KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara ( PLN) (Persero) mengantisipasi peningkatan jumlah pemudik dengan kendaraan listrik yang diperkirakan melonjak hingga 5 kali lipat pada periode libur Lebaran 2025.
Untuk mengatasi hal itu, PLN menambah jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum umum ( SPKLU) hingga 7,5 kali lipat di titik-titik dengan okupansi tertinggi di jalur mudik Trans Sumatra dan Jawa.
Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan, pemerintah telah memprediksi peningkatan pengguna electriv vehicle ( EV) hingga 5 kali lipat pada masa mudik Lebaran 2025.
Oleh sebab itu, pemerintah menginstruksikan PLN untuk memastikan ketersediaan unit SPKLU.
”Jadi, dari PLN sendiri sudah menyiapkan SPKLU, totalnya seluruh Indonesia adalah 3.558, dengan 1.000 di antaranya berada di jalur mudik,” ucapnya dalam siaran pers, Kamis (20/3/2025).
Baca juga: PLN IP Jual Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca di Bursa Karbon
Hal tersebut disampaikan Yuliot dalam Pembukaan Posko Nasional Sektor ESDM Periode Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 2025 di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (17/3/2025).
Yuliot menambahkan, saat ini, unit-unit SPKLU yang tersedia secara teknis telah menyesuaikan dengan berbagai jenis colokan charger masing-masing pabrikan kendaraan listrik yang ada di Tanah Air.
”Jadi, untuk kesiapan dari sisi teknis, itu justru sudah menyesuaikan dengan standar kendaraan listrik yang ada,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, peningkatan jumlah pemudik EV selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 2025 telah diantisipasi secara maksimal dari hulu hingga hilir.
PLN, sebut dia, telah memetakan titik-titik pengguna SPKLU tertinggi dan telah menambah jumlahnya.
Baca juga: PLN IP Jual Sertifikat Pengurangan Emisi 39.265 Ton Lewat Bursa Karbon
”Kalau dari Jakarta, (pengguna EV akan melakukan charging) sekitar di Cirebon, Tegal, atau Batang. Itu jaraknya sekitar 200 sampai 250 kilometer (km). Jadi, itu adalah daerah-daerah yang okupansinya tinggi," jelasnya.
Sampai saat ini, PLN telah menyediakan total 3.558 unit SPKLU yang tersebar di 2.412 titik strategis di seluruh Indonesia.
Sementara itu, untuk jalur mudik Trans Sumatra dan Jawa, PLN menyediakan sebanyak 1.000 unit SPKLU di 615 lokasi.
Darmawan menjelaskan, penempatan SPKLU telah diatur secara ideal dan telah tersedia di setiap rest area ruas tol Trans Sumatra dan Jawa.
"Di setiap rest area sudah ada SPKLU dan jarak satu dengan yang lain hanya sekitar 23 km," ungkapnya.
Kemudian, khusus untuk yang SPKLU dengan okupansi tinggi, PLN meningkatkan jumlahnya menjadi 7,5 sampai 8 kali lipat.
Baca juga: Pendaftaran Mudik Gratis PLN, Simak Cara dan Ketentuannya
Selain itu, Darmawan juga mengimbau pemudik untuk menggunakan fitur Trip Planner di aplikasi PLN Mobile guna membantu merencanakan rute mudik dan lokasi SPKLU yang tersedia di sepanjang rute yang dipilih. Fitur ini juga mampu mendeteksi tingkat okupansi di sebuah SPKLU.
Lebih lanjut, ia mengatakan, PLN juga telah menyiapkan kontak darurat untuk pengguna EV yang menemui kendala dalam perjalanan mudik.
Hal itu termasuk dengan menyediakan 12 unit SPKLU Mobile yang bersiaga di sepanjang ruas tol Sumatra dan Jawa bagi pengguna kendaraan listrik yang kehabisan daya di sepanjang jalan tol tersebut.
Pengguna kendaraan listrik dapat menghubungi PLN lewat aplikasi PLN mobile yang menyediakan tombol emergency atau menghubungi Contact Center 123 atau menggunakan WhatsApp di nomor 087771112123.
"SPKLU kami yang di sepanjang jalur mudik baik di Jawa, Sumatra, dam Sulawesi. Di jalan tol semuanya ada petugas kami yang berjaga selama 24 jam,” paparnya.
Baca juga: Mudik Gratis PLN 2025, Bagaimana Cara Mendaftarnya?