Gelar Shalat Idul Fitri, 5 Masjid Garapan Waskita Karya Siap Sambut Ratusan Ribu Jemaah

Kompas.com - 20/03/2026, 15:25 WIB
Yakob Arfin T Sasongko,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah (H), seluruh masjid di Tanah Air bersiap untuk menggelar shalat Idul Fitri berjemaah. Lima masjid besar garapan PT Waskita Karya (Persero) Tbk pun dapat menjadi pilihan tempat ibadah bagi masyarakat.

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, perseroan telah membangun dan merenovasi Masjid Istiqlal di Jakarta, Baiturrahman di Aceh, Sheikh Zayed di Solo, Baiturrahman di Semarang, serta Al-Akbar Surabaya.

Kelima masjid tersebut, lanjut Ermy, mampu menampung hingga 200.000 jemaah.

“Pembangunan sejumlah masjid ini merupakan kontribusi Perseroan dalam menyediakan fasilitas penunjang ibadah umat Muslim. Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi yang telah berpengalaman lebih dari 65 tahun, kami ingin para jemaah bisa beribadah dengan khusyuk, aman, dan nyaman,” ujar Ermy dalam keterangan resmi, Jumat (20/3/2026).

Lebih lanjut, Ermy menjelaskan, dalam pengerjaannya, perseroan tidak hanya memerhatikan kualitas bangunan tapi juga melihat sejarah atau latar belakang berdirinya masjid. Langkah ini guna menyelaraskan bangunan tanpa harus mengubah bentuk secara signifikan.

Baca juga: Waskita Karya Kembali Gelar Mudik Bersama BUMN, Ratusan Pemudik Diberangkatkan dari Jakarta

“Dengan begitu, nilai sejarahnya masih terlihat pada bangunan masjid. Misalnya pada Masjid Baiturrahman Aceh, yang merupakan salah satu masjid tertua karena sudah berdiri sejak 1612, desainnya dibuat menyerupai Masjid Nabawi di Madinah Arab Saudi,” kata Ermy.

Ia melanjutkan, masjid berkapasitas lebih dari 24.000 jemaah itu memiliki 12 payung raksasa dan pohon kurma di sekitar halaman masjid, sehingga menambah kemiripan dengan Nabawi.

Hingga kini, masjid yang direnovasi Waskita pada 2015 itu masih menjadi salah satu destinasi wisata religi dan budaya di Kota Serambi Mekah tersebut.

Masjid Baiturrahman Aceh yang merupakan salah satu masjid tertua karena sudah berdiri sejak 1612, desainnya dibuat menyerupai Masjid Nabawi di Madinah Arab Saudi. Masjid berkapasitas lebih dari 24.000 jemaah itu memiliki 12 payung raksasa dan pohon kurma di sekitar halaman masjid, sehingga menambah kemiripan dengan Nabawi. Dok. Waskita Masjid Baiturrahman Aceh yang merupakan salah satu masjid tertua karena sudah berdiri sejak 1612, desainnya dibuat menyerupai Masjid Nabawi di Madinah Arab Saudi. Masjid berkapasitas lebih dari 24.000 jemaah itu memiliki 12 payung raksasa dan pohon kurma di sekitar halaman masjid, sehingga menambah kemiripan dengan Nabawi.

Nilai sejarah terlihat pula pada Masjid Raya Baiturrahman Semarang yang pertama kali diresmikan pada Desember 1974.

Baca juga: Waskita Toll Road Pastikan Tol Pemalang–Batang Siap Dukung Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Saat merenovasi bangunan yang berada di pusat kota itu, Waskita tidak mengubah bentuk secara signifikan tapi membuatnya lebih megah dan modern.

“Desain masjid tetap dipertahankan dengan gaya arsitektur tradisional jawa yang mengadopsi struktur limasan. Hanya saja kami menambahkan beberapa bagian seperti kolam air, agar menambah suasana sejuk di sekitar masjid,” jelas Ermy.

Building automation system

Perseroan hanya membutuhkan waktu 11 bulan, berkat penerapan building automation system (BAS). Sistem tersebut mengintegrasikan sistem tata udara, special lighting, dan control equipment mechanical, electrical, plumbing (MEP).

“Waskita bangga dapat terlibat dalam pembangunan salah satu ikon sekaligus kawasan cagar budaya diibu kota Jawa Tengah ini. Kami berharap, jemaah bisa mendapat pengalaman terbaik saat beribadah di masjid yang terletak di alun-alun Kota Semarang tersebut,” imbuh Ermy.

Berikutnya, Masjid Sheikh Zayed Solo yang merupakan bentuk hibah dari Uni Emirat Arab (UEA) kepada Indonesia. Bangunan ini juga menjadi simbol persahabatan antara Indonesia dan UEA.

Baca juga: Jelang Malam Nuzulul Quran, Mataf Masjidil Haram Garapan Waskita Karya Siap Tampung 105.000 Jemaah

“Masjid yang dibangun oleh Waskita pada 2021 itu dirampungkan tepat waktu. Perseroan juga menambahkan inovasi green building serta beberapa fasilitas berteknologi modern,” tutur dia.

Ermy menambahkan, Masjid Sheikh Zayed Solo dibangun mirip Masjid Sheikh Zayed Abu Dhabi di UEA.

Waskita hanya membutuhkan waktu 11 bulan dalam pembangunan berkat penerapan building automation system (BAS). Sistem tersebut mengintegrasikan sistem tata udara, special lighting, dan control equipment mechanical, electrical, plumbing (MEP).Dok. Waskita Waskita hanya membutuhkan waktu 11 bulan dalam pembangunan berkat penerapan building automation system (BAS). Sistem tersebut mengintegrasikan sistem tata udara, special lighting, dan control equipment mechanical, electrical, plumbing (MEP).

Hanya saja, bangunan yang dapat menampung sampai 15.000 jemaah ini tetap diberikan sentuhan khas Kota Solo, seperti penggunaan motif batik kawung pada lantai dan pilar-pilar masjid.

Pada 2022, Waskita Karya turut merenovasi Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Tidak hanya memperindah tampilan luar atau fasad, perseroan pun memastikan keandalan struktur sekaligus kenyamanan fasilitas bagi para pengunjung dan jemaah yang hadir dari berbagai kota.

Masjid terbesar kedua di Indonesia ini mampu menampung hingga 36.000 bahkan 45.000 jemaah. Maka tidak heran jika setiap lebaran warga berbondong-bondong melaksanakan salat Idulfritri di sana.

Baca juga: Waskita Karya Bersama Danantara Serahkan 600 Huntara ke Pemkab Aceh Tamiang

“Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya berdiri sebagai mahakarya arsitektur yang memadukan estetika modern dengan filosofi Islam. Setiap sudut bangunannya dirancang untuk menciptakan harmoni serta menjadikannya ikon religi di Jawa Timur,” jelas Ermy.

Selain memiliki kubah berwarna biru dan hijau, ciri khas masjid tersebut terletak pula pada ruang utama yang didesain tanpa pilar tengah. Tujuannya, untuk memastikan pandangan ke mihrab tidak terhalang, sehingga saf tetap rapi.

Ermy melanjutkan, Perseroan juga merasa bangga karena bisa ikut merenovasi masjid termegah di Indonesia yakni Istiqlal. Masjid yang selesai direnovasi pada 2021 ini, sekarang dilengkapi teknologi kekinian sebagai inovasi green building.

Selain pencahayaan di dalam masjid, pencahayaan di bagian luar masjid turut dibenahi. Di antaranya dengan menyinari kubah Masjid Istiqlal, sehingga masjid berkapasitas 120.000 jemaah ini terlihat bersinar saat malam hari.

Baca juga: Dalam 6 Hari, Waskita Karya Sudah Rampungkan 30 Huntara di Aceh Tamiang

Waskita turut membangun Terowongan Silaturahim yang menghubungkan Istiqlal dengan Gereja Katedral.

Pada 2024, pemimpin tertinggi Gereja Katolik sekaligus Kepala Negara Vatikan Paus Fransiskus mengunjungi langsung terowongan yang disebutnya sebagai simbol persaudaraan antarumat beragama.

“Kelima masjid yang dibangun oleh Waskita menjadi simbol peradaban Islam di berbagai daerah. Kami berharap, pada perayaan Idulfitri tahun ini masyarakat dapat salat Idul Fitri bersama keluarganya dengan penuh khidmat dan suka cita,” ujar Ermy.

Terkini Lainnya
Konsisten Lakukan Penyehatan Keuangan, Waskita Karya Catat Nilai Kontrak Baru Rp 12,52 Triliun Sepanjang 2025

Konsisten Lakukan Penyehatan Keuangan, Waskita Karya Catat Nilai Kontrak Baru Rp 12,52 Triliun Sepanjang 2025

Waskita Karya
Gelar Shalat Idul Fitri, 5 Masjid Garapan Waskita Karya Siap Sambut Ratusan Ribu Jemaah

Gelar Shalat Idul Fitri, 5 Masjid Garapan Waskita Karya Siap Sambut Ratusan Ribu Jemaah

Waskita Karya
Waskita Karya Kembali Gelar Mudik Bersama BUMN, Ratusan Pemudik Diberangkatkan dari Jakarta

Waskita Karya Kembali Gelar Mudik Bersama BUMN, Ratusan Pemudik Diberangkatkan dari Jakarta

Waskita Karya
Waskita Toll Road Pastikan Tol Pemalang–Batang Siap Dukung Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Waskita Toll Road Pastikan Tol Pemalang–Batang Siap Dukung Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Waskita Karya
Jelang Malam Nuzulul Quran, Mataf Masjidil Haram Garapan Waskita Karya Siap Tampung 105.000 Jemaah

Jelang Malam Nuzulul Quran, Mataf Masjidil Haram Garapan Waskita Karya Siap Tampung 105.000 Jemaah

Waskita Karya
Waskita Karya dan Kementerian PU Rampungkan Puluhan Huntara di Aceh Utara, Sudah Mulai Ditempati

Waskita Karya dan Kementerian PU Rampungkan Puluhan Huntara di Aceh Utara, Sudah Mulai Ditempati

Waskita Karya
Waskita Karya Bersama Danantara Serahkan 600 Huntara ke Pemkab Aceh Tamiang

Waskita Karya Bersama Danantara Serahkan 600 Huntara ke Pemkab Aceh Tamiang

Waskita Karya
Bukti Transparansi, Waskita Karya Raih Predikat Informatif dari Komisi Informasi Pusat

Bukti Transparansi, Waskita Karya Raih Predikat Informatif dari Komisi Informasi Pusat

Waskita Karya
Waskita Karya Rampungkan Transaksi Divestasi Saham Jalan Tol Cimanggis-Cibitung Senilai Rp 3,28 Triliun

Waskita Karya Rampungkan Transaksi Divestasi Saham Jalan Tol Cimanggis-Cibitung Senilai Rp 3,28 Triliun

Waskita Karya
Implementasi GCG Baik, Waskita Karya Kembali Masuk Top 50 Emiten di The 16th IICD CG Award 2025

Implementasi GCG Baik, Waskita Karya Kembali Masuk Top 50 Emiten di The 16th IICD CG Award 2025

Waskita Karya
Wujud Nyata Implementasi Tata Kelola Baik, Waskita Karya Raih Top GRC Awards 2025 Stars 5

Wujud Nyata Implementasi Tata Kelola Baik, Waskita Karya Raih Top GRC Awards 2025 Stars 5

Waskita Karya
Berkomitmen Jaga Kepercayaan Publik, Waskita Karya Raih Public Relation Popular Companies Award 2025

Berkomitmen Jaga Kepercayaan Publik, Waskita Karya Raih Public Relation Popular Companies Award 2025

Waskita Karya
Waskita Karya Catat Kenaikan Laba Bruto 14,4 Persen di Kuartal II-2025, Efisiensi dan Restrukturisasi Jadi Kunci

Waskita Karya Catat Kenaikan Laba Bruto 14,4 Persen di Kuartal II-2025, Efisiensi dan Restrukturisasi Jadi Kunci

Waskita Karya
Konsisten Jalankan Program Keberlanjutan, Waskita Karya Raih 2 Penghargaan di TJSL & CSR Award 2025

Konsisten Jalankan Program Keberlanjutan, Waskita Karya Raih 2 Penghargaan di TJSL & CSR Award 2025

Waskita Karya
Perkuat Penanganan Masalah Hukum, Waskita Karya Teken Kerja Sama dengan Kejati DIY

Perkuat Penanganan Masalah Hukum, Waskita Karya Teken Kerja Sama dengan Kejati DIY

Waskita Karya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com