Dukung Transisi Energi Indonesia, PLN Perkuat Kolaborasi Global di Electricity Connect 2024

Kompas.com - 22/11/2024, 13:19 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) ( PLN) terus memperkuat kolaborasi global untuk mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan transisi energi di Indonesia.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui ajang Electricity Connect 2024, di Jakarta Convention Center, Rabu (20/11/2024). Kegiatan ini diselenggarakan oleh PLN bersama Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI).

Direktur Utama (Dirut) PLN Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa PLN mendukung penuh langkah pemerintah dalam menjalankan transisi energi di Indonesia, dengan semangat kolaboratif.

“Kami siap merancang ekosistem yang kondusif untuk berkolaborasi dan berinvestasi, sehingga semua pelaku usaha dapat berkembang bersama dan saling mendukung,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (22/11/2024).

Baca juga: Cerita Kasimyn dan I Wayan Sudirana Berkolaborasi dengan Garin Nugroho di Film Samsara

Pernyataan tersebut disampaikan Darmawan dalam acara Electricity Connect 2024, di Jakarta Convention Center, Rabu.

Menurut Darmawan, Electricity Connect 2024 menjadi platform strategis untuk mempertemukan gagasan, teknologi, dan solusi inovatif guna menghadapi tantangan transisi energi ke depan.

“Kami melihat acara ini sebagai momentum luar biasa yang memperkuat rasa percaya diri kita semua. Kini seluruh kekuatan sektor kelistrikan bersatu untuk menghadapi tantangan dan mencapai tujuan bersama,” jelasnya.

Baca juga: Indonesia-Jerman Perkuat Kerja Sama Bidang Ketenagalistrikan di Ajang ISEW 2024

Dorong pertumbuhan ekonomi nasional

Pada acara konferensi dan pameran sektor ketenagalistrikan terbesar di Asia Tenggara ini, Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia berkomitmen untuk beralih dari energi berbasis bahan bakar fosil menuju energi baru terbarukan (EBT).

Komitmen tersebut, kata dia, sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Hashim mengungkapkan bahwa Indonesia berencana untuk menambah kapasitas pembangkit hingga 100 Gigawatt (GW) pada 2040, dengan 75 persen di antaranya berasal dari EBT, 5 GW dari nuklir, dan sisanya dari gas.

" Transisi energi tidak hanya soal mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi juga menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan. Kami berkomitmen untuk mewujudkan energi yang bersih, ramah lingkungan, dan terjangkau, sembari mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen," jelasnya.

Baca juga: Ajakan Frugal Living untuk Protes Kenaikan PPN Bisa Hambat Pertumbuhan Ekonomi

Untuk mencapai target tersebut, Hashim menekankan pentingnya kolaborasi dari seluruh ekosistem energi.

Ia mengapresiasi penyelenggaraan Electricity Connect 2024 sebagai langkah konkret dalam mewujudkan transisi energi yang sukses.

"Saya berharap acara ini terus berlanjut dengan kolaborasi yang lebih kuat, sehingga generasi mendatang dapat menikmati masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Peran penting Electricity Connect 2024

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Yuliot Tanjung menyebut Electricity Connect 2024 sebagai acara penting untuk menghadapi tantangan energi di masa depan.

Baca juga: Tantangan Energi Terbarukan di Perikanan, Kurangnya Pemahaman Nelayan

 "Acara ini sangat penting sebagai bentuk kolaborasi untuk menghadapi tantangan penyediaan energi yang cukup bagi pembangunan dan kebutuhan masyarakat," katanya.

Yuliot berharap kolaborasi yang terjalin selama Electricity Connect 2024 dapat memberikan manfaat tidak hanya untuk masyarakat Indonesia, tetapi juga untuk masyarakat global.

"Dengan adanya kolaborasi ini, kami yakin kesejahteraan masyarakat dunia akan meningkat," ujarnya.

Diikuti 168 perusahaan dari dalam dan luar negeri

Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) MKI, Evy Haryadi mengungkapkan bahwa Electricity Connect 2024 menghadirkan 168 perusahaan dari dalam dan luar negeri.

Baca juga: Dua Pekan Lawatan Luar Negeri, Prabowo Berhasil Bawa Pulang Investasi 18,5 Miliar Dollar AS

Para peserta akan memperkenalkan berbagai teknologi energi terbarukan, digitalisasi ketenagalistrikan, serta solusi berorientasi pada upaya Net Zero Emissions (NZE).

Selain itu, acara tersebut juga menghadirkan 110 pembicara kompeten di bidangnya, dengan target pengunjung mencapai 15.000 orang.

Dengan skema tersebut, Electricity Connect 2024 diharapkan dapat menjadi pendorong utama bagi investasi, pembangunan sumber daya manusia (SDM), dan inovasi teknologi menuju masa depan energi yang berkelanjutan.

Baca juga: Inovasi Berkelanjutan, ParagonCorp Raih Penghargaan di FMCG Asia Awards 2024

"Dengan menggabungkan kekuatan dan ide dari berbagai pihak, kami optimistis acara ini akan melahirkan banyak inspirasi dan kesepakatan bisnis," tutur Evy.

Terkini Lainnya
PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN
ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

PLN
Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

PLN
Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

PLN
Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

PLN
PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

PLN
PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLN
Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

PLN
Tahun Baru Energi Baru, PLN Tebar Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya lewat Aplikasi PLN Mobile

Tahun Baru Energi Baru, PLN Tebar Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya lewat Aplikasi PLN Mobile

PLN
PLN Siagakan 4.648 Unit SPKLU Selama Nataru, Konsumsi Listrik EV Meningkat 479 Persen

PLN Siagakan 4.648 Unit SPKLU Selama Nataru, Konsumsi Listrik EV Meningkat 479 Persen

PLN
Dukung Percepatan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, PLN Siapkan Infrastruktur Kelistrikan

Dukung Percepatan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, PLN Siapkan Infrastruktur Kelistrikan

PLN
Tarif Listrik Januari–Maret 2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Andal

Tarif Listrik Januari–Maret 2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Andal

PLN
Waspada Cuaca Ekstrem, PLN Siagakan 69.000 Personel Amankan Listrik Nataru 2025/2026

Waspada Cuaca Ekstrem, PLN Siagakan 69.000 Personel Amankan Listrik Nataru 2025/2026

PLN
PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Aceh Pulih, 20 Gardu Induk Kembali Beroperasi

PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Aceh Pulih, 20 Gardu Induk Kembali Beroperasi

PLN
Antisipasi Lonjakan Konsumsi Listrik Nataru 2025/2026, PLN Siapkan Cadangan Daya 7,1 GW

Antisipasi Lonjakan Konsumsi Listrik Nataru 2025/2026, PLN Siapkan Cadangan Daya 7,1 GW

PLN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com