Dari Air Sumur Kuning ke Air Jernih, Cerita Warga Condet Setelah Pakai PAM JAYA

Kompas.com - 10/06/2026, 14:36 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com – Beberapa bulan terakhir, warga Condet, Jakarta Timur, harus berhadapan dengan berbagai dampak pembangunan jaringan air minum perpipaan yang dilakukan PAM JAYA bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Kemacetan, penyempitan jalan, hingga debu sempat menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat selama proses pekerjaan berlangsung.

Namun, di balik ketidaknyamanan tersebut, manfaat pembangunan kini mulai dirasakan warga. Air minum perpipaan PAM JAYA telah mengalir ke sejumlah kawasan di Condet, menghadirkan akses air yang lebih jernih, praktis, dan berkualitas sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan air tanah.

Pembangunan jaringan perpipaan tersebut merupakan bagian dari upaya PAM JAYA mendukung target 100 persen cakupan layanan air minum perpipaan di Jakarta pada 2029.

Untuk mencapai target itu, pembangunan infrastruktur terus dilakukan di berbagai wilayah ibu kota.

Bagi warga Condet, pembangunan tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang yang mulai memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari.

Baca juga: BGN: MBG Bukan Hanya Program Pemberian Makan, tapi Investasi Jangka Panjang

Perubahan itu dirasakan langsung oleh Darkat, salah satu warga Condet yang telah beralih menggunakan layanan air minum perpipaan PAM JAYA.

Menurut Darkat, kualitas air yang diterimanya jauh lebih baik dibandingkan air sumur yang selama ini digunakan warga di lingkungannya.

“Air PAM sekarang cukup bagus, jernih dan saya merasa puas. Di daerah saya rata-rata air sumurnya kuning. Dari sisi pengeluaran juga terasa lebih hemat. Dulu kebutuhan pokok seperti listrik dan air bisa sampai sekitar Rp 600.000 per bulan, sekarang sekitar Rp 400.000 sampai Rp 450.000. Jadi saya berterima kasih kepada PAM JAYA karena sudah masuk ke lingkungan kami,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (10/6/2026).

Pengalaman serupa juga dirasakan Siti Nur. Ia mengaku tidak mengalami kendala selama menggunakan layanan air minum perpipaan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Air PAM bagus, bening, jernih untuk sehari-hari, terus tidak ada gangguan juga selama ini. Biayanya juga murah, cuma sekitar Rp 50.000 sebulan,” ungkap Siti.

Baca juga: Ikan Mati Massal di Irigasi, Perumdam Karawang Pastikan Kualitas Air Aman

Selain kualitas air yang lebih baik dan biaya yang lebih terjangkau, kehadiran layanan air minum perpipaan juga membawa perubahan dalam aktivitas harian warga.

Nara, warga Condet lainnya, merasakan manfaat tersebut setelah menggunakan air PAM JAYA.

“Sekarang mandi terasa lebih segar, cucian jadi lebih bersih, dan kulit juga terasa lebih baik,” tuturnya.

Pengalaman warga menunjukkan bahwa akses terhadap air bersih tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dasar rumah tangga, tetapi juga berdampak pada kenyamanan dan kualitas hidup sehari-hari.

Terkini Lainnya
Dari Air Sumur Kuning ke Air Jernih, Cerita Warga Condet Setelah Pakai PAM JAYA

Dari Air Sumur Kuning ke Air Jernih, Cerita Warga Condet Setelah Pakai PAM JAYA

PAM Jaya
Transformasi PAM JAYA Berbuah Prestasi, Raih 3 Rekor Muri dan Human Capital Award 2026

Transformasi PAM JAYA Berbuah Prestasi, Raih 3 Rekor Muri dan Human Capital Award 2026

PAM Jaya
Targetkan 100 Persen Air Minum Perpipaan pada 2029, PAM JAYA Resmi Jadi Perseroda Demi Layanan Kelas Dunia

Targetkan 100 Persen Air Minum Perpipaan pada 2029, PAM JAYA Resmi Jadi Perseroda Demi Layanan Kelas Dunia

PAM Jaya
Ketua Katar: Proyek Pipa PAM JAYA Investasi Peradaban untuk Selamatkan Jakarta

Ketua Katar: Proyek Pipa PAM JAYA Investasi Peradaban untuk Selamatkan Jakarta

PAM Jaya
PAM JAYA dan TP PKK DKI Jakarta Bagikan 357 Toren Gratis di Jaktim

PAM JAYA dan TP PKK DKI Jakarta Bagikan 357 Toren Gratis di Jaktim

PAM Jaya
PAM JAYA Tertibkan 15 Rumah Dinas di Pejompongan II, Penghuni Kooperatif Akan Dapa Bantuan Dana

PAM JAYA Tertibkan 15 Rumah Dinas di Pejompongan II, Penghuni Kooperatif Akan Dapa Bantuan Dana

PAM Jaya
Tak Lagi Krisis Air, Warga Semanan Kini Nikmati Layanan IPA Portabel PAM JAYA

Tak Lagi Krisis Air, Warga Semanan Kini Nikmati Layanan IPA Portabel PAM JAYA

PAM Jaya
Menandatangani NDA Bukan Sekadar Formalitas, tetapi Gerbang Kolaborasi dengan Tata Kelola Jelas

Menandatangani NDA Bukan Sekadar Formalitas, tetapi Gerbang Kolaborasi dengan Tata Kelola Jelas

PAM Jaya
Apresiasi Ibu di Hari Kartini, PAM JAYA Bagikan Toren Air Gratis

Apresiasi Ibu di Hari Kartini, PAM JAYA Bagikan Toren Air Gratis

PAM Jaya
 Sinergi PAM JAYA dan TP PKK DKI Jakarta Bagikan 270 Toren Air Gratis di Jakut

Sinergi PAM JAYA dan TP PKK DKI Jakarta Bagikan 270 Toren Air Gratis di Jakut

PAM Jaya
PAM JAYA Gelar Donor Darah, 1.849 Peserta Perempuan Antusias Daftar

PAM JAYA Gelar Donor Darah, 1.849 Peserta Perempuan Antusias Daftar

PAM Jaya
Kecakapan Komunikasi Digital Jadi Modal Utama Pemimpin Masa Depan

Kecakapan Komunikasi Digital Jadi Modal Utama Pemimpin Masa Depan

PAM Jaya
PAM JAYA Bangun Jaringan Perpipaan, Warga Muara Angke Tak Lagi Keluar Rp 1 Juta untuk Air Bersih

PAM JAYA Bangun Jaringan Perpipaan, Warga Muara Angke Tak Lagi Keluar Rp 1 Juta untuk Air Bersih

PAM Jaya
Program Kartu Air Sehat PAM Jaya Beri Tarif Murah Bagi RTSS dan RTS

Program Kartu Air Sehat PAM Jaya Beri Tarif Murah Bagi RTSS dan RTS

PAM Jaya
Terdampak Pekerjaan PLN, PAM JAYA Umumkan Penghentian Produksi Sementara IPA Pulogadung Selama 4 Jam

Terdampak Pekerjaan PLN, PAM JAYA Umumkan Penghentian Produksi Sementara IPA Pulogadung Selama 4 Jam

PAM Jaya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com