Lebih dari 390.000 Pelaku Usaha Agrikultur dan Kelautan Adopsi Teknologi Listrik PLN

Kompas.com - 12/02/2026, 18:47 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.comTransformasi energi di sektor pangan dan maritim Indonesia mencatatkan rekor baru.

Hingga penghujung 2025, tercatat sebanyak 390.034 pelaku usaha di sektor pertanian dan kelautan telah beralih menggunakan teknologi berbasis listrik.

Mereka beralih menggunakan listrik melalui program Electrifying Agriculture (EA) dan Electrifying Marine (EM) milik PT Perusahaan Listrik Negara ( PLN) (Persero).

Jumlah itu meningkat sekitar 30 persen secara year-on-year (YoY) jika dibandingkan dengan capaian pada 2024 yang tercatat 300.535 pelanggan. 

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan, program EA dan EM merupakan bagian integral perusahaan dalam mendukung visi pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional.

Dalam hal ini, PLN mendorong transisi energi berkelanjutan, ketahanan ekonomi masyarakat, hingga mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.

Baca juga: Pasang Home Charging, Segini Total Biaya Lewat PLN Mobile

“PLN hadir bukan hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mendorong produktivitas ekonomi rakyat melalui berbagai program berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (12/2/2026).

Darmawan menegaskan, pihaknya terus berkomitmen membantu pelaku usaha di sektor pangan dan maritim dengan pemanfaatan listrik yang efisien dan ramah lingkungan.

“Kami mendorong pelaku usaha untuk mengadopsi teknologi modern berbasis listrik yang mampu meningkatkan nilai tambah hasil produksi,” ujar Darmawan.

Melalui program tersebut, PLN menghadirkan pasokan listrik yang andal dan efisien untuk mendukung peningkatan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional.

Efisiensi biaya operasional

Program transformasi energi PLN tidak hanya sekadar mengubah sumber energi, tetapi juga mengubah struktur biaya operasional secara signifikan di berbagai lini.

Baca juga: Wujudkan Green Mining, PLN dan BIB Borong 23.040 Unit Renewable Energy Certificate

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto menjelaskan, hingga 2025, total daya listrik yang terpasang melalui program EA dan EM mencapai 5.240 megavolt ampere (MVA). Naik sekitar 25 persen jika dibandingkan pada 2024 yang tercatat sebesar 4.203 MVA.

Hal tersebut diikuti dengan konsumsi listrik pada 2025 yang mencapai 7,1 terawatt hour (TWh). Jumlah ini meningkat sekitar 16 persen jika  dibandingkan pada 2024 yang mencapai sebesar 6,1 TWh.

Capaian itu  mencerminkan tingginya pemanfaatan listrik untuk mendukung aktivitas di sektor industri primer.

Baca juga: Kejati Bengkulu Tetapkan Vice President PT PLN Indonesia Power Tersangka Korupsi PLTA Musi

Adi mengatakan, program tersebut dirancang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan listrik, tetapi juga untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. 

“Dengan dukungan listrik yang memadai, kami berharap para pelaku usaha dapat meningkatkan produktivitas, inovasi, dan kemandirian,” ungkapnya. 

Dengan demikian, kata dia, ekosistem pertanian, peternakan, perikanan, hingga sektor kelautan dapat tumbuh secara berkelanjutan. 

Adi menambahkan, PLN terus bersinergi dengan pemerintah untuk memperluas program listrik masuk sawah. 

Dampak nyata program PLN

Melalui program EA pompanisasi berbasis listrik, para petani dapat menghemat bahan bakar dan meningkatkan hasil panen secara signifikan.

Dampak program itu dirasakan langsung oleh para petani di Kabupaten Seluma, Bengkulu.

Baca juga: Diskon Listrik Dongkrak Layanan Home Charging PLN, Pengguna Tembus 70.250 pada 2025

Bupati Seluma Teddy Rahman mengapresiasi sinergi dan keterlibatan PLN dalam mendukung sektor pertanian.

Dukungan itu dilakukan melalui pemanfaatan energi dan teknologi untuk irigasi sawah dan pengolahan hasil tani sehingga meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.

Menurutnya, program PLN bukan hanya soal pasokan listrik, tetapi tentang energi mampu mengubah kehidupan petani Seluma. 

“Terima kasih PLN yang telah mengambil bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah,” ucap Teddy.

Manfaat program turut dirasakan Abdurrahman, salah satu peternak bebek yang tergabung dalam Kelompok Tani Sabana Mandiri di Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten. 

Baca juga: Jumlah Mobil Listrik Tembus 103.000, PLN Perkuat Infrastruktur EV di IIMS 2026

Ia menyampaikan, sebelumnya petani menghadapi banyak kendala dalam mengatur suhu bibit bebek di kandang. 

Kini, penggunaan listrik yang stabil dalam pengelolaan peternakan bebek dapat meningkatkan kesehatan dan mempercepat pertumbuhan ternak, serta mengoptimalkan produktivitas telur.

“Dengan adanya listrik dari PLN, ternak kami menjadi lebih sehat, dan hasil produksinya pun meningkat. Program PLN ini benar-benar membawa manfaat besar bagi usaha kami," terang Abdurrahman.

Di sektor kelautan, program EM juga memberi dampak positif bagi salah satu industri galangan kapal di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. 

Manager Production and Engineering PT Layar Perkasa Nusantara, Ashawir menuturkan, saat ini seluruh peralatan di galangan kapal telah menggunakan listrik. 

Menurutnya, penggunaan listrik sangat membantu menurunkan biaya operasional hingga lebih dari 20 persen sekaligus mengurangi emisi gas buang di galangan kapal.

Baca juga: PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU

“Jika menggunakan mesin diesel, biaya operasional diprediksi hampir mencapai Rp 1 miliar per tahun, tetapi jika menggunakan listrik hanya sekitar Rp 730 juta per tahun,” tutur Ashawir.

Terkini Lainnya
Lebih dari 390.000 Pelaku Usaha Agrikultur dan Kelautan Adopsi Teknologi Listrik PLN

Lebih dari 390.000 Pelaku Usaha Agrikultur dan Kelautan Adopsi Teknologi Listrik PLN

PLN
PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU

PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU

PLN
PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN
ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

PLN
Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

PLN
Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

PLN
Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

PLN
PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

PLN
PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLN
Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

PLN
Tahun Baru Energi Baru, PLN Tebar Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya lewat Aplikasi PLN Mobile

Tahun Baru Energi Baru, PLN Tebar Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya lewat Aplikasi PLN Mobile

PLN
PLN Siagakan 4.648 Unit SPKLU Selama Nataru, Konsumsi Listrik EV Meningkat 479 Persen

PLN Siagakan 4.648 Unit SPKLU Selama Nataru, Konsumsi Listrik EV Meningkat 479 Persen

PLN
Dukung Percepatan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, PLN Siapkan Infrastruktur Kelistrikan

Dukung Percepatan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, PLN Siapkan Infrastruktur Kelistrikan

PLN
Tarif Listrik Januari–Maret 2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Andal

Tarif Listrik Januari–Maret 2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Andal

PLN
Waspada Cuaca Ekstrem, PLN Siagakan 69.000 Personel Amankan Listrik Nataru 2025/2026

Waspada Cuaca Ekstrem, PLN Siagakan 69.000 Personel Amankan Listrik Nataru 2025/2026

PLN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com