Cukup 20 Menit, Sinergi PLN, MEBI, dan Huawei Percepat Pengisian Mobil Listrik

Kompas.com - 18/02/2026, 16:59 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pengisian daya  mobil listrik ( electric vehicle/EV) kini bisa dilakukan hanya dalam 20 menit.

Inovasi tersebut dihadirkan melalui kolaborasi PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, PT Mega Energi Biru Indonesia ( MEBI), dan Huawei Digital Power Indonesia lewat peresmian ZORA Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum ( SPKLU) Signature di kawasan Scientia, Summarecon Gading Serpong, Sabtu (14/2/2026).

Infrastruktur berdaya 480 kilowatt (kW) ini menjadi unit ultra fast charging pertama di Indonesia yang dilengkapi fitur split charging dan teknologi pendingin cairan (liquid cooling system).

Untuk pengisian dari state of charge (SoC) 10 persen ke 80 persen, kategori ultra fast charging hanya memerlukan waktu 20 menit, sedangkan medium charging sekitar 50 menit.

Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN Edwin Nugraha Putra mengatakan, kolaborasi itu menjadi langkah konkret mempercepat transformasi kendaraan listrik sekaligus mendukung dekarbonisasi sektor transportasi.

Baca juga: Visi Direktur Pertamina: Transformasi Pertamina Melalui Green Leadership dan Dekarbonisasi

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa dengan bergandengan tangan, arah transformasi kendaraan listrik dalam mendukung dekarbonisasi di sektor transportasi bukan mustahil untuk kita wujudkan,” ujar mewakili Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (18/2/2026).

Ia menambahkan, penggunaan kendaraan listrik tidak hanya rendah emisi, tetapi juga membantu menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang sebagian besar masih diperoleh dari impor.

Teknologi Huawei FusionCharge memungkinkan penyaluran energi secara fleksibel dari jaringan listrik utama, sekaligus terintegrasi dengan sistem penyimpanan baterai (battery energy storage system). Sistem ini juga dirancang agar tetap optimal dalam berbagai kondisi cuaca.

SPKLU Signature ZORA terdiri dari 12 konektor DC ultra fast charging dan satu konektor AC medium charging. Fasilitas ini ditujukan untuk melayani area dengan lalu lintas tinggi serta kebutuhan pengisian cepat.

Selain menghadirkan kecepatan, lokasi tersebut dilengkapi area tunggu yang nyaman, sehingga bertransformasi dari sekadar titik pengisian menjadi destination charging and lifestyle hub untuk meningkatkan pengalaman pelanggan.

Baca juga: PLN Tingkatkan Kapasitas SPKLU untuk Mudik Lebaran 2026

Edwin menyebut kehadiran SPKLU Signature ZORA sebagai bagian dari transformasi layanan PLN yang berorientasi pada kebutuhan pengguna.

“Kami tidak hanya menyediakan tempat pengisian daya, tetapi menghadirkan ekosistem gaya hidup baru bagi pengguna EV,” katanya.

Dengan dukungan teknologi ultra-fast charging dan integrasi artificial intelligence (AI), PLN berupaya memastikan transisi menuju mobilitas hijau berlangsung lebih cerdas dan tanpa hambatan.

Layanan itu juga diperkuat fitur electric vehicle digital services (EVDS) di aplikasi PLN Mobile.

Melalui Trip Planner, pengguna dapat merencanakan rute berdasarkan lokasi SPKLU, sementara AntreEV membantu pengaturan antrean secara transparan.

Baca juga: Cukup 20 Menit, Sinergi PLN, MEBI, dan Huawei Percepat Pengisian Mobil Listrik

Hingga Desember 2025, PLN bersama mitra telah mengoperasikan 4.655 unit SPKLU di seluruh Indonesia. Kolaborasi strategis akan terus diperluas untuk memastikan ketersediaan infrastruktur sejalan dengan pertumbuhan kendaraan listrik di Tanah Air.

Pengoperasian SPKLU tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN dan mitra dalam mendukung pemerintah menghadirkan pengisian daya yang andal, cepat, dan nyaman bagi pengguna mobil listrik di Indonesia.

Terkini Lainnya
Cukup 20 Menit, Sinergi PLN, MEBI, dan Huawei Percepat Pengisian Mobil Listrik

Cukup 20 Menit, Sinergi PLN, MEBI, dan Huawei Percepat Pengisian Mobil Listrik

PLN
Sinergi PLN dan Kementerian ESDM Hadirkan Listrik bagi 750 Keluarga Prasejahtera di Bengkulu

Sinergi PLN dan Kementerian ESDM Hadirkan Listrik bagi 750 Keluarga Prasejahtera di Bengkulu

PLN
Lebih dari 390.000 Pelaku Usaha Agrikultur dan Kelautan Adopsi Teknologi Listrik PLN

Lebih dari 390.000 Pelaku Usaha Agrikultur dan Kelautan Adopsi Teknologi Listrik PLN

PLN
PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU

PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU

PLN
PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN
ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

PLN
Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

PLN
Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

PLN
Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

PLN
PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

PLN
PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLN
Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

PLN
Tahun Baru Energi Baru, PLN Tebar Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya lewat Aplikasi PLN Mobile

Tahun Baru Energi Baru, PLN Tebar Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya lewat Aplikasi PLN Mobile

PLN
PLN Siagakan 4.648 Unit SPKLU Selama Nataru, Konsumsi Listrik EV Meningkat 479 Persen

PLN Siagakan 4.648 Unit SPKLU Selama Nataru, Konsumsi Listrik EV Meningkat 479 Persen

PLN
Dukung Percepatan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, PLN Siapkan Infrastruktur Kelistrikan

Dukung Percepatan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, PLN Siapkan Infrastruktur Kelistrikan

PLN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com