PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

Kompas.com - 12/01/2026, 13:03 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN berkomitmen membangun dan mengelola infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan energi, tetapi juga mengedepankan perlindungan sosial dan lingkungan, khususnya di wilayah rawan bencana.

Komitmen tersebut dibuktikan melalui kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sipansihaporas yang berhasil meminimalkan risiko banjir di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut), dengan menahan material yang terbawa arus banjir pada 25 November 2025.

Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo menegaskan, keberadaan PLTA Sipansihaporas merupakan bagian dari upaya PLN menghadirkan infrastruktur yang adaptif terhadap risiko alam, sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.

Ia mengungkapkan bahwa bendungan PLTA Sipansihaporas berperan menahan material banjir dari wilayah hulu, sehingga dampak yang dirasakan masyarakat di hilir dapat diminimalkan.

Baca juga: Orangutan Tapanuli Ditemukan Mati di Tumpukan Material Banjir Tapteng

"Pada saat bersamaan, PLN juga terus menjaga keandalan sistem kelistrikan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan di tengah kondisi alam yang ekstrem," ujar Rizal dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (12/1/2025).

Manfaat keberadaan PLTA Sipansihaporas telah dirasakan langsung oleh warga Desa Sihaporas, Pinangsori, Tapanuli Tengah, Sumut, salah satunya Erwin Tambunan.

Saat bencana banjir melanda wilayahnya, ia dan warga lain mengaku khawatir karena hujan terus turun dan tidak menunjukkan tanda-tanda reda, sementara air Sungai Sipansihaporas mulai tinggi.

“Hujan terus kurang lebih itu seminggu. Tahu-tahu banjir bandang di tanggal 25 (November). Itu pun saya lihat ke sungai, ke kampung, aliran air sungai sangat deras," ucap Erwin.

Baca juga: Dijanjikan Cuma 6 Bulan, 6 Tahun Korban Banjir Bandang Lebak Masih Tinggal di Huntara

Ia menjelaskan bahwa kekhawatiran warga semakin memuncak setelah kayu-kayu besar yang terbawa arus mulai muncul dan mengancam rumah maupun ladang yang lokasinya tidak jauh dari bantaran sungai.

"Kayunya pun banyak, kayu gelondongan. Warga pun langsung mengungsi semua,” tutur Erwin.

Di tengah kondisi yang semakin mencekam, Erwin menyebut, PLTA Sipansihaporas menjadi penahan pertama yang kokoh ketika banjir datang. Saat hujan mencapai puncaknya, bendungan yang menjadi bagian dari sistem PLTA Sipansihaporas itu bekerja dalam senyap.

Debit air yang meningkat tajam dari wilayah hulu tertahan di area bendungan. Kayu gelondongan, potongan batang pohon, dan sedimen yang terbawa arus deras menumpuk dan tertahan, sehingga tidak langsung melaju ke arah permukiman di hilir.

Baca juga: Kejagung Minta Polri Penuhi Bukti Penetapan Tersangka Kasus Kayu Gelondongan Sumatera

Erwin mengatakan bahwa bendungan PLTA Sipansihaporas berperan layaknya benteng alami, memperlambat laju air, dan meredam potensi kerusakan yang lebih besar. Alhasil, tiga desa di wilayah hilir terhindar dari ancaman banjir yang lebih parah.

"Kalau saya lihat di atas pegunungan itu, kayu di situ banyaknya. Kalau kayu gelondongan ini semua sempat turun ke bawah (desa-desa), kurasa rumah-rumah kami semua banyak yang hancur," jelas Erwin.

Oleh karena itu, ia mengucapkan terima kasih karena PLTA yang berlokasi di Desa Husor, Sibuluan, dan Sihaporas, Kabupaten Tapanuli Tengah itu telah menyelamatkan warga setempat. 

"Dengan adanya PLTA kami selamat, kami merasa lebih aman. Kalau tidak ada itu, habis semua rumah warga di Sihaporas," ucap Erwin.

Baca juga: Perampasan Tanah Adat Sihaporas dan Kolonialisme Gaya Baru

Sistem kerja PLTA Sipansihaporas 

Tampak Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sipansihaporas berkapasitas 50 megawatt (MW) yang berlokasi di Desa Husor, Desa Sibuluan, dan Desa Sihaporas, Kabupaten Tapanuli Tengah. Pembangkit hijau ini memanfaatkan potensi air di kawasan pegunungan dan menjadi salah satu penopang sistem kelistrikan Sumatera Utara.Dok. PLN Tampak Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sipansihaporas berkapasitas 50 megawatt (MW) yang berlokasi di Desa Husor, Desa Sibuluan, dan Desa Sihaporas, Kabupaten Tapanuli Tengah. Pembangkit hijau ini memanfaatkan potensi air di kawasan pegunungan dan menjadi salah satu penopang sistem kelistrikan Sumatera Utara.

PLTA Sipansihaporas bekerja dengan mengandalkan potensi aliran air dari kawasan pegunungan. Pembangkit ini merupakan salah satu penopang sistem kelistrikan Sumut sekaligus menjadi bagian dari bauran energi terbarukan nasional.

Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menjelaskan bahwa PLTA Sipansihaporas dirancang untuk mampu mengendalikan aliran air saat curah hujan tinggi.

Sistem bendungan dan saluran air berfungsi menahan sedimen serta material padat, termasuk kayu gelondongan yang terbawa banjir, sehingga tekanan aliran ke wilayah hilir dapat dikendalikan.

“PLTA Sipansihaporas memanfaatkan aliran air dari tiga sungai, yakni Sungai Aer Paramaan, Sungai Aek Natolbak, dan Sungai Aek Bargot. Saat terjadi banjir, sistem bendungan dan saluran air berfungsi menahan kayu gelondongan serta sedimen, sehingga aliran ke wilayah hilir tetap terkendali,” jelas Ruly.

Baca juga: Cegah Banjir Berulang di Kalsel, Proyek Bendungan Riam Kiwa Dikebut

Selain berperan dalam mitigasi bencana, PLTA berkapasitas 50 megawatt (MW) itu juga telah menyuplai listrik berbasis energi hijau bagi masyarakat Tapanuli Tengah dan sekitarnya selama lebih dari dua dekade.

Hal tersebut membuktikan bahwa keberadaan PLTA Sipansihaporas menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung transisi energi bersih nasional.

Ruly menambahkan, seluruh unit PLTA Sipansihaporas telah kembali beroperasi penuh pascabencana pada Rabu (2/12/2025).

Dengan beroperasinya kembali PLTA Sipansihaporas, pasokan listrik untuk sektor rumah tangga, sosial, dan layanan publik di Kota Sibolga dan Pandan kembali stabil. Dengan demikian, aktivitas warga juga kembali pulih.

Baca juga: Kemensos Salurkan Alat Bantu bagi Penyandang Disabilitas Terdampak Banjir di Sibolga

“Pengalaman menghadapi bencana ini menjadi pelajaran berharga dalam mengelola pembangkit secara andal dan adaptif terhadap risiko iklim,” kata Ruly.

Ia menegaskan bahwa PLN Nusantara Power berkomitmen tidak hanya berfokus pada produksi listrik, tetapi juga memastikan pengelolaan pembangkit memberi manfaat nyata bagi keselamatan masyarakat melalui operasional yang aman dan berkelanjutan.

Ke depan, PLTA Sipansihaporas akan menjadi sumber listrik hijau bagi masyarakat sekaligus bagian dari perlindungan hidup warga di sekitarnya.

Di tengah cuaca ekstrem yang kerap terjadi, keberadaan pembangkit tersebut akan menghadirkan rasa aman, ketenangan, dan harapan bagi masyarakat yang hidup berdampingan dengan aliran sungai.

Baca juga: 356 Orang Mengungsi Akibat Banjir di Makassar, Potensi Cuaca Ekstrem 10 Hari

Terkini Lainnya
Lebih dari 390.000 Pelaku Usaha Agrikultur dan Kelautan Adopsi Teknologi Listrik PLN

Lebih dari 390.000 Pelaku Usaha Agrikultur dan Kelautan Adopsi Teknologi Listrik PLN

PLN
PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU

PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU

PLN
PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN
ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

PLN
Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

PLN
Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

PLN
Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

PLN
PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

PLN
PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLN
Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

PLN
Tahun Baru Energi Baru, PLN Tebar Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya lewat Aplikasi PLN Mobile

Tahun Baru Energi Baru, PLN Tebar Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya lewat Aplikasi PLN Mobile

PLN
PLN Siagakan 4.648 Unit SPKLU Selama Nataru, Konsumsi Listrik EV Meningkat 479 Persen

PLN Siagakan 4.648 Unit SPKLU Selama Nataru, Konsumsi Listrik EV Meningkat 479 Persen

PLN
Dukung Percepatan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, PLN Siapkan Infrastruktur Kelistrikan

Dukung Percepatan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, PLN Siapkan Infrastruktur Kelistrikan

PLN
Tarif Listrik Januari–Maret 2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Andal

Tarif Listrik Januari–Maret 2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Andal

PLN
Waspada Cuaca Ekstrem, PLN Siagakan 69.000 Personel Amankan Listrik Nataru 2025/2026

Waspada Cuaca Ekstrem, PLN Siagakan 69.000 Personel Amankan Listrik Nataru 2025/2026

PLN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com