Respons Cepat PLN Pulihkan Listrik Pascabencana, Warga Bali Kembali Beraktivitas

Kompas.com - 13/09/2025, 17:39 WIB
Yogarta Awawa Prabaning Arka,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) telah menormalkan kembali jaringan listrik di Bali, Kamis (11/9/2025) sekitar pukul 19.45 WITA. Sebelumnya, jaringan listrik dihentikan sementara akibat banjir dan longsor.

Lebih dari 90.000 pelanggan yang sebelumnya terdampak kini kembali menikmati pasokan listrik.

Pemulihan jaringan listrik dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan masyarakat. Upaya ini juga diprioritaskan untuk memastikan pasokan ke fasilitas vital tetap terjaga, seperti rumah sakit dan layanan publik.

Direktur Distribusi PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri menegaskan, keselamatan pelanggan dan keandalan pasokan listrik tetap menjadi prioritas utama PLN, meski dalam kondisi darurat.

Baca juga: Mau Pasang Listrik Baru PLN September 2025? Cek Rincian Biayanya

Ia menjelaskan, penghentian sementara aliran listrik di sejumlah titik dilakukan untuk melindungi pelanggan dan aset masyarakat. Setelah kondisi dipastikan aman, jaringan segera dinormalkan kembali.

“Selama proses tersebut, kami memastikan fasilitas vital tetap mendapat pasokan listrik, seperti rumah sakit, bandara, dan layanan publik lainnya,” ujar Arsyadany dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (13/9/2025).

Baca juga: Sejumlah Wilayah di Bali Mati Listrik 2-4 Jam, Ini Penjelasan PLN Bali

Arsyadany juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang sigap memberikan informasi lapangan. Hal ini sangat membantu tim PLN dalam mempercepat pemulihan jaringan listrik di wilayah terdampak.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali Eric Rossi Priyo Nugroho menyampaikan bahwa PLN telah mengerahkan 973 personel yang bersiaga 24 jam untuk mengamankan pasokan listrik di wilayah terdampak.

Baca juga: PLN Hadirkan Diskon Tambah Daya 50 Persen, Hanya Berlaku hingga 17 September 2025

Tim PLN bekerja siang dan malam untuk mempercepat pemulihan pasokan listrik. Terlebih, masyarakat di Bali tengah merayakan Hari Raya Pagerwesi.

“Prioritas kami adalah memastikan layanan di rumah sakit dan bandara tetap terjaga. Selanjutnya, pemulihan dilakukan bertahap untuk pelanggan umum,” kata Eric.

PLN berhasil menormalkan jaringan listrik di Bali. DOK. PLN. PLN berhasil menormalkan jaringan listrik di Bali.

PLN, lanjut Eric, sempat menghentikan sementara pasokan listrik pada 6 penyulang dan 52 gardu akibat banjir. Pihaknya juga mematikan 11 penyulang dan 527 gardu karena terdampak angin kencang dan longsor.

PLN mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap bahaya listrik di tengah banjir. Masyarakat diminta segera mematikan listrik melalui MCB di kWh meter jika air mulai masuk rumah. Hindari kontak dengan peralatan listrik dan menggunakan penerangan darurat yang aman.

“Jika butuh bantuan, masyarakat dapat melaporkan gangguan melalui aplikasi PLN Mobile atau contact center 123," tutur Eric.

Salah satu pelanggan dari sektor perhotelan di Kuta, Badung, Bali, Kusno Hariyanto, mengatakan, langkah responsif PLN sangat membantu menjaga operasional di tengah bencana.

Oleh karena itu, ia berterima kasih kepada PLN yang cepat membantu mengamankan aliran listrik di area terdampak banjir.

“(Normalisasi jaringan listrik) ini sangat membantu kami dalam proses evakuasi dan pembersihan sehingga operasional kami bisa kembali berjalan normal,” ujar Kusno.

Terkini Lainnya
PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN
ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

PLN
Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

PLN
Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile

PLN
Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile

PLN
PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

PLN Percepat Pemulihan Listrik di Aceh, 6.432 Desa Kembali Menyala

PLN
PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLTA Sipansihaporas, Bukti Komitmen PLN Minimalkan Risiko Banjir di Tapanuli Tengah

PLN
Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

Terangi Aceh Pascabencana, PLN Distribusikan 1.000 Genset ke Wilayah Terparah

PLN
Tahun Baru Energi Baru, PLN Tebar Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya lewat Aplikasi PLN Mobile

Tahun Baru Energi Baru, PLN Tebar Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya lewat Aplikasi PLN Mobile

PLN
PLN Siagakan 4.648 Unit SPKLU Selama Nataru, Konsumsi Listrik EV Meningkat 479 Persen

PLN Siagakan 4.648 Unit SPKLU Selama Nataru, Konsumsi Listrik EV Meningkat 479 Persen

PLN
Dukung Percepatan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, PLN Siapkan Infrastruktur Kelistrikan

Dukung Percepatan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, PLN Siapkan Infrastruktur Kelistrikan

PLN
Tarif Listrik Januari–Maret 2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Andal

Tarif Listrik Januari–Maret 2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Andal

PLN
Waspada Cuaca Ekstrem, PLN Siagakan 69.000 Personel Amankan Listrik Nataru 2025/2026

Waspada Cuaca Ekstrem, PLN Siagakan 69.000 Personel Amankan Listrik Nataru 2025/2026

PLN
PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Aceh Pulih, 20 Gardu Induk Kembali Beroperasi

PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Aceh Pulih, 20 Gardu Induk Kembali Beroperasi

PLN
Antisipasi Lonjakan Konsumsi Listrik Nataru 2025/2026, PLN Siapkan Cadangan Daya 7,1 GW

Antisipasi Lonjakan Konsumsi Listrik Nataru 2025/2026, PLN Siapkan Cadangan Daya 7,1 GW

PLN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com