Dukung Percepatan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, PLN Siapkan Infrastruktur Kelistrikan

Kompas.com - 02/01/2026, 14:40 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN terus mendukung percepatan pembangunan Rumah Hunian Danantara ( Huntara) di Aceh Tamiang dengan menyiapkan infrastruktur kelistrikan pada seluruh unit yang telah terbangun.

Huntara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat yang tidak hanya berfokus pada konstruksi bangunan, tetapi juga kebutuhan dasar masyarakat seperti listrik.

Oleh karena itu, pemerintah melalui Danantara Indonesia memprioritaskan ketersediaan listrik di setiap unit. Hunian ini juga dilengkapi kebutuhan dasar lainnya, seperti akses air bersih, sanitasi, serta dukungan layanan kesehatan.

Direktur Utama (Dirut) PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa PLN siap melaksanakan arahan Danantara Indonesia untuk memastikan ketersediaan listrik yang aman dan andal di seluruh unit Huntara.

Baca juga: APLSI Salurkan Listrik Tenaga Surya dan Internet untuk Korban Bencana di Sumatera

"Setiap unit hunian yang telah selesai dibangun, kami pastikan listriknya juga sudah tersedia dan dapat langsung menyala, sehingga masyarakat bisa segera menempati tempat tinggalnya dengan aman dan nyaman," ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (2/1/2025).

Darmawan menyampaikan bahwa PLN telah menyiapkan infrastruktur kelistrikan di kawasan Huntara Aceh Tamiang dengan membangun trafo, jaringan listrik, dan kilowatt-hour (kWh) meter di seluruh hunian yang telah terbangun.

Ia menyebut, jaringan listrik juga telah sepenuhnya tersambung dan dinilai cukup untuk melayani kebutuhan listrik hunian maupun fasilitas umum.

Sebelumnya, Darmawan bersama Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria juga meninjau langsung progres pembangunan Huntara serta infrastruktur kelistrikan di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).

Baca juga: Danantara dan Adhi Karya Percepat Pembangunan Huntara Pascabanjir Aceh

Dalam kesempatan tersebut, Darmawan menekankan bahwa kehadiran listrik yang andal di Huntara merupakan salah satu kebutuhan dasar yang wajib tersedia untuk menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Kami memahami bahwa saudara-saudara kita yang terdampak banjir bandang dan longsor telah kehilangan banyak hal, bukan hanya rumah, tetapi juga rasa aman dan kenyamanan. Oleh karena itu, PLN berupaya menghadirkan listrik yang prima di kawasan Huntara,” ucapnya.

Dengan demikian, lanjut Darmawan, masyarakat dapat segera menempati hunian yang layak, anak-anak bisa kembali belajar dengan nyaman, dan keluarga dapat menjalani aktivitas sehari-hari seperti sedia kala.

"Ini adalah komitmen kami untuk terus mendampingi masyarakat bangkit dari bencana," tegas Darmawan.

Baca juga: Pastikan Pemulihan Bencana Sumatera, Prabowo Lewati Jembatan Bailey

Huntara sebagai komitmen kehadiran negara

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani (kanan) didampingi Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria (kedua dari kanan) dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (kedua dari kiri) mengecek salah satu unit Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Aceh Tamiang yang telah rampung dan tersambung listrik pada Kamis (1/1/2026).Dok. PLN Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani (kanan) didampingi Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria (kedua dari kanan) dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (kedua dari kiri) mengecek salah satu unit Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Aceh Tamiang yang telah rampung dan tersambung listrik pada Kamis (1/1/2026).

Pembangunan Huntara merupakan bentuk komitmen kehadiran negara dalam mempercepat pemulihan pascabencana melalui penyediaan prasarana dasar bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Presiden RI Prabowo Subianto mengapresiasi progres pembangunan Huntara serta infrastruktur pendukung yang sedang dikebut.

Menurutnya, sinergi lintas kementerian, Danantara Indonesia, dan pemerintah daerah (pemda) mampu menghasilkan kemajuan signifikan dalam waktu singkat.

Presiden Prabowo mengatakan, sebanyak 600 unit Huntara akan diserahkan kepada pemda pada 8 Januari 2026 untuk diberikan kepada warga terdampak bencana.

Baca juga: Prabowo: Danantara Bangun 600 Hunian dalam 8 Hari untuk Korban Banjir Aceh

"Danantara Indonesia membuktikan bahwa kita bisa membangun 600 hunian, semua pihak telah bekerja dengan gemilang dan cepat,” ujarnya.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan bahwa pembangunan Huntara secara nasional ditargetkan mencapai 15.000 unit dalam tiga bulan. Huntara akan dibangun di tiga provinsi terdampak bencana, yaitu Aceh, Sumut, dan Sumbar.

“Target pembangunan Huntara di Aceh Tamiang ditetapkan secara jelas sejak awal, dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepatinya,” ungkap Rosan.

Ia menegaskan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bergerak cepat dan bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah untuk memastikan masyarakat dapat segera memperoleh hunian yang layak.

Baca juga: Prabowo Bertolak ke Aceh Tamiang, Cek Pembangunan Hunian untuk Korban Banjir

Rosan juga menekankan bahwa pembangunan Huntara bagi warga terdampak bencana bukan sekadar solusi jangka pendek, tetapi tahapan pemulihan yang menjawab kebutuhan berbagai sektor.

“Huntara ini menjadi jembatan penting menuju fase hunian permanen dan pemulihan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, kualitas dan keberlanjutan tetap menjadi perhatian utama,” ucapnya.

Terkini Lainnya
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal

Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal

PLN
Cukup 20 Menit, Sinergi PLN, MEBI, dan Huawei Percepat Pengisian Mobil Listrik

Cukup 20 Menit, Sinergi PLN, MEBI, dan Huawei Percepat Pengisian Mobil Listrik

PLN
Sinergi PLN dan Kementerian ESDM Hadirkan Listrik bagi 750 Keluarga Prasejahtera di Bengkulu

Sinergi PLN dan Kementerian ESDM Hadirkan Listrik bagi 750 Keluarga Prasejahtera di Bengkulu

PLN
Lebih dari 390.000 Pelaku Usaha Agrikultur dan Kelautan Adopsi Teknologi Listrik PLN

Lebih dari 390.000 Pelaku Usaha Agrikultur dan Kelautan Adopsi Teknologi Listrik PLN

PLN
PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU

PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU

PLN
PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN
ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

PLN
Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

PLN
Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

PLN
Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

PLN
PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

PLN
PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLN
Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

PLN
Tahun Baru Energi Baru, PLN Tebar Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya lewat Aplikasi PLN Mobile

Tahun Baru Energi Baru, PLN Tebar Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya lewat Aplikasi PLN Mobile

PLN
PLN Siagakan 4.648 Unit SPKLU Selama Nataru, Konsumsi Listrik EV Meningkat 479 Persen

PLN Siagakan 4.648 Unit SPKLU Selama Nataru, Konsumsi Listrik EV Meningkat 479 Persen

PLN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com