Kunjungi Maluku, Menteri ESDM Pastikan Listrik PLN di Indonesia Timur Andal Hadapi Nataru

Kompas.com - 23/12/2024, 11:30 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengapresiasi kesiapan PT Perusahaan Listrik Negara ( PLN) (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) dalam menjaga keandalan pasokan listrik menjelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 ( Nataru) untuk wilayah Indonesia timur. 

"Saya akui fasilitas yang dimiliki PLN UIW MMU ini sangat mumpuni. Saya dapat pastikan dengan kesiapan yang dilakukan oleh teman-teman PLN untuk Natal dan Tahun Baru, Insya Allah listrik aman," katanya.

Dia mengatakan itu saat mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Barge Mounted Power Plant (BMPP) Nusantara 1 Waai di Pulau Ambon, Provinsi Maluku, pada Rabu (18/12/2024).

Bahlil juga menyampaikan, pasokan energi primer untuk pembangkit yang memasok listrik Kepulauan Maluku.

Pasokan itu mencakup Provinsi Maluku dan Maluku Utara yang berada dalam kondisi aman dengan cadangan yang cukup hingga 20 hari operasi (HOP).

Baca juga: Konsisten Kembangkan Energi Hijau, PLN Group Raih 42 Penghargaan dari Kementerian ESDM

Dia mengaku sudah berbicara dengan General Manager PLN UIW MMU terkait ketersediaan pasokan listrik menjelang Nataru. 

Pada kesempatan itu, Bahlil mengecek PLTMG dengan kapasitas 60 megawatt (MW). Adapun kapasitas listrik yang terpasang di Pulau Ambon sekitar 100 MW. 

“Jadi, tak ada yang perlu dikhawatirkan. Supply bahan bakar gas cukup untuk 20 hari,” jelasnya dalam siaran pers, Senin (23/12/2024).  

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan, PLN telah mempersiapkan pengamanan pasokan listrik Nataru sejak jauh-jauh hari. 

Dalam hal ini, PLN melakukan asesmen dan pemeliharaan dari hulu hingga hilir sehingga semua lini operasional saat ini berada dalam kondisi prima.

"Dalam menghadapi momen Nataru kali ini, kami telah melakukan upaya preventif dari berbagai sisi agar jalannya ibadah dapat berlangsung khidmat, dan perayaan Nataru terlaksana dengan nyaman dan tanpa gangguan," tegas Darmawan.

Baca juga: PLN Tempatkan Petugas di SPKLU Rest Area Selama Nataru

Sementara itu, General Manager PLN UIW MMU Awat Tuhuloula memastikan, sistem kelistrikan di Kepulauan Maluku dalam kondisi siap mengawal Nataru. 

Ia menjelaskan, daya mampu pasok pembangkit untuk sistem Maluku adalah sebesar 236,48 MW, dengan perkiraan beban puncak mencapai 133,49 MW. 

Kemudian, sistem Maluku Utara memiliki daya mampu pasok sebesar 150,91 MW dengan perkiraan beban puncak mencapai 114,49 MW. 

"Guna menjamin keandalan pasokan, kami juga menyiagakan backup kelistrikan yang terdiri dari 29 Unit Gardu Bergerak (UGB), 2 unit crane, 10 unit uninterruptible power supply (UPS), 63 unit genset, 1 unit kabel bergerak (UKB) serta 1 unit kabel dan kubikel bergerak (UKKB)," jelas Awat.

Selain itu, PLN UIW MMU menerjunkan sebanyak 1.250 personel siaga dan 20 tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) di 203 posko yang tersebar di Maluku dan Maluku Utara. 

Untuk mendukung mobilitas, para personel dibekali dengan 156 unit mobil dan 64 unit motor.

Baca juga: PLN Indonesia Power Siapkan 19 GW buat Listrik Nataru

”Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan memastikan pasokan listrik yang aman dan andal sepanjang perayaan Nataru," tutur Awat.

Terkini Lainnya
PLN Gandeng Kader Posyandu di Tangerang Jadi Agen Edukasi Keselamatan Listrik

PLN Gandeng Kader Posyandu di Tangerang Jadi Agen Edukasi Keselamatan Listrik

PLN
Percepat Pemerataan Akses Listrik, PLN Genjot Program Lisdes dan BPBL

Percepat Pemerataan Akses Listrik, PLN Genjot Program Lisdes dan BPBL

PLN
Sistem Kelistrikan Jawa Mulai Pulih, PLN Sebut Pemadaman Bergilir Berhasil Diminimalisasi

Sistem Kelistrikan Jawa Mulai Pulih, PLN Sebut Pemadaman Bergilir Berhasil Diminimalisasi

PLN
RUPS PLN Resmi Rombak Kursi Direksi, Ini Daftar Lengkapnya

RUPS PLN Resmi Rombak Kursi Direksi, Ini Daftar Lengkapnya

PLN
Mengenal Tim ERS PLN, Pasukan Tanggap Darurat Pemulihan Sistem Kelistrikan

Mengenal Tim ERS PLN, Pasukan Tanggap Darurat Pemulihan Sistem Kelistrikan

PLN
PLN Gelar Promo JUNIVAGANZA, Beli Token Rp 50.000 Bisa Dapat Voucher Listrik Rp 10.000

PLN Gelar Promo JUNIVAGANZA, Beli Token Rp 50.000 Bisa Dapat Voucher Listrik Rp 10.000

PLN
Listrik Sumatera Kembali Normal, Dirut PLN Turun Langsung Kawal Pemulihan Sistem

Listrik Sumatera Kembali Normal, Dirut PLN Turun Langsung Kawal Pemulihan Sistem

PLN
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal

Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal

PLN
Cukup 20 Menit, Sinergi PLN, MEBI, dan Huawei Percepat Pengisian Mobil Listrik

Cukup 20 Menit, Sinergi PLN, MEBI, dan Huawei Percepat Pengisian Mobil Listrik

PLN
Sinergi PLN dan Kementerian ESDM Hadirkan Listrik bagi 750 Keluarga Prasejahtera di Bengkulu

Sinergi PLN dan Kementerian ESDM Hadirkan Listrik bagi 750 Keluarga Prasejahtera di Bengkulu

PLN
Lebih dari 390.000 Pelaku Usaha Agrikultur dan Kelautan Adopsi Teknologi Listrik PLN

Lebih dari 390.000 Pelaku Usaha Agrikultur dan Kelautan Adopsi Teknologi Listrik PLN

PLN
PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU

PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU

PLN
PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN
ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

PLN
Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

PLN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com