Program Kartu Air Sehat PAM Jaya Beri Tarif Murah Bagi RTSS dan RTS

Kompas.com - 01/11/2025, 20:21 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Aktivis dari Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru, Sugiyanto menyebut, tarif air PAM Jaya sejatinya sangat murah dibandingkan dengan tarif air di berbagai PDAM lainnya. Bahkan, harga air PAM Jaya jauh lebih murah jika dibandingkan harga Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan produk air minum lain.

"Sebagai ilustrasi, harga satu botol AMDK berukuran 1,5 liter bisa mencapai sekitar Rp 5.000. Sementara itu, tarif air minum PAM Jaya untuk kelompok Rumah Tangga Sangat Sederhana (RTSS) hanya Rp1000 per meter kubik (1.000 liter)," ujar Sugiyanto melalui rilis resmi yang diterima Kompas.com (1/11/2025). 

"Jika dibandingkan dengan harga satu galon air mineral (18 liter) yang berkisar Rp 20.000, maka tarif air PAM Jaya tetap jauh lebih murah," ujarnya menegaskan.

Satu meter kubik air PAM Jaya setara dengan 1.000 liter air, sehingga perbandingannya sangat signifikan. Dengan kata lain, harga air minum PAM Jaya benar-benar terjangkau bagi masyarakat.

Membandingkan air minum PAM dengan air minum dalam kemasan (AMDK) dan produk sejenis menjadi relevan, karena PAM Jaya tidak hanya memproduksi air bersih, tetapi juga termasuk dalam kategori air minum.

Secara prinsip, hasil produksi air PAM Jaya layak langsung dikonsumsi atau diminum. Produksi air minum PAM Jaya telah sesuai ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 mengenai Kesehatan Lingkungan.

PAM Jaya telah melakukan penyesuaian tarif air berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku, mengingat selama 17 tahun terakhir tidak pernah ada perubahan tarif.

Sugiyanto menambahkan, langkah ini sangat logis karena diperlukan guna menjaga keberlanjutan pelayanan dan peningkatan kualitas distribusi air bagi warga Jakarta. Sosialisasi kebijakan penyesuaian tarif juga telah dilakukan secara maksimal oleh PAM Jaya kepada masyarakat.

Penyesuaian tarif ini dilakukan agar PAM Jaya dapat memenuhi kebutuhan biaya produksi dalam rangka mewujudkan komitmen pelayanan 100 persen air minum bagi seluruh warga Jakarta pada tahun 2029.

Untuk mencapai target tersebut, PAM Jaya membutuhkan investasi besar dalam bentuk perluasan jaringan perpipaan, pemasangan pipa baru, serta penggantian pipa lama yang sudah tidak layak.

Menariknya, penyesuaian tarif justru memberikan keringanan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, terutama kelompok Rumah Tangga Sangat Sederhana (RTSS). Tarif air untuk kelompok ini hanya Rp 1.000 per meter kubik hingga pemakaian 10 meter kubik.

Lebih dari itu, PAM Jaya juga meluncurkan Program Kartu Air Sehat (KAS) sebagai bentuk bantuan khusus bagi pelanggan RTSS (kategori 2A1). Melalui program ini, pelanggan hanya membayar tarif flat Rp 1.000 per meter kubik, berapa pun jumlah pemakaiannya.

"Ini jelas merupakan tarif yang sangat murah dan membantu masyarakat kecil secara nyata," tutur Sugiyanto.

Selain untuk RTSS, Program KAS juga diberikan kepada kelompok Rumah Tangga Sederhana (RTS) atau kategori 2A2. Tarif air bagi kelompok ini hanya Rp 3.550 per meter kubik untuk pemakaian 1–20 meter kubik.

Padahal, tarif normal RTS adalah Rp 3.550 untuk pemakaian 1–10 meter kubik, Rp6.750 untuk pemakaian 10–20 meter kubik, dan Rp7.500 untuk pemakaian di atas 20 meter kubik.

Program KAS berlaku selama satu tahun dan dievaluasi secara berkala. Hingga 1 November 2025, tercatat sebanyak 441.955 pelanggan telah menerima manfaat dari program ini.

KAS diperuntukkan khusus bagi pelanggan rumah tangga kelas 2A1 (RTSS) dan 2A2 (RTS), tanpa perlu melakukan pendaftaran apa pun untuk memperoleh manfaatnya.

Pemegang KAS memperoleh tiga manfaat utama. Pertama, bantuan tarif khusus, di mana pelanggan 2A1 mendapatkan tarif flat Rp 1.000 per meter kubik untuk seluruh pemakaian air setiap bulan, sedangkan pelanggan 2A2 mendapatkan tarif flat Rp 3.550 per meter kubik untuk pemakaian 1–20 meter kubik pertama setiap bulan.

Kedua, layanan prioritas apabila terjadi gangguan suplai air. Dalam kondisi tersebut, PAM Jaya akan mengirimkan bantuan air melalui mobil tangki kepada pelanggan pemegang KAS.

Ketiga, kompensasi gangguan pelayanan, yaitu pengurangan tagihan pada bulan berikutnya bagi pelanggan 2A1 dan 2A2 yang mengalami gangguan suplai air dan telah melaporkannya ke Contact Center PAM Jaya sesuai ketentuan yang berlaku.

Syarat dan ketentuan program ini antara lain, bantuan hanya diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan dasar rumah tangga. Apabila ditemukan penyalahgunaan, maka bantuan dapat dibatalkan.

Pelanggan juga wajib membayar tagihan air secara tertib setiap bulan serta dilarang melakukan pelanggaran seperti merusak atau memanipulasi jaringan, melakukan sambungan ilegal, menyalahgunakan hidran, menghalangi petugas, atau bentuk pelanggaran lainnya.

Baca juga: Pramono Bagikan 300.000 Kartu Air Sehat, Warga Bisa Beli Air Bersih Harga Murah

Dengan adanya penyesuaian tarif dan dukungan program KAS, masyarakat diharapkan semakin bijak dan efisien dalam menggunakan air minum PAM Jaya. Penghematan air sangat penting untuk mencegah pemborosan yang dapat meningkatkan biaya tagihan.

"Pada intinya, gunakan air secukupnya untuk kebutuhan pokok dan hindari pemakaian yang berlebihan," pesan Sugiyanto.

"Menjadi penting bagi PAM Jaya untuk memastikan bahwa golongan pelanggan tersebut sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Langkah ini bertujuan agar program KAS benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak dan memang seharusnya menerima bantuan," pungkasnya.

Terkini Lainnya
PAM JAYA Gelar Donor Darah, 1.849 Peserta Perempuan Antusias Daftar

PAM JAYA Gelar Donor Darah, 1.849 Peserta Perempuan Antusias Daftar

PAM Jaya
Kecakapan Komunikasi Digital Jadi Modal Utama Pemimpin Masa Depan

Kecakapan Komunikasi Digital Jadi Modal Utama Pemimpin Masa Depan

PAM Jaya
PAM JAYA Bangun Jaringan Perpipaan, Warga Muara Angke Tak Lagi Keluar Rp 1 Juta untuk Air Bersih

PAM JAYA Bangun Jaringan Perpipaan, Warga Muara Angke Tak Lagi Keluar Rp 1 Juta untuk Air Bersih

PAM Jaya
Program Kartu Air Sehat PAM Jaya Beri Tarif Murah Bagi RTSS dan RTS

Program Kartu Air Sehat PAM Jaya Beri Tarif Murah Bagi RTSS dan RTS

PAM Jaya
Terdampak Pekerjaan PLN, PAM JAYA Umumkan Penghentian Produksi Sementara IPA Pulogadung Selama 4 Jam

Terdampak Pekerjaan PLN, PAM JAYA Umumkan Penghentian Produksi Sementara IPA Pulogadung Selama 4 Jam

PAM Jaya
Hadapi Cuaca Ekstrem, PAM JAYA Sebar 100 Water Purifier Siap Minum di Fasum Jakarta

Hadapi Cuaca Ekstrem, PAM JAYA Sebar 100 Water Purifier Siap Minum di Fasum Jakarta

PAM Jaya
Lewat Difabel Empowering, PAM JAYA Buka Peluang Kerja bagi Penyandang Disabilitas

Lewat Difabel Empowering, PAM JAYA Buka Peluang Kerja bagi Penyandang Disabilitas

PAM Jaya
Perluas Akses Air Bersih, PAM JAYA Gratiskan Sambungan Baru untuk Warga Jakarta

Perluas Akses Air Bersih, PAM JAYA Gratiskan Sambungan Baru untuk Warga Jakarta

PAM Jaya
Jakarta Institute: DPRD DKI Jangan Ragu Setujui IPO PAM Jaya

Jakarta Institute: DPRD DKI Jangan Ragu Setujui IPO PAM Jaya

PAM Jaya
Pengamat: IPO PAM Jaya Bukan Ancaman, Justru Perkuat Hak Akses Air Bersih

Pengamat: IPO PAM Jaya Bukan Ancaman, Justru Perkuat Hak Akses Air Bersih

PAM Jaya
Perkuat Layanan Publik, PAM JAYA Teken Kerja Sama dengan Perseroda PITS

Perkuat Layanan Publik, PAM JAYA Teken Kerja Sama dengan Perseroda PITS

PAM Jaya
Wujudkan Target 100 Persen Layanan Air Perpipaan, PAM JAYA Resmikan IPA Pesanggrahan

Wujudkan Target 100 Persen Layanan Air Perpipaan, PAM JAYA Resmikan IPA Pesanggrahan

PAM Jaya
Kebocoran Air di Jalan Jatiwaringin Pondokgede Bekasi, PAM JAYA Minta Maaf dan Pastikan Kondisi Sudah Aman

Kebocoran Air di Jalan Jatiwaringin Pondokgede Bekasi, PAM JAYA Minta Maaf dan Pastikan Kondisi Sudah Aman

PAM Jaya
Peduli Kesehatan Anak, PAM JAYA Gelar Khitanan Massal 2025 untuk 1.280 Anak di Jakarta

Peduli Kesehatan Anak, PAM JAYA Gelar Khitanan Massal 2025 untuk 1.280 Anak di Jakarta

PAM Jaya
PAM JAYA Minta Maaf atas Kemacetan di Jalan TB Simatupang, Pastikan Pengerjaan Proyek Cepat dan Aman

PAM JAYA Minta Maaf atas Kemacetan di Jalan TB Simatupang, Pastikan Pengerjaan Proyek Cepat dan Aman

PAM Jaya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com