PAM JAYA Bangun Jaringan Perpipaan, Warga Muara Angke Tak Lagi Keluar Rp 1 Juta untuk Air Bersih

Kompas.com - 17/11/2025, 17:36 WIB
I Jalaludin S,
Dwinh

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kesulitan bertahun-tahun warga RW 22 Kampung Nelayan, Muara Angke, Jakarta Utara, akibat kesulitan akses air bersih segera berakhir. 

Direktur Utama Perusahaan Air Minum (PAM) JAYA Arief Nasrudin memastikan pembangunan jaringan air perpipaan akan segera digarap di wilayah tersebut pada triwulan II-2026.

"Kami hadir untuk memberikan solusi. Warga Muara Angke berhak mendapatkan akses air minum perpipaan yang layak, stabil, dan terjangkau,” ungkapnya dalam siaran pers, Senin (17/11/2025). 

Sebagaimana diketahui, kondisi air tanah payau di sekitar Muara Angke membuat warga bergantung pada air olahan sederhana dari RW atau pedagang keliling yang menjual air Rp 2.000–3.000 per jeriken. 

Dalam sebulan, warga pun harus mengeluarkan hingga Rp 1 juta untuk membeli air layak pakai. Sebagian warga merasa beban biaya ini berat. 

Baca juga: Alasan Pipa PAM Jaya Sering Bocor: Berusia 103 Tahun dan Tak Pernah Diganti Sejak 1922

Melihat situasi tersebut ramai dibicarakan publik, PAM JAYA turun ke lapangan untuk mengecek kondisi di lokasi. 

Hasil dari pengecekan itu adalah wilayah tersebut belum terhubung dengan jaringan perpipaan PAM JAYA. 

“Dengan jaringan perpipaan PAM JAYA, masyarakat tidak lagi terbebani biaya air yang tinggi dan bisa menikmati layanan yang aman serta berkualitas," ujar Arief.

PAM JAYA pun berkoordinasi dengan Kelurahan Pluit dan pengurus  RW 22 untuk membangun jaringan air minum perpipaan yang akan langsung mengalir  ke rumah-rumah warga. 

Pembangunan itu bukan hanya soal infrastruktur, tetapi upaya mewujudkan keadilan akses air bagi seluruh warga Jakarta, termasuk mereka yang selama ini belum terlayani. 

Baca juga: Subsidi Air PAM Jaya Capai Rp 66 Miliar, Tahun Depan Naik Hampir Dua Kali Lipat

Warga pun merespons sangat positif. Hingga kini, 200 warga sudah mendaftar sambungan baru dari total potensi sekitar 1.700 rumah. 

Pendaftaran itu menunjukkan harapan besar warga bahwa beban biaya air yang selama ini mereka tanggung akan segera berkurang. 

Pembangunan jaringan perpipaan di Muara Angke akan berjalan dengan dukungan masyarakat dan pemerintah setempat. 

PAM JAYA menegaskan, pembangunan itu bukan sekadar respons terhadap keluhan yang viral di media sosial, tetapi komitmen jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan warga melalui akses air bersih yang adil dan  berkelanjutan. 

Melalui upaya itu, PAM JAYA menegaskan pesan penting, yakni setiap keluhan akan didengar. Sebab, setiap warga berhak mendapatkan air layak, dan setiap wilayah yang belum terlayani akan menjadi prioritas.

Baca juga: Dirut PAM Jaya Bantah Ada Kenaikan Tarif, Sebut Hanya Salah Paham Migrasi Sistem

Di Muara Angke, perjalanan menuju air bersih memang panjang. Namun kini, harapan itu mulai mengalir. 

PAM JAYA pun berkomitmen untuk memastikan air bersih tidak lagi menjadi mimpi, tetapi menjadi kenyataan di setiap rumah warga. 

 

 

Terkini Lainnya
PAM JAYA Bangun Jaringan Perpipaan, Warga Muara Angke Tak Lagi Keluar Rp 1 Juta untuk Air Bersih

PAM JAYA Bangun Jaringan Perpipaan, Warga Muara Angke Tak Lagi Keluar Rp 1 Juta untuk Air Bersih

PAM Jaya
Program Kartu Air Sehat PAM Jaya Beri Tarif Murah Bagi RTSS dan RTS

Program Kartu Air Sehat PAM Jaya Beri Tarif Murah Bagi RTSS dan RTS

PAM Jaya
Terdampak Pekerjaan PLN, PAM JAYA Umumkan Penghentian Produksi Sementara IPA Pulogadung Selama 4 Jam

Terdampak Pekerjaan PLN, PAM JAYA Umumkan Penghentian Produksi Sementara IPA Pulogadung Selama 4 Jam

PAM Jaya
Hadapi Cuaca Ekstrem, PAM JAYA Sebar 100 Water Purifier Siap Minum di Fasum Jakarta

Hadapi Cuaca Ekstrem, PAM JAYA Sebar 100 Water Purifier Siap Minum di Fasum Jakarta

PAM Jaya
Lewat Difabel Empowering, PAM JAYA Buka Peluang Kerja bagi Penyandang Disabilitas

Lewat Difabel Empowering, PAM JAYA Buka Peluang Kerja bagi Penyandang Disabilitas

PAM Jaya
Perluas Akses Air Bersih, PAM JAYA Gratiskan Sambungan Baru untuk Warga Jakarta

Perluas Akses Air Bersih, PAM JAYA Gratiskan Sambungan Baru untuk Warga Jakarta

PAM Jaya
Jakarta Institute: DPRD DKI Jangan Ragu Setujui IPO PAM Jaya

Jakarta Institute: DPRD DKI Jangan Ragu Setujui IPO PAM Jaya

PAM Jaya
Pengamat: IPO PAM Jaya Bukan Ancaman, Justru Perkuat Hak Akses Air Bersih

Pengamat: IPO PAM Jaya Bukan Ancaman, Justru Perkuat Hak Akses Air Bersih

PAM Jaya
Perkuat Layanan Publik, PAM JAYA Teken Kerja Sama dengan Perseroda PITS

Perkuat Layanan Publik, PAM JAYA Teken Kerja Sama dengan Perseroda PITS

PAM Jaya
Wujudkan Target 100 Persen Layanan Air Perpipaan, PAM JAYA Resmikan IPA Pesanggrahan

Wujudkan Target 100 Persen Layanan Air Perpipaan, PAM JAYA Resmikan IPA Pesanggrahan

PAM Jaya
Kebocoran Air di Jalan Jatiwaringin Pondokgede Bekasi, PAM JAYA Minta Maaf dan Pastikan Kondisi Sudah Aman

Kebocoran Air di Jalan Jatiwaringin Pondokgede Bekasi, PAM JAYA Minta Maaf dan Pastikan Kondisi Sudah Aman

PAM Jaya
Peduli Kesehatan Anak, PAM JAYA Gelar Khitanan Massal 2025 untuk 1.280 Anak di Jakarta

Peduli Kesehatan Anak, PAM JAYA Gelar Khitanan Massal 2025 untuk 1.280 Anak di Jakarta

PAM Jaya
PAM JAYA Minta Maaf atas Kemacetan di Jalan TB Simatupang, Pastikan Pengerjaan Proyek Cepat dan Aman

PAM JAYA Minta Maaf atas Kemacetan di Jalan TB Simatupang, Pastikan Pengerjaan Proyek Cepat dan Aman

PAM Jaya
Gerak Cepat, PAM JAYA Pulihkan Distribusi Air Bersih di Cilincing

Gerak Cepat, PAM JAYA Pulihkan Distribusi Air Bersih di Cilincing

PAM Jaya
Lewat JMW 2025, PAM JAYA Dorong Akses Air Bersih untuk Jakarta Lebih Sehat dan Inklusif

Lewat JMW 2025, PAM JAYA Dorong Akses Air Bersih untuk Jakarta Lebih Sehat dan Inklusif

PAM Jaya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com