PLN Dorong Konsistensi Strategi Lintas Sektor untuk Wujudkan Kemandirian Ekonomi Nasional

Kompas.com - 04/12/2025, 16:40 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Direktur Utama (Dirut) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN Darmawan Prasodjo mendorong konsistensi strategi lintas sektor untuk mewujudkan kemandirian ekonomi nasional.

“Kita tidak akan bekerja sendirian, tetapi bersama-sama, penuh kekompakan,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (4/12/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan Darmawan dalam ajang 16th Kompas100 CEO Forum powered by PLN yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Rabu (26/11/2025).

Forum tahunan itu menjadi ruang strategis untuk membahas arah dan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tekanan global.

Baca juga: Ini Peran Penting Penemuan Cadangan Gas Bumi bagi Ketahanan Ekonomi RI

Mengusung tema “Menavigasi Arah & Menelisik Strategi Ketahanan Indonesia di Tengah Gejolak Global”, 16th Kompas100 CEO Forum powered by PLN mempertemukan para pemangku kepentingan Tanah Air.

Forum tersebut dihadiri CEO emiten dari indeks Kompas100, CEO nonemiten, serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih untuk menakar dan merumuskan langkah kolektif menghadapi perlambatan ekonomi dunia.

Secara garis besar, forum ini menegaskan bahwa tantangan global hanya dapat dihadapi melalui kolaborasi yang kuat antarpemangku kepentingan.

Para CEO menyoroti urgensi konsistensi kebijakan, kepastian regulasi, serta penguatan ekosistem industri agar investasi dan inovasi dapat berjalan lebih agresif.

Baca juga: Investasi Baru di Pesisir Purworejo, Kembangkan Kebun Kelapa dan Kawasan Wisata

CEO Kompas Gramedia Lilik Oetama mengatakan, gejolak geopolitik saat ini justru menjadi momentum untuk memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang.

“Kita harus bergandengan tangan. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan sangat penting,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan P Roeslani menyoroti target pemerintah dalam program Asta Cita untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Oleh karena itu, Rosan menekankan pentingnya percepatan penyederhanaan regulasi untuk menarik investasi yang berkualitas.

“Perekonomian kita disusun, bukan tersusun. Artinya, kita tetap menghormati pasar,” ungkapnya.

Baca juga: Kenapa Daya Beli Masyarakat Penting untuk Perekonomian Indonesia?

Menjaga ketahanan ekonomi

Isu ketahanan ekonomi menjadi perhatian utama dalam sesi Bincang Menteri yang merupakan bagian dari rangkaian acara puncak 16th Kompas100 CEO Forum powered by PLN.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menilai, koperasi merupakan pilar yang harus kembali diperkuat.

“Jika tata kelola sehat dan ekosistemnya kuat, Koperasi Merah Putih bisa menjadi pilar ketahanan ekonomi nasional,” ucapnya.

Dari sektor industri, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pentingnya peningkatan nilai tambah industri melalui adopsi teknologi dan sinergi kebijakan lintas kementerian.

Baca juga: Kata Daihatsu Soal Adopsi Teknologi Hybrid ke Model Lain di Indonesia

Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong percepatan pertumbuhan untuk menjaga daya tahan nasional.

Zulkifli mengutip pesan Bung Hatta tentang pentingnya menghidupkan “lilin-lilin kecil” di desa sebagai simbol penguatan ekonomi kerakyatan.

Adapun Airlangga optimistis, Indonesia dapat mempercepat transformasi dan tetap berada di jalur yang tepat menuju Indonesia Maju jika diiringi sinergi yang kuat.

Hasil diskusi 16th Kompas100 CEO Forum powered by PLN menyimpulkan, pemerintah dan dunia usaha sepakat bahwa transformasi ekonomi, mulai dari hilirisasi, penguatan pangan, hingga pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), harus dijalankan secara simultan dan terukur untuk mencapai kemandirian ekonomi.

Baca juga: Dorong Kemandirian Ekonomi, Puan Minta Kadin Tingkatkan Peran Strategis Dunia Usaha

Terkini Lainnya
PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN
ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

PLN
Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

PLN
Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

PLN
Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

PLN
PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

PLN
PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLN
Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

PLN
Tahun Baru Energi Baru, PLN Tebar Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya lewat Aplikasi PLN Mobile

Tahun Baru Energi Baru, PLN Tebar Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya lewat Aplikasi PLN Mobile

PLN
PLN Siagakan 4.648 Unit SPKLU Selama Nataru, Konsumsi Listrik EV Meningkat 479 Persen

PLN Siagakan 4.648 Unit SPKLU Selama Nataru, Konsumsi Listrik EV Meningkat 479 Persen

PLN
Dukung Percepatan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, PLN Siapkan Infrastruktur Kelistrikan

Dukung Percepatan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, PLN Siapkan Infrastruktur Kelistrikan

PLN
Tarif Listrik Januari–Maret 2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Andal

Tarif Listrik Januari–Maret 2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Andal

PLN
Waspada Cuaca Ekstrem, PLN Siagakan 69.000 Personel Amankan Listrik Nataru 2025/2026

Waspada Cuaca Ekstrem, PLN Siagakan 69.000 Personel Amankan Listrik Nataru 2025/2026

PLN
PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Aceh Pulih, 20 Gardu Induk Kembali Beroperasi

PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Aceh Pulih, 20 Gardu Induk Kembali Beroperasi

PLN
Antisipasi Lonjakan Konsumsi Listrik Nataru 2025/2026, PLN Siapkan Cadangan Daya 7,1 GW

Antisipasi Lonjakan Konsumsi Listrik Nataru 2025/2026, PLN Siapkan Cadangan Daya 7,1 GW

PLN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com