Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

Kompas.com - 12/01/2026, 12:46 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Suara dengung mesin genset yang memecah keheningan sore di Desa Pante Peusangan, Kabupaten Bireuen, menjadi bunyi yang paling dirindukan warga dalam sepekan terakhir.

Di balik sisa-sisa lumpur akibat banjir yang memutus urat nadi kelistrikan, tawa anak-anak kembali terdengar di bawah cahaya lampu musala yang kembali berpijar.

Setelah berhari-hari hidup dalam kegelapan akibat banjir yang memutus aliran listrik, kehadiran genset dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menjadi sumber cahaya sementara sekaligus harapan bagi masyarakat setempat.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa secara sistem, jaringan kelistrikan tegangan tinggi di Aceh telah kembali terhubung.

Namun, jaringan tegangan rendah masih terkendala, terutama pada jalur distribusi di wilayah dengan akses terbatas serta infrastruktur yang rusak atau masih tergenang air.

Baca juga: Bos PLN: Kerusakan Sistem Listrik Dampak Banjir-Longsor Aceh Lebih Masif dari Tsunami 2004

“Atas arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, kami bersama PLN mengoptimalkan kekuatan negara dengan menyalurkan 1.000 unit genset sebagai solusi sementara bagi masyarakat,” kata Bahlil dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (12/1/2026).

Hal itu disampaikan Bahlil dalam pelepasan bantuan 1.000 genset di Jakarta, Sabtu (27/12/2025).

Dia menambahkan, distribusi genset difokuskan ke wilayah yang paling terdampak, seperti Kabupaten Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Tengah, Gayo Lues, serta sejumlah wilayah lainnya di Aceh.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa meski menghadapi tantangan medan dan keterbatasan akses, PLN terus berupaya mempercepat pemulihan jaringan distribusi di seluruh wilayah terdampak bencana.

“Pemulihan infrastruktur kelistrikan di wilayah terdampak bencana menjadi prioritas utama PLN,” ujarnya.

Baca juga: PLN Akui Listrik di Aceh Belum Pulih 100 Persen

Darmawan menyebutkan, PLN bergerak bersama pemerintah daerah (pemda), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses listrik.

Upaya itu dilakukan melalui perbaikan jaringan maupun penyediaan sumber listrik sementara.

“Kami berkomitmen menghadirkan kembali layanan listrik secara bertahap dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan agar masyarakat dapat segera beraktivitas secara normal,” kata Darmawan.

Direktur Distribusi PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri menambahkan, PLN terus bekerja di lapangan dengan mengerahkan personel serta berkoordinasi lintas sektor untuk memulihkan jaringan distribusi.

Pada saat yang sama, PLN memastikan masyarakat di wilayah terisolasi tetap mendapat akses listrik melalui penyediaan genset.

Baca juga: Ciptakan Solusi Energi Bersih bagi Masyarakat Kepulauan, Inovasi Unhas dilirik PLN

“Di tengah keterbatasan akses dan tantangan geografis, listrik menjadi denyut kehidupan yang harus tetap hadir bagi masyarakat,” kata Arsyadany saat terjun langsung mengawal pendistribusian genset. 

Dia mengatakan, bantuan genset dari Kementerian ESDM merupakan perantara sementara agar aktivitas warga, ibadah, layanan sosial, hingga komunikasi tetap berjalan. 

“Di sisi lain, tim PLN terus bekerja di lapangan, berkoordinasi lintas sektor, dan memastikan setiap upaya pemulihan dilakukan secara bertahap hingga sistem kelistrikan benar-benar pulih dan kembali andal,” jelas Arsyadany.

Tangis haru di Pante Peusangan

Sebelumnya, banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga memutus jaringan listrik di daerah-daerah yang sulit dijangkau.

Hingga kini, masih terdapat desa-desa yang terisolasi sehingga pengangkutan material dan peralatan PLN terkendala akses jalan. 

Baca juga: Tunggak Pembayaran, Aliran Listrik Kantor Desa Sumberjaya Bekasi Diputus PLN

Dalam situasi tersebut, Kementerian ESDM memberikan solusi sementara dengan pemberian bantuan 1.000 genset agar masyarakat di Aceh tetap memiliki akses listrik untuk kebutuhan dasar.

Di tengah suasana yang mulai berangsur pulih, Nirwa, warga Desa Pante Peusangan, tak kuasa menahan tangis haru saat bantuan genset tiba dan siap menerangi malam di desanya.

Baginya, listrik bukan sekadar penerangan, melainkan penopang aktivitas sehari-hari masyarakat di tengah masa pemulihan.

“Alhamdulillah. Kami senang sekali. Terima kasih kepada Bapak Menteri ESDM dan PLN. Kami sangat senang menerima bantuan (genset) ini,” tutur Nirwa dengan suara bergetar.

Kegembiraan serupa juga dirasakan pengurus Musala Dusun Tanoh Rata, Desa Pante Peusangan, Muhammad Lidan.

Baca juga: Setiap Hari Menantang Maut, Pengabdian Guru di Aceh Tengah Menggetarkan

Ia mengatakan, sebelum kehadiran bantuan genset, warga sulit menjalani aktivitas ibadah khususnya pada malam hari tanpa penerangan.

“Semenjak ada masuk genset ini, alhamdulillah segala urusan (ibadah) bisa kami selesaikan. Urusan lainnya adalah terkait penyebaran informasi. Semuanya sudah terlaksana. Sekali lagi kami sebagai masyarakat sangat berterima kasih,” ujar Lidan.

Penopang aktivitas masyarakat

Kepala Desa Pante Peusangan, Samsudin menjelaskan, genset merupakan penopang utama aktivitas warga sembari menunggu jaringan listrik PLN dapat dipulihkan secara permanen.

“Dengan adanya genset ini, masyarakat tetap mendapat penerangan sementara, sebelum jaringan instalasi listrik PLN dapat diselesaikan,” katanya. 

Mewakili masyarakat desa, Samsudin mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM, PLN, dan semua pihak yang telah membantu.

Baca juga: Korban Banjir Aceh Tamiang Tolak Pindah ke Huntara: Lokasi Jauh, Pilih Bertahan di Tenda

Cerita serupa datang dari Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. 

Kepala Desa Riseh Tunon, Abdurrahman menyampaikan, bantuan genset tersebut sangat membantu warga di wilayah yang masih terisolasi dan belum sepenuhnya terjangkau jaringan listrik.

Genset ini kami manfaatkan untuk penerangan fasilitas umum, masjid, pesantren, hingga lokasi pengungsian. Alhamdulillah, sekarang penerangan bisa menyala dan masyarakat merasa lebih aman,” jelasnya.

Di tengah keterbatasan akses dan tantangan geografis, sinergi antara Kementerian ESDM, PLN, pemda, dan berbagai pihak menjadi kunci. 

Kehadiran genset bukan sekadar mesin pembangkit, tetapi penopang kehidupan sementara, menjaga terang tetap menyala di rumah, fasilitas umum, dan lokasi pengungsian.

Baca juga: 1.200 Huntara untuk Pengungsi Dibangun di Aceh Utara, Pekan Depan Rampung

Berbagai upaya itu akan terus dilakukan hingga Aceh sepenuhnya pulih dan aliran listrik kembali mengalir secara menyeluruh.

Terkini Lainnya
PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLN
Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

PLN
Tahun Baru Energi Baru, PLN Tebar Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya lewat Aplikasi PLN Mobile

Tahun Baru Energi Baru, PLN Tebar Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya lewat Aplikasi PLN Mobile

PLN
PLN Siagakan 4.648 Unit SPKLU Selama Nataru, Konsumsi Listrik EV Meningkat 479 Persen

PLN Siagakan 4.648 Unit SPKLU Selama Nataru, Konsumsi Listrik EV Meningkat 479 Persen

PLN
Dukung Percepatan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, PLN Siapkan Infrastruktur Kelistrikan

Dukung Percepatan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, PLN Siapkan Infrastruktur Kelistrikan

PLN
Tarif Listrik Januari–Maret 2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Andal

Tarif Listrik Januari–Maret 2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Andal

PLN
Waspada Cuaca Ekstrem, PLN Siagakan 69.000 Personel Amankan Listrik Nataru 2025/2026

Waspada Cuaca Ekstrem, PLN Siagakan 69.000 Personel Amankan Listrik Nataru 2025/2026

PLN
PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Aceh Pulih, 20 Gardu Induk Kembali Beroperasi

PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Aceh Pulih, 20 Gardu Induk Kembali Beroperasi

PLN
Antisipasi Lonjakan Konsumsi Listrik Nataru 2025/2026, PLN Siapkan Cadangan Daya 7,1 GW

Antisipasi Lonjakan Konsumsi Listrik Nataru 2025/2026, PLN Siapkan Cadangan Daya 7,1 GW

PLN
Uji Kesiapan SPKLU Jelang Nataru, PLN Mobile EVenture 2025 Galang Donasi Rp 149,9 Juta

Uji Kesiapan SPKLU Jelang Nataru, PLN Mobile EVenture 2025 Galang Donasi Rp 149,9 Juta

PLN
Jelang Nataru 2025/2026, PLN Turun ke Lapangan Pastikan Kesiapan SPKLU lewat PLN Mobile EVenture

Jelang Nataru 2025/2026, PLN Turun ke Lapangan Pastikan Kesiapan SPKLU lewat PLN Mobile EVenture

PLN
PLN Pulihkan 93 Persen Kelistrikan di Aceh, 4 Kabupaten Paling Terdampak Bencana Kembali Terang

PLN Pulihkan 93 Persen Kelistrikan di Aceh, 4 Kabupaten Paling Terdampak Bencana Kembali Terang

PLN
PLN Icon Plus Hadirkan Internet dan Listrik Gratis di Aceh, Bantu Warga Dapatkan Akses

PLN Icon Plus Hadirkan Internet dan Listrik Gratis di Aceh, Bantu Warga Dapatkan Akses

PLN
PLN Dorong Konsistensi Strategi Lintas Sektor untuk Wujudkan Kemandirian Ekonomi Nasional

PLN Dorong Konsistensi Strategi Lintas Sektor untuk Wujudkan Kemandirian Ekonomi Nasional

PLN
Tinjau Posko Bencana di Aceh, Menteri ESDM Pastikan Bantuan dan Dukungan PLN Berjalan Optimal

Tinjau Posko Bencana di Aceh, Menteri ESDM Pastikan Bantuan dan Dukungan PLN Berjalan Optimal

PLN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com