Listrik Hijau Kian Diminati, PLN Salurkan 592 Unit REC untuk PT Inecda Plantation 

Kompas.com - 05/03/2025, 14:45 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara ( PLN) (Persero) menyalurkan 592 unit Renewable Energy Certificate (REC) atau sertifikat energi terbarukan yang setara 592 megawatt hour (MWh) untuk pelaku industri kelapa sawit di Riau, PT Inecda Plantation.

Penyaluran tersebut dilakukan melalui PLN Unit Induk Distribusi (UID) Riau dan Kepulauan Riau sebagai bentuk dukungan PLN terhadap perusahaan yang ingin mendapatkan sertifikasi usaha ramah lingkungan melalui REC.

REC merupakan salah satu produk inovatif dari PLN. Layanan listrik hijau ini semakin diminati oleh sektor industri dan bisnis di Tanah Air. 

Dengan REC, industri telah berpartisipasi dalam mendukung pencapaian Net Zero Emission (NZE) 2060.

General Manager PLN UID Riau dan Kepulauan Riau, Tonny Bellamy menjelaskan bahwa melalui REC, pelanggan dapat turut serta dalam mengurangi emisi dan mengubahnya ke energi ramah lingkungan.

“Kami berkomitmen menyediakan energi bersih untuk mendukung terciptanya green industry di Indonesia,” jelasnya dalam siaran pers, Rabu (5/3/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan Tonny Bellamy dalam acara penyerahan REC kepada PT Inecda Plantation yang berlangsung di Indragiri Hulu, Riau, Senin (24/2/2025).

Baca juga: PLN Berkomitmen Ciptakan Lingkungan Kerja yang Inklusif dan Mendukung Kesetaraan Gender

REC merupakan produk hijau yang dapat dibeli oleh masyarakat maupun perusahaan yang memanfaatkan listrik dari sumber energi terbarukan.

Layanan hijau tersebut menjamin penggunaan energi baru terbarukan (EBT) dilakukan secara transparan dan diakui secara internasional.

Setiap sertifikat REC menjadi bukti bahwa listrik yang digunakan oleh pelanggan berasal dari pembangkit EBT atau energi nonfosil. Satu unit REC setara dengan 1 MWh listrik hijau.

Untuk memastikan kepatuhan terhadap standar internasional, sistem pelacakan yang digunakan adalah APX Tradable Instrument for Global Renewables (TIGRs) dari Amerika Serikat (AS).

Baca juga: PLN Indonesia Power Uji Coba PLTU dengan Amonia Hijau, Bisa Kurangi Emisi 70.640 Ton CO? per Tahun

PLN komitmen sediakan layanan listrik hijau

Tonny menegaskan, PLN sebagai salah satu pionir transisi energi di Indonesia berkomitmen untuk menyediakan layanan listrik hijau yang bersumber dari pembangkit EBT.

"Kami berkomitmen untuk memenuhi seluruh kebutuhan pelanggan, termasuk menyediakan listrik yang berasal dari sumber EBT," ujarnya.

Upaya tersebut merupakan langkah strategis untuk mendukung daya saing sektor industri di Indonesia, yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

"Kami siap mendukung kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menekan emisi karbon global, termasuk bersama Inecda Plantation," tutur Tonny.

Sementara itu, General Manager PT Inecda Plantation, Khamdi mengatakan, pihaknya berkomitmen mendukung penggunaan energi hijau untuk mengurangi emisi karbon.

“Kami berharap kolaborasi bersama PLN ini terus berlanjut dan memberikan dampak positif, terutama melalui langkah-langkah yang mengedepankan prinsip bisnis berkelanjutan,” katanya.

Khamdi juga berharap kolaborasi kedua pihak dapat terus mengimplementasikan aspek environmental, social, and governance (ESG) untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan mencapai Sustainability Development Goals (SDGs).

Baca juga: PLN Indonesia Power Berhasil Uji Coba Campuran Amonia Hijau di PLTU Labuan

Terkini Lainnya
Cukup 20 Menit, Sinergi PLN, MEBI, dan Huawei Percepat Pengisian Mobil Listrik

Cukup 20 Menit, Sinergi PLN, MEBI, dan Huawei Percepat Pengisian Mobil Listrik

PLN
Sinergi PLN dan Kementerian ESDM Hadirkan Listrik bagi 750 Keluarga Prasejahtera di Bengkulu

Sinergi PLN dan Kementerian ESDM Hadirkan Listrik bagi 750 Keluarga Prasejahtera di Bengkulu

PLN
Lebih dari 390.000 Pelaku Usaha Agrikultur dan Kelautan Adopsi Teknologi Listrik PLN

Lebih dari 390.000 Pelaku Usaha Agrikultur dan Kelautan Adopsi Teknologi Listrik PLN

PLN
PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU

PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU

PLN
PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN
ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

PLN
Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

PLN
Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

PLN
Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

PLN
PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

PLN
PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLN
Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

PLN
Tahun Baru Energi Baru, PLN Tebar Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya lewat Aplikasi PLN Mobile

Tahun Baru Energi Baru, PLN Tebar Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya lewat Aplikasi PLN Mobile

PLN
PLN Siagakan 4.648 Unit SPKLU Selama Nataru, Konsumsi Listrik EV Meningkat 479 Persen

PLN Siagakan 4.648 Unit SPKLU Selama Nataru, Konsumsi Listrik EV Meningkat 479 Persen

PLN
Dukung Percepatan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, PLN Siapkan Infrastruktur Kelistrikan

Dukung Percepatan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, PLN Siapkan Infrastruktur Kelistrikan

PLN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com