Idul Adha 1447 H, Waskita Karya Salurkan Hampir 100 Hewan Kurban ke Berbagai Daerah

Kompas.com - 26/05/2026, 20:59 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk akan menyalurkan hampir 100 hewan kurban ke berbagai daerah di Indonesia dalam rangka perayaan Idul Adha 1447 Hijriah (H).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan, mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus mewujudkan kepedulian sosial terhadap sesama

Penyaluran hewan kurban dilakukan kepada warga di sekitar kantor pusat Waskita Karya di Jakarta serta sejumlah wilayah proyek strategis perseroan, mulai dari Aceh, Sumatera Selatan, Sukabumi, Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Ibu Kota Nusantara (IKN), hingga Sulawesi Selatan.

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, hewan kurban yang disalurkan terdiri atas puluhan sapi dan kambing yang telah memenuhi standar kesehatan serta dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

“Melalui penyaluran hewan kurban pada Idul Adha tahun ini, Waskita Karya berkomitmen menanamkan nilai sosial sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat di sekitar proyek. Berkurban bukan hanya berbagi daging, tetapi juga menyampaikan pesan kasih sayang, kebersamaan, dan kepedulian melalui tindakan nyata yang bermanfaat,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Selasa (26/5/2026).

Baca juga: Bukan di Masjid Agung, Presiden Prabowo Kurban Sapi Panda ke Mushala Palembang

Ermy menambahkan, program kurban tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga harmonisasi antara pembangunan infrastruktur dan keberlanjutan sosial masyarakat. Penyediaan hewan kurban tahun ini juga melibatkan peternak lokal di sejumlah daerah.

Bangun dan Renovasi Lima Masjid Besar

Masjid Sheikh Zayed Solo menjadi salah satu masjid ikonik yang dibangun PT Waskita Karya. Bangunan hibah dari Uni Emirat Arab tersebut mampu menampung hingga 15.000 jemaah.Dok. Waskita Karya Masjid Sheikh Zayed Solo menjadi salah satu masjid ikonik yang dibangun PT Waskita Karya. Bangunan hibah dari Uni Emirat Arab tersebut mampu menampung hingga 15.000 jemaah.

Sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang telah berpengalaman lebih dari 65 tahun di sektor konstruksi, Waskita Karya turut berkontribusi dalam pembangunan dan renovasi sejumlah masjid besar di Indonesia yang menjadi pusat kegiatan ibadah masyarakat, termasuk saat pelaksanaan salat Idul Adha.

Masjid-masjid tersebut meliputi Masjid Istiqlal di Jakarta, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh, Masjid Sheikh Zayed di Solo, Masjid Raya Baiturrahman di Semarang, serta Masjid Nasional Al-Akbar di Surabaya. Kelimanya mampu menampung hingga sekitar 200.000 jemaah.

“Pembangunan sejumlah masjid ini merupakan bentuk dukungan perseroan dalam menyediakan sarana ibadah yang representatif bagi umat Islam. Kami ingin masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk, aman, dan nyaman,” kata Ermy.

Menurut dia, dalam pengerjaan proyek masjid, Waskita tidak hanya memperhatikan kualitas konstruksi, tetapi juga mempertimbangkan nilai sejarah dan karakter arsitektur bangunan agar identitas aslinya tetap terjaga.

Baca juga: Pesan Anwar Hafid Saat Shalat Id di Masjid Raya Baitul Khairaat

Salah satunya terlihat pada renovasi Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh yang dilakukan pada 2015.

Masjid yang berdiri sejak 1612 tersebut mempertahankan karakter arsitekturnya dengan sentuhan desain yang terinspirasi dari Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.

Masjid berkapasitas lebih dari 24.000 jemaah itu dilengkapi 12 payung raksasa dan deretan pohon kurma di area halaman sehingga menambah kemiripan dengan Masjid Nabawi.

Hingga kini, Masjid Raya Baiturrahman tetap menjadi salah satu destinasi wisata religi dan budaya utama di Banda Aceh.

Pendekatan serupa diterapkan saat renovasi Masjid Raya Baiturrahman Semarang. Waskita mempertahankan desain utama bergaya arsitektur tradisional Jawa dengan struktur limasan, sekaligus menambahkan sejumlah elemen pendukung untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Baca juga: Menguak Sisi Tersembunyi di Balik Karya Arsitektur, Saat Kualitas Bangunan Bukan Lagi Rahasia

“Desain masjid tetap dipertahankan dengan gaya arsitektur tradisional Jawa yang mengadopsi struktur limasan. Kami hanya menambahkan beberapa elemen, seperti kolam air, untuk menciptakan suasana yang lebih sejuk di sekitar masjid,” jelas Ermy.

Renovasi masjid tersebut diselesaikan dalam waktu 11 bulan dengan dukungan teknologi Building Automation System (BAS) yang mengintegrasikan sistem tata udara, special lighting, serta control equipment untuk sistem Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP).

Waskita juga menjadi kontraktor pembangunan Masjid Sheikh Zayed Solo yang merupakan hibah dari Uni Emirat Arab (UEA) kepada Indonesia sekaligus simbol hubungan persahabatan kedua negara.

“Masjid yang dibangun oleh Waskita pada 2021 itu diselesaikan tepat waktu. Perseroan juga menerapkan konsep green building dan menghadirkan berbagai fasilitas berbasis teknologi modern,” ujar Ermy.

Meski mengadopsi desain Masjid Sheikh Zayed di Abu Dhabi, bangunan berkapasitas hingga 15.000 jemaah tersebut tetap menampilkan identitas lokal melalui penggunaan motif batik kawung pada lantai dan sejumlah elemen interior.

Baca juga: Jelang Shalat Idul Fitri, Kapasitas Masjid Nasional Al Akbar Surabaya Diperluas

Pada 2022, Waskita turut melakukan renovasi Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Selain mempercantik tampilan fasad, perusahaan juga memperkuat struktur bangunan dan meningkatkan kenyamanan fasilitas bagi para jemaah.

Masjid terbesar kedua di Indonesia tersebut mampu menampung hingga 45.000 jemaah sehingga menjadi salah satu lokasi favorit masyarakat untuk melaksanakan salat Idul Fitri maupun salat Idul Adha.

“Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya merupakan mahakarya arsitektur yang memadukan estetika modern dengan nilai-nilai Islam. Setiap bagian bangunannya dirancang untuk menciptakan harmoni sekaligus memperkuat posisinya sebagai ikon religi di Jawa Timur,” tutur Ermy.

Selain itu, Waskita juga terlibat dalam renovasi Masjid Istiqlal yang rampung pada 2021. Masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut kini dilengkapi berbagai teknologi modern yang mendukung penerapan konsep green building.

Ermy berharap masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas ibadah tersebut untuk menjalankan salat Idul Adha bersama keluarga dengan aman dan nyaman.

Baca juga: Tradisi Toron Warga Madura Jelang Idul Adha, Arus Kendaraan di Suramadu Meningkat 500 Persen

“Kelima masjid yang dibangun maupun direnovasi Waskita menjadi simbol peradaban Islam di berbagai daerah. Kami berharap masyarakat dapat merayakan Idul Adha dengan penuh khidmat dan suka cita,” pungkasnya.

Terkini Lainnya
Idul Adha 1447 H, Waskita Karya Salurkan Hampir 100 Hewan Kurban ke Berbagai Daerah

Idul Adha 1447 H, Waskita Karya Salurkan Hampir 100 Hewan Kurban ke Berbagai Daerah

Waskita Karya
Waskita Karya Bangun Mataf Ka'bah untuk Sambut Jemaah Haji Sedunia

Waskita Karya Bangun Mataf Ka'bah untuk Sambut Jemaah Haji Sedunia

Waskita Karya
Waskita Karya Kebut Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B, Tes Jalur Lintasan Berjalan Lancar

Waskita Karya Kebut Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B, Tes Jalur Lintasan Berjalan Lancar

Waskita Karya
Mensos Tinjau Sekolah Rakyat di Surabaya, Waskita Karya Pastikan Proyek Rampung Tepat Waktu

Mensos Tinjau Sekolah Rakyat di Surabaya, Waskita Karya Pastikan Proyek Rampung Tepat Waktu

Waskita Karya
Waskita Karya Dorong Percepatan Proyek Sekolah Rakyat di Jatim, Hampir 4.000 Pekerja Kerja Siang dan Malam

Waskita Karya Dorong Percepatan Proyek Sekolah Rakyat di Jatim, Hampir 4.000 Pekerja Kerja Siang dan Malam

Waskita Karya
Progres LRT Jakarta Fase 1B Capai 91,86 Persen, Waskita Karya Percepat Pembangunan

Progres LRT Jakarta Fase 1B Capai 91,86 Persen, Waskita Karya Percepat Pembangunan

Waskita Karya
Sesuai Arahan BP BUMN Bersama Danantara, Waskita Karya Siap Percepat Transformasi dan Restrukturisasi

Sesuai Arahan BP BUMN Bersama Danantara, Waskita Karya Siap Percepat Transformasi dan Restrukturisasi

Waskita Karya
Menteri Dody: Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Surabaya yang Dikerjakan Waskita Karya Progresnya Baik

Menteri Dody: Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Surabaya yang Dikerjakan Waskita Karya Progresnya Baik

Waskita Karya
Konsisten Lakukan Penyehatan Keuangan, Waskita Karya Catat Nilai Kontrak Baru Rp 12,52 Triliun Sepanjang 2025

Konsisten Lakukan Penyehatan Keuangan, Waskita Karya Catat Nilai Kontrak Baru Rp 12,52 Triliun Sepanjang 2025

Waskita Karya
Gelar Shalat Idul Fitri, 5 Masjid Garapan Waskita Karya Siap Sambut Ratusan Ribu Jemaah

Gelar Shalat Idul Fitri, 5 Masjid Garapan Waskita Karya Siap Sambut Ratusan Ribu Jemaah

Waskita Karya
Waskita Karya Kembali Gelar Mudik Bersama BUMN, Ratusan Pemudik Diberangkatkan dari Jakarta

Waskita Karya Kembali Gelar Mudik Bersama BUMN, Ratusan Pemudik Diberangkatkan dari Jakarta

Waskita Karya
Waskita Toll Road Pastikan Tol Pemalang–Batang Siap Dukung Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Waskita Toll Road Pastikan Tol Pemalang–Batang Siap Dukung Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Waskita Karya
Jelang Malam Nuzulul Quran, Mataf Masjidil Haram Garapan Waskita Karya Siap Tampung 105.000 Jemaah

Jelang Malam Nuzulul Quran, Mataf Masjidil Haram Garapan Waskita Karya Siap Tampung 105.000 Jemaah

Waskita Karya
Waskita Karya dan Kementerian PU Rampungkan Puluhan Huntara di Aceh Utara, Sudah Mulai Ditempati

Waskita Karya dan Kementerian PU Rampungkan Puluhan Huntara di Aceh Utara, Sudah Mulai Ditempati

Waskita Karya
Waskita Karya Bersama Danantara Serahkan 600 Huntara ke Pemkab Aceh Tamiang

Waskita Karya Bersama Danantara Serahkan 600 Huntara ke Pemkab Aceh Tamiang

Waskita Karya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com