Waskita Karya Bangun Mataf Ka'bah untuk Sambut Jemaah Haji Sedunia

Kompas.com - 26/05/2026, 20:49 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk terus membangun infrastruktur, tidak hanya di Tanah Air, tetapi juga di luar negeri, seperti di kawasan Timur Tengah.

Waskita Karya merupakan salah satu perusahaan konstruksi di Indonesia yang memiliki lisensi operasional lengkap dan kehadiran resmi di Arab Saudi.

Dengan sejumlah lisensi tersebut, perseroan dapat berpartisipasi dalam berbagai proyek konstruksi di Timur Tengah.

Sebelumnya, Waskita Karya juga telah merampungkan sejumlah infrastruktur di Arab Saudi. Salah satu proyek paling monumental yang dikerjakan Waskita Karya adalah renovasi area terbuka yang mengelilingi Ka'bah atau mataf di Masjidil Haram.

Konstruksi yang dikerjakan pada 2013 tersebut merupakan bagian dari perluasan King Abdullah Makkah Extension (KAME) senilai 59 juta riyal Saudi.

Baca juga: Ini Jejak Proyek Perluasan Mataf Masjidil Haram Garapan Waskita

Pengerjaan proyek tersebut bertujuan menampung lebih banyak orang. Dengan begitu, para jemaah dapat beribadah dengan lebih tenang dan nyaman selama berada di Tanah Suci.

Memasuki musim haji seperti saat ini, Masjidil Haram kembali dipadati jutaan umat Muslim dari seluruh dunia. Jemaah asal Indonesia kembali mendominasi dengan jumlah mencapai 221.000 orang.

 

"Sebelumnya, mataf hanya dapat menampung 48.000 jemaah. Namun, setelah direnovasi bisa memuat hingga lebih dari 105.000 jemaah," ujar Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Selasa (26/5/2026).

Bagi Waskita, lanjut dia, perluasan area mataf bukan sekadar proyek konstruksi, melainkan wujud komitmen perseroan dalam menghadirkan infrastruktur yang memberi manfaat luas bagi masyarakat internasional.

Pasalnya, Masjidil Haram merupakan salah satu pusat ibadah umat Islam yang setiap tahun dikunjungi jutaan jemaah dari berbagai negara.

Baca juga: Wakil Emir Makkah Pantau Kesiapan Mataf Masjidil Haram Jelang Haji 2026

King Abdullah Financial District (KAFD) di Riyadh, Arab Saudi.Dok. Waskita Karya King Abdullah Financial District (KAFD) di Riyadh, Arab Saudi.

Ermy menuturkan, metode yang digunakan dalam penyelesaian proyek mataf adalah formwork slab dan cantilever beam yang berfungsi sebagai acuan atau cetakan sementara untuk membuat struktur beton sesuai desain yang diinginkan, sehingga lebih presisi dan menghemat waktu serta biaya.

Sementara itu, pada bagian bekisting atau cetakan sementara dinding balok digunakan panel baja, sedangkan bagian bawah menggunakan tripleks dan kayu penyangga.

Mataf bukan satu-satunya proyek yang berhasil dirampungkan Waskita Karya di Arab Saudi. Perseroan juga mengerjakan King Saud Fitness College pada 2011 dengan nilai kontrak sebesar 16 juta riyal Saudi.

Selain itu, Waskita Karya membangun King Saud University of Riyadh Techno Valley & Building Administration College di Riyadh pada 2009 dengan nilai proyek mencapai 50 juta riyal Saudi.

Baca juga: Riyadh Arab Saudi Menghijau, RTH Tembus 1 Juta Meter Persegi dengan 762 Taman

Ilustrasi proyek jalan Waskita Karya di Timur Tengah.Dok. Waskita Karya Ilustrasi proyek jalan Waskita Karya di Timur Tengah.

Kemudian, pada periode 2010–2012, perseroan membangun King Abdullah Financial District (KAFD) yang terdiri dari 31 lantai. Jeddah Flyover dan King Faisal Specialist Hospital di Jeddah juga menjadi bagian dari portofolio proyek internasional Perseroan.

"Pembangunan sejumlah proyek di Arab Saudi memperkuat posisi Waskita Karya sebagai perusahaan kontraktor yang telah berpengalaman selama 65 tahun mengerjakan lebih dari 100 infrastruktur dalam 10 tahun terakhir, seperti gedung pencakar langit, masjid, sekolah, infrastruktur konektivitas, bandara, infrastruktur air, dan sebagainya. Tidak hanya secara nasional, tetapi juga internasional," tegas Ermy.

Ke depannya, lanjut dia, perseroan akan terus melebarkan sayap ke proyek-proyek mancanegara, khususnya di Arab Saudi.

Manajemen Waskita Karya optimistis dapat mewujudkan langkah tersebut melalui berbagai strategi, salah satunya menjalin kemitraan strategis agar lebih mudah menangkap peluang dan mengikuti tender proyek infrastruktur di Arab Saudi maupun negara-negara Timur Tengah lainnya.

Baca juga: Arab Saudi Andalkan Drone untuk Bantu Jemaah Haji di Tengah Panas Ekstrem

Terkini Lainnya
Idul Adha 1447 H, Waskita Karya Salurkan Hampir 100 Hewan Kurban ke Berbagai Daerah

Idul Adha 1447 H, Waskita Karya Salurkan Hampir 100 Hewan Kurban ke Berbagai Daerah

Waskita Karya
Waskita Karya Bangun Mataf Ka'bah untuk Sambut Jemaah Haji Sedunia

Waskita Karya Bangun Mataf Ka'bah untuk Sambut Jemaah Haji Sedunia

Waskita Karya
Waskita Karya Kebut Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B, Tes Jalur Lintasan Berjalan Lancar

Waskita Karya Kebut Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B, Tes Jalur Lintasan Berjalan Lancar

Waskita Karya
Mensos Tinjau Sekolah Rakyat di Surabaya, Waskita Karya Pastikan Proyek Rampung Tepat Waktu

Mensos Tinjau Sekolah Rakyat di Surabaya, Waskita Karya Pastikan Proyek Rampung Tepat Waktu

Waskita Karya
Waskita Karya Dorong Percepatan Proyek Sekolah Rakyat di Jatim, Hampir 4.000 Pekerja Kerja Siang dan Malam

Waskita Karya Dorong Percepatan Proyek Sekolah Rakyat di Jatim, Hampir 4.000 Pekerja Kerja Siang dan Malam

Waskita Karya
Progres LRT Jakarta Fase 1B Capai 91,86 Persen, Waskita Karya Percepat Pembangunan

Progres LRT Jakarta Fase 1B Capai 91,86 Persen, Waskita Karya Percepat Pembangunan

Waskita Karya
Sesuai Arahan BP BUMN Bersama Danantara, Waskita Karya Siap Percepat Transformasi dan Restrukturisasi

Sesuai Arahan BP BUMN Bersama Danantara, Waskita Karya Siap Percepat Transformasi dan Restrukturisasi

Waskita Karya
Menteri Dody: Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Surabaya yang Dikerjakan Waskita Karya Progresnya Baik

Menteri Dody: Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Surabaya yang Dikerjakan Waskita Karya Progresnya Baik

Waskita Karya
Konsisten Lakukan Penyehatan Keuangan, Waskita Karya Catat Nilai Kontrak Baru Rp 12,52 Triliun Sepanjang 2025

Konsisten Lakukan Penyehatan Keuangan, Waskita Karya Catat Nilai Kontrak Baru Rp 12,52 Triliun Sepanjang 2025

Waskita Karya
Gelar Shalat Idul Fitri, 5 Masjid Garapan Waskita Karya Siap Sambut Ratusan Ribu Jemaah

Gelar Shalat Idul Fitri, 5 Masjid Garapan Waskita Karya Siap Sambut Ratusan Ribu Jemaah

Waskita Karya
Waskita Karya Kembali Gelar Mudik Bersama BUMN, Ratusan Pemudik Diberangkatkan dari Jakarta

Waskita Karya Kembali Gelar Mudik Bersama BUMN, Ratusan Pemudik Diberangkatkan dari Jakarta

Waskita Karya
Waskita Toll Road Pastikan Tol Pemalang–Batang Siap Dukung Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Waskita Toll Road Pastikan Tol Pemalang–Batang Siap Dukung Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Waskita Karya
Jelang Malam Nuzulul Quran, Mataf Masjidil Haram Garapan Waskita Karya Siap Tampung 105.000 Jemaah

Jelang Malam Nuzulul Quran, Mataf Masjidil Haram Garapan Waskita Karya Siap Tampung 105.000 Jemaah

Waskita Karya
Waskita Karya dan Kementerian PU Rampungkan Puluhan Huntara di Aceh Utara, Sudah Mulai Ditempati

Waskita Karya dan Kementerian PU Rampungkan Puluhan Huntara di Aceh Utara, Sudah Mulai Ditempati

Waskita Karya
Waskita Karya Bersama Danantara Serahkan 600 Huntara ke Pemkab Aceh Tamiang

Waskita Karya Bersama Danantara Serahkan 600 Huntara ke Pemkab Aceh Tamiang

Waskita Karya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com