi

Sesuai Arahan BP BUMN Bersama Danantara, Waskita Karya Siap Percepat Transformasi dan Restrukturisasi

Waskita Karya
Menteri Dody: Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Surabaya yang Dikerjakan Waskita Karya Progresnya Baik

Menteri Dody: Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Surabaya yang Dikerjakan Waskita Karya Progresnya Baik

Waskita Karya
Konsisten Lakukan Penyehatan Keuangan, Waskita Karya Catat Nilai Kontrak Baru Rp 12,52 Triliun Sepanjang 2025

Konsisten Lakukan Penyehatan Keuangan, Waskita Karya Catat Nilai Kontrak Baru Rp 12,52 Triliun Sepanjang 2025

Waskita Karya
Gelar Shalat Idul Fitri, 5 Masjid Garapan Waskita Karya Siap Sambut Ratusan Ribu Jemaah

Gelar Shalat Idul Fitri, 5 Masjid Garapan Waskita Karya Siap Sambut Ratusan Ribu Jemaah

Waskita Karya
Waskita Karya Kembali Gelar Mudik Bersama BUMN, Ratusan Pemudik Diberangkatkan dari Jakarta

Waskita Karya Kembali Gelar Mudik Bersama BUMN, Ratusan Pemudik Diberangkatkan dari Jakarta

Waskita Karya
Waskita Toll Road Pastikan Tol Pemalang–Batang Siap Dukung Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Waskita Toll Road Pastikan Tol Pemalang–Batang Siap Dukung Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Waskita Karya
Jelang Malam Nuzulul Quran, Mataf Masjidil Haram Garapan Waskita Karya Siap Tampung 105.000 Jemaah

Jelang Malam Nuzulul Quran, Mataf Masjidil Haram Garapan Waskita Karya Siap Tampung 105.000 Jemaah

Waskita Karya
Waskita Karya dan Kementerian PU Rampungkan Puluhan Huntara di Aceh Utara, Sudah Mulai Ditempati

Waskita Karya dan Kementerian PU Rampungkan Puluhan Huntara di Aceh Utara, Sudah Mulai Ditempati

Waskita Karya
Waskita Karya Bersama Danantara Serahkan 600 Huntara ke Pemkab Aceh Tamiang

Waskita Karya Bersama Danantara Serahkan 600 Huntara ke Pemkab Aceh Tamiang

Waskita Karya
Bukti Transparansi, Waskita Karya Raih Predikat Informatif dari Komisi Informasi Pusat

Bukti Transparansi, Waskita Karya Raih Predikat Informatif dari Komisi Informasi Pusat

Waskita Karya
Waskita Karya Rampungkan Transaksi Divestasi Saham Jalan Tol Cimanggis-Cibitung Senilai Rp 3,28 Triliun

Waskita Karya Rampungkan Transaksi Divestasi Saham Jalan Tol Cimanggis-Cibitung Senilai Rp 3,28 Triliun

Waskita Karya
Implementasi GCG Baik, Waskita Karya Kembali Masuk Top 50 Emiten di The 16th IICD CG Award 2025

Implementasi GCG Baik, Waskita Karya Kembali Masuk Top 50 Emiten di The 16th IICD CG Award 2025

Waskita Karya
Wujud Nyata Implementasi Tata Kelola Baik, Waskita Karya Raih Top GRC Awards 2025 Stars 5

Wujud Nyata Implementasi Tata Kelola Baik, Waskita Karya Raih Top GRC Awards 2025 Stars 5

Waskita Karya
Berkomitmen Jaga Kepercayaan Publik, Waskita Karya Raih Public Relation Popular Companies Award 2025

Berkomitmen Jaga Kepercayaan Publik, Waskita Karya Raih Public Relation Popular Companies Award 2025

Waskita Karya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com