Transformasi Digital, Waskita Karya Terapkan AI dalam Penyelesaikan Proyek

Kompas.com - 30/10/2024, 16:11 WIB
Novyana,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – PT Waskita Karya (Persero) Tbk tengah melakukan sejumlah transformasi untuk menciptakan operasional unggul yang berfokus pada penyehatan keuangan, perseroan, tata kelola, manajemen risiko, dan governance, risk, and compliance (GRC).

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita menyebutkan, ada beberapa fokus utama dalam strategi transformasi Waskita, di antaranya pemulihan bisnis, organisasi dan budaya, restrukturisasi keuangan, serta digitalisasi.

“Program kerja transformasi yang Waskita sudah jalankan disusun untuk mendukung fokus perseroan tersebut. Lewat strategi ini, diharapkan visi perseroan menjadi perusahaan terdepan dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan bisa tercapai,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (30/10/2024).

Program transformasi yang sudah dilakukan, yaitu pertama, Komite Manajemen Risiko yang bertujuan untuk menilai risiko dan kelayakan sebuah proyek, sebelum Waskita melakukan tender atau mengambil suatu proyek.

Baca juga: Waskita Beton Tanam 674 Pohon Trembesi di Cisarua

Melalui komite tersebut, semua bidang dari mulai manajemen risiko, tim produksi, teknis, keuangan, hingga legal mengamati suatu proyek dari berbagai sudut pandang sebelum akhirnya diputuskan.

“Dengan cara ini, keputusan pemilihan proyek menggunakan sudut pandang pengelolaan risiko yang menyeluruh dan potensi risiko yang kemungkinan muncul, dapat dimitigasi lebih dini,” kata Ermy.

Kedua, pada bidang operasional dengan mengintegrasikan inovasi Building Information Modelling (BIM), sistem Enterprise Resources Planning (ERP) System Analysis and Program Development (SAP), serta Last Planner System (LPS).

Saat ini, kata Ermy, Waskita menjadi satu-satunya perusahaan kontruksi yang menggabungkan ketiga sistem tersebut.

Baca juga: Bendungan Temef Buatan Waskita Karya Siap Aliri Lahan 4.500 Hektar

“Integrasi ketiga sistem tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam mengontrol biaya dan waktu, sehingga diharapkan ada efisiensi yang dihasilkan,” tuturnya.

Ketiga, Waskita menggunakan teknologi Artificial Intelligence ( AI) WISENS (Waskita Intelligent Sensing System) pada beberapa pembangunan proyeknya, guna memudahkan pekerjaan lebih efektif.

Salah satunya, AI Pavement Crack Detection yang bertujuan membantu Waskita mendeteksi objek kerusakan jalan, sekaligus sebagai target tidak adanya kegagalan dalam proses konstruksi atau zero construction failure.

“Melalui sistem tersebut, penghitungan jumlah kerusakan secara otomatis bisa dilakukan, sehingga dapat mendukung inspeksi dan pengawasan aset jalan tol, sehingga dapat mengefisiensi waktu pekerjaan menjadi 40 persen lebih cepat,” kata Ermy.

Baca juga: Waskita Karya Lakukan Restrukturisasi untuk Penyehatan Perusahaan

Gambaran penggunaan AI dalam sistem kerja Wasita Karya. 
Dok.Waskita Karya Gambaran penggunaan AI dalam sistem kerja Wasita Karya.

Kemudian, AI Alat Perlindungan Diri (APD) Inspection sebagai upaya meminimalkan kecelakaan kerja atau zero fatality.

Sebagai upaya memperkuat GRC, lanjut Ermy, Waskita meningkatkan kematangan implementasi manajemen risiko serta menyusun roadmap perbaikan ke depan sesuai hasil Assessment Risk Maturity Index oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Perseroan turut melaksanakan beberapa Surveillance Audit, hingga memenuhi standar mutu operasional beberapa International Organization for Standardization (ISO) dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

“Ke depannya Waskita akan terus berusaha memenuhi standar operasional lainnya,” tegas Ermy.

Baca juga: Waskita Karya Dorong Akuntabilitas dan Keberlanjutan Bisnis

Ermy menambahkan, pembahasan tindaklanjut rekomendasi Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR) telah mencapai 94 persen pada 30 September 2024.

“Sebanyak 376 rekomendasi telah selesai ditindaklanjuti oleh perseroan dan 24 rekomendasi masih dalam proses tindaklanjut,” lanjutnya.

Penilaian Indeks Akuntabilitas BUMN

Waskita Karya turut melakukan Penilaian Indeks Akuntabilitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Indonesian Corporate Accountability Index (ICORPAX).

Hal tersebut berlandaskan Surat Tugas Direktur Pengawasan Badan Usaha Agrobisnis, Infrastruktur, dan Perdagangan nomor PE.05.02/ST-241/D401/3/2024 tanggal 25 Juli 2024.

Capaian ICORPAX Waskita Karya untuk tahun buku 2023 oleh badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebesar 70,20 persen dengan kategori Baik.

Baca juga: Waskita Karya Bangun 24 Bendungan, 15 di Antaranya Sudah Rampung

Penilaian tersebut bertujuan mengukur akuntabilitas korporasi sebagai pengelola Kekayaan Negara Yang Dipisahkan (KNYD) demi mendukung pembangunan sesuai maksud dan tujuan pembentukan BUMN.

Ada lima ruang lingkup penilaian, di antaranya dimensi Akuntabilitas Korporasi pada Pembangunan Nasional, dan Dimensi Akuntabilitas Korporasi pada Keuangan Negara.

Serta, Dimensi Kepatuhan dan Efektivitas Operasional, Dimensi Efektivitas Sistem Tata Kelola, dan Dimensi Efektivitas Pengendalian Fraud.

Selain itu, Waskita Karya turut melakukan Assesmen Penerapan Faktor Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan perseroan oleh BPKP.

Baca juga: Restrukturisasi Utang Waskita Karya Buka Peluang Lepas Gembok Suspensi Saham

Dasar pengukuran penerapan meliputi faktor lingkungan, faktor sosial, faktor tata kelola, dan faktor finansial.

“Ke depannya, perseroan akan konsisten menjalankan strategi transformasi. Berfokus pada pemulihan bisnis dengan terus memperkuat tata kelola sebagai upaya perbaikan organisasi dan budaya perusahaan,” jelas Ermy.

Perlu diketahui, Waskita telah mendapat persetujuan dari 22 kreditur perbankan terkait penyempurnaan atas Master Restructuring Agreement (MRA) 2021 dan terkait Pokok Perubahan Perjanjian fasilitas Kredit Modal Kerja Penjaminan (KMKP), dengan nilai Outstanding sebesar Rp 31,5 triliun.

Saat ini restrukturisasi tersebut sudah efektif, sehingga kegiatan operasional Waskita bisa tetap berjalan secara optimal.

Baca juga: Terimpit Utang, Waskita Karya Setop Garap Proyek Tol

Waskita juga telah mendapatkan persetujuan atas tiga dari empat seri obligasi nonpenjaminan, dimana pembayaran atas kupon restrukturisasi dan kupon standstill sudah dilakukan.

Atas satu seri obligasi nonpenjaminan yang belum mendapat persetujuan, Perseroan terus melakukan komunikasi intensif kepada pemegang obligasi dan wali amanat, guna mencapai persetujuan pada Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) selanjutnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan pada kuartal III-2024, Waskita mencatat kenaikan laba bruto sebesar 33,18 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp 1,03 triliun, setelah sebelumnya mencetak angka Rp 773,93 miliar pada tahun lalu.

Nilai Gross Profit Margin (GPM) perseroan juga naik menjadi 15,19 persen, setelah sebelumnya 9,90 persen pada kuartal III-2023.

Baca juga: Restrukturisasi Utang, Waskita Karya Janji Prioritaskan Pembayaran Vendor

Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) Waskita turut naik hingga 141 persen, yakni dari Rp 252 miliar menjadi Rp 609 miliar per September 2024.

Sehingga, total utang Waskita menurun sekitar Rp 3 triliun menjadi Rp 80,58 triliun, setelah sebelumnya mencapai Rp 83,99 triliun pada Desember 2023.

Terkini Lainnya
Jelang Malam Nuzulul Quran, Mataf Masjidil Haram Garapan Waskita Karya Siap Tampung 105.000 Jemaah

Jelang Malam Nuzulul Quran, Mataf Masjidil Haram Garapan Waskita Karya Siap Tampung 105.000 Jemaah

Waskita Karya
Waskita Karya dan Kementerian PU Rampungkan Puluhan Huntara di Aceh Utara, Sudah Mulai Ditempati

Waskita Karya dan Kementerian PU Rampungkan Puluhan Huntara di Aceh Utara, Sudah Mulai Ditempati

Waskita Karya
Waskita Karya Bersama Danantara Serahkan 600 Huntara ke Pemkab Aceh Tamiang

Waskita Karya Bersama Danantara Serahkan 600 Huntara ke Pemkab Aceh Tamiang

Waskita Karya
Bukti Transparansi, Waskita Karya Raih Predikat Informatif dari Komisi Informasi Pusat

Bukti Transparansi, Waskita Karya Raih Predikat Informatif dari Komisi Informasi Pusat

Waskita Karya
Waskita Karya Rampungkan Transaksi Divestasi Saham Jalan Tol Cimanggis-Cibitung Senilai Rp 3,28 Triliun

Waskita Karya Rampungkan Transaksi Divestasi Saham Jalan Tol Cimanggis-Cibitung Senilai Rp 3,28 Triliun

Waskita Karya
Implementasi GCG Baik, Waskita Karya Kembali Masuk Top 50 Emiten di The 16th IICD CG Award 2025

Implementasi GCG Baik, Waskita Karya Kembali Masuk Top 50 Emiten di The 16th IICD CG Award 2025

Waskita Karya
Wujud Nyata Implementasi Tata Kelola Baik, Waskita Karya Raih Top GRC Awards 2025 Stars 5

Wujud Nyata Implementasi Tata Kelola Baik, Waskita Karya Raih Top GRC Awards 2025 Stars 5

Waskita Karya
Berkomitmen Jaga Kepercayaan Publik, Waskita Karya Raih Public Relation Popular Companies Award 2025

Berkomitmen Jaga Kepercayaan Publik, Waskita Karya Raih Public Relation Popular Companies Award 2025

Waskita Karya
Waskita Karya Catat Kenaikan Laba Bruto 14,4 Persen di Kuartal II-2025, Efisiensi dan Restrukturisasi Jadi Kunci

Waskita Karya Catat Kenaikan Laba Bruto 14,4 Persen di Kuartal II-2025, Efisiensi dan Restrukturisasi Jadi Kunci

Waskita Karya
Konsisten Jalankan Program Keberlanjutan, Waskita Karya Raih 2 Penghargaan di TJSL & CSR Award 2025

Konsisten Jalankan Program Keberlanjutan, Waskita Karya Raih 2 Penghargaan di TJSL & CSR Award 2025

Waskita Karya
Perkuat Penanganan Masalah Hukum, Waskita Karya Teken Kerja Sama dengan Kejati DIY

Perkuat Penanganan Masalah Hukum, Waskita Karya Teken Kerja Sama dengan Kejati DIY

Waskita Karya
Waskita Karya Bangun Kolaborasi Global di ICI 2025, Kenalkan Infrastruktur Karya Anak Bangsa

Waskita Karya Bangun Kolaborasi Global di ICI 2025, Kenalkan Infrastruktur Karya Anak Bangsa

Waskita Karya
Libur Panjang Idul Adha, Pengunjung Hotel Milik Waskita Karya Realty Naik Signifikan

Libur Panjang Idul Adha, Pengunjung Hotel Milik Waskita Karya Realty Naik Signifikan

Waskita Karya
Waskita Karya Tata Ulang Benteng Pendem Ambarawa, dari Penjara Kolonial Jadi Destinasi Wisata

Waskita Karya Tata Ulang Benteng Pendem Ambarawa, dari Penjara Kolonial Jadi Destinasi Wisata

Waskita Karya
Wapres Gibran Kunjungi Proyek Kantor Kemenko 3 IKN, Waskita Karya Pastikan Pembangunan Sudah Rampung

Wapres Gibran Kunjungi Proyek Kantor Kemenko 3 IKN, Waskita Karya Pastikan Pembangunan Sudah Rampung

Waskita Karya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com