Kecakapan Komunikasi Digital Jadi Modal Utama Pemimpin Masa Depan

Kompas.com - 18/12/2025, 17:40 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) dan banjir informasi, kecakapan komunikasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan menjadi modal utama untuk bertahan dan berdaya saing.

Isu tersebut menjadi sorotan dalam seminar “Kecakapan Komunikasi di Dunia Digital” yang digelar di Kampus Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Pada kesempatan itu, Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Bidang Sosial Ekonomi dan Budaya Wijaya Kusumawardhana menilai, penguasaan literasi digital merupakan kunci untuk mencetak pemimpin masa depan.

Wijaya menjelaskan, media sosial saat ini menjadi ruang komunikasi yang menawarkan peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat digital.

Fenomena mass communication berbasis AI memungkinkan distribusi konten berlangsung lebih cepat dan terpersonalisasi, serta dapat dimanfaatkan sebagai alat strategis untuk memperluas jangkauan pesan dan meningkatkan efisiensi kampanye komunikasi.

Baca juga: Google Rilis Panduan untuk Bantu Laporan Keberlanjutan dengan AI

“Media sosial memberi ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi dan berpartisipasi, tetapi di saat yang sama platform ini rentan menjadi jalur penyebaran hoaks,” ujar Wijaya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (18/12/2025).

Dia menekankan, risiko bias algoritmik dan persoalan privasi perlu terus diwaspadai. Karena itu, kemampuan memverifikasi informasi menjadi semakin penting.

“Oleh karena itu, etika digital dan verifikasi informasi harus menjadi perhatian utama,” jelas Wijaya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan pengguna dalam menjaga data pribadi serta membangun budaya digital yang sehat dan bertanggung jawab.

Selain itu, Wijaya menyoroti kesenjangan digital yang masih cukup signifikan di Indonesia, terutama di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur dan literasi digital.

Kondisi tersebut berdampak pada akses kerja, mobilitas sosial, hingga kesempatan memanfaatkan teknologi secara optimal.

Baca juga: Polantas di China Pakai Kacamata AI, Bisa Periksa Kendaraan Dalam Sekejap

Konsep CABE untuk masyarakat digital

Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, Wijaya memperkenalkan konsep CABE sebagai panduan membentuk masyarakat digital yang bijak dan berdaya.

Konsep CABE terdiri dari empat komponen utama yang mendukung perilaku digital yang bertanggung jawab.

Pertama, cakap digital, yang menekankan kemampuan menggunakan teknologi secara tepat dan efisien untuk mencari informasi, berkomunikasi, dan menyelesaikan tugas.

Kedua, aman digital, yaitu pemahaman terhadap risiko daring serta keterampilan melindungi diri di ruang digital.

Ketiga, budaya digital, yang menekankan pemahaman nilai, norma, dan kebiasaan dalam komunitas daring.

Keempat, etika digital, yang mengingatkan pentingnya menjaga sopan santun, menghormati privasi, serta menghindari tindakan yang merugikan orang lain.

Baca juga: Tertekan Kekhawatiran Belanja AI, Wall Street Ditutup Melemah

Wijaya menegaskan, keempat aspek tersebut saling melengkapi dan penting untuk membentuk masyarakat digital yang bijak, aman, dan inklusif.

Tantangan dunia digital

Sementara itu, dosen IISIP sekaligus praktisi komunikasi digital Asrul M Mustaqim menekankan bahwa individu yang ingin berdaya saing di era digital harus menguasai komunikasi modern.

Ia mencontohkan konsep 4C Leadership versi Leadership and Literacy Now sebagai salah satu fondasi komunikasi modern yang perlu dikuasai.

Menurut Asrul, empat kompetensi inti dalam 4C Leadership merupakan kemampuan dasar untuk berdaya saing di ruang digital.

Pertama, curiosity atau rasa ingin tahu, yang menekankan pentingnya memverifikasi informasi serta membaca konteks pesan secara reflektif.

Baca juga: Nvidia Seriusi Bisnis Software AI lewat Akuisisi SchedMD

Kedua, clarity atau kejelasan, yakni kemampuan menyampaikan gagasan secara lugas agar pesan tidak menimbulkan ambiguitas.

Ketiga, complexity atau kompleksitas, yang menuntut kompetensi dalam menganalisis informasi dan mengambil keputusan di tengah situasi yang cepat dan penuh tantangan.

Keempat, capacity atau kapasitas, yaitu kemampuan adaptif untuk menghadapi perkembangan teknologi yang terus berubah.

Asrul menilai, keempat kompetensi tersebut saling berkaitan. Rasa ingin tahu melahirkan kejelasan, kejelasan membantu mengelola kompleksitas, dan pengelolaan kompleksitas pada akhirnya membangun kapasitas adaptif individu.

“Jika empat kemampuan ini berjalan bersama, kita dapat menjadi pemimpin digital yang kuat,” ujar Asrul.

Baca juga: Mozilla Tunjuk CEO Baru, Firefox Bersiap Jadi Browser AI

Aspek fundamental literasi digital

Asrul juga menegaskan bahwa literasi digital merupakan “mata uang baru abad ke-21” yang membuka peluang ekonomi sekaligus mendorong terciptanya dunia kerja yang lebih inovatif.

Ia memaparkan enam aspek fundamental literasi digital sebagai dasar komunikasi modern.

Pertama, information, data, and content, yaitu kemampuan menganalisis konten digital untuk menghindari misinformasi.

Kedua, teaching, learning, and self-development, yang menekankan pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran berkelanjutan dan pengembangan kapasitas diri.

Baca juga: Soal Risiko AI Bubble, Telkomsel Akan Lebih Cermat Investasi AI

Ketiga, communication, collaboration, and participation, yakni kemampuan menyampaikan pesan dengan jelas, bekerja sama, dan berpartisipasi secara etis.

Keempat, digital identity, wellbeing, safety, and security, yang berfokus pada perlindungan data pribadi dan keamanan digital.

Kelima, technical proficiency, yaitu kecakapan dalam mengoperasikan perangkat dan aplikasi komunikasi.

Keenam, creative, innovative, and research, yang menjadi dasar dalam menghasilkan gagasan baru, mengembangkan konten digital, serta meningkatkan kualitas komunikasi berbasis teknologi.

Melalui seminar tersebut, peserta memperoleh wawasan untuk berkomunikasi secara efektif, aman, dan bertanggung jawab di era digital.

Baca juga: Alasan Wamen Stella Tak Mau Tulis Buku tentang Coding dan AI untuk Anak

Penguasaan 4C Leadership, literasi digital, serta penerapan konsep CABE diharapkan dapat membekali generasi muda menjadi pemimpin digital yang cerdas, kritis, kreatif, kolaboratif, dan adaptif, sekaligus berkontribusi dalam membangun masyarakat digital yang bijak, aman, dan inklusif.

Terkini Lainnya
PAM JAYA Gelar Donor Darah, 1.849 Peserta Perempuan Antusias Daftar

PAM JAYA Gelar Donor Darah, 1.849 Peserta Perempuan Antusias Daftar

PAM Jaya
Kecakapan Komunikasi Digital Jadi Modal Utama Pemimpin Masa Depan

Kecakapan Komunikasi Digital Jadi Modal Utama Pemimpin Masa Depan

PAM Jaya
PAM JAYA Bangun Jaringan Perpipaan, Warga Muara Angke Tak Lagi Keluar Rp 1 Juta untuk Air Bersih

PAM JAYA Bangun Jaringan Perpipaan, Warga Muara Angke Tak Lagi Keluar Rp 1 Juta untuk Air Bersih

PAM Jaya
Program Kartu Air Sehat PAM Jaya Beri Tarif Murah Bagi RTSS dan RTS

Program Kartu Air Sehat PAM Jaya Beri Tarif Murah Bagi RTSS dan RTS

PAM Jaya
Terdampak Pekerjaan PLN, PAM JAYA Umumkan Penghentian Produksi Sementara IPA Pulogadung Selama 4 Jam

Terdampak Pekerjaan PLN, PAM JAYA Umumkan Penghentian Produksi Sementara IPA Pulogadung Selama 4 Jam

PAM Jaya
Hadapi Cuaca Ekstrem, PAM JAYA Sebar 100 Water Purifier Siap Minum di Fasum Jakarta

Hadapi Cuaca Ekstrem, PAM JAYA Sebar 100 Water Purifier Siap Minum di Fasum Jakarta

PAM Jaya
Lewat Difabel Empowering, PAM JAYA Buka Peluang Kerja bagi Penyandang Disabilitas

Lewat Difabel Empowering, PAM JAYA Buka Peluang Kerja bagi Penyandang Disabilitas

PAM Jaya
Perluas Akses Air Bersih, PAM JAYA Gratiskan Sambungan Baru untuk Warga Jakarta

Perluas Akses Air Bersih, PAM JAYA Gratiskan Sambungan Baru untuk Warga Jakarta

PAM Jaya
Jakarta Institute: DPRD DKI Jangan Ragu Setujui IPO PAM Jaya

Jakarta Institute: DPRD DKI Jangan Ragu Setujui IPO PAM Jaya

PAM Jaya
Pengamat: IPO PAM Jaya Bukan Ancaman, Justru Perkuat Hak Akses Air Bersih

Pengamat: IPO PAM Jaya Bukan Ancaman, Justru Perkuat Hak Akses Air Bersih

PAM Jaya
Perkuat Layanan Publik, PAM JAYA Teken Kerja Sama dengan Perseroda PITS

Perkuat Layanan Publik, PAM JAYA Teken Kerja Sama dengan Perseroda PITS

PAM Jaya
Wujudkan Target 100 Persen Layanan Air Perpipaan, PAM JAYA Resmikan IPA Pesanggrahan

Wujudkan Target 100 Persen Layanan Air Perpipaan, PAM JAYA Resmikan IPA Pesanggrahan

PAM Jaya
Kebocoran Air di Jalan Jatiwaringin Pondokgede Bekasi, PAM JAYA Minta Maaf dan Pastikan Kondisi Sudah Aman

Kebocoran Air di Jalan Jatiwaringin Pondokgede Bekasi, PAM JAYA Minta Maaf dan Pastikan Kondisi Sudah Aman

PAM Jaya
Peduli Kesehatan Anak, PAM JAYA Gelar Khitanan Massal 2025 untuk 1.280 Anak di Jakarta

Peduli Kesehatan Anak, PAM JAYA Gelar Khitanan Massal 2025 untuk 1.280 Anak di Jakarta

PAM Jaya
PAM JAYA Minta Maaf atas Kemacetan di Jalan TB Simatupang, Pastikan Pengerjaan Proyek Cepat dan Aman

PAM JAYA Minta Maaf atas Kemacetan di Jalan TB Simatupang, Pastikan Pengerjaan Proyek Cepat dan Aman

PAM Jaya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com