KOMPAS.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk ( PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina menegaskan ketahanan model bisnisnya di tengah ketidakpastian global, seperti gejolak geopolitik dan potensi dampak kebijakan proteksionisme Amerika Serikat (AS).
Dengan struktur bisnis terintegrasi yang sepenuhnya berbasis domestik, dari pasokan, infrastruktur, hingga pasar pelanggan, PGN mampu menjaga stabilitas operasional dan keuangannya secara konsisten.
“PGN memiliki resiliensi tinggi terhadap volatilitas global karena 93 persen pasokan berasal dari sumber domestik, didukung infrastruktur yang seluruhnya berada di Indonesia, serta portofolio pelanggan yang berorientasi domestik. Ketiga faktor ini menjadikan eksposur PGN terhadap risiko eksternal relatif minim.” ujar Direktur Utama PGN Arief S. Handoko dalam keterangan resminya, Senin (14/7/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan Arief dalam Seminar Emiten 2025 yang diselenggarakan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di Jakarta, Selasa (8/7/2025).
Baca juga: 35 Emiten Lakukan Buyback Tanpa RUPS hingga Akhir Juni 2025, Nilainya Rp 3,38 Triliun
Ketegangan geopolitik dan kebijakan luar negeri AS diperkirakan menekan nilai tukar rupiah dan harga energi global.
Akibatnya, sektor ekspor termasuk elektronik, garmen, dan kulit, berpotensi menurunkan aktivitas produksi, sehingga konsumsi gas industri diprediksi turun sekitar 2,34 persen.
Di sisi pasokan, kekhawatiran muncul karena ada potensi gangguan pengiriman liquefied natural gas (LNG) global dari Qatar akibat eskalasi konflik di Selat Hormuz.
Namun, PGN tetap berada dalam posisi aman karena prioritasnya terletak pada sumber gas domestik dan diversifikasi portofolio suplai.
Baca juga: PGN Dukung Digitalisasi Petani Karet Pagar Dewa, Hasil Panen Makin Praktis dan Akurat
Sebagai pengelola lebih dari 95 persen infrastruktur hilir gas nasional, PGN menjalankan strategi Grow–Adapt–Step Out (G-A-S)
Strategi tersebut memungkinkan perusahaan untuk menumbuhkan pasar gas dan infrastruktur domestik, beradaptasi dengan dinamika suplai dan regulasi, serta menjaga kesinambungan layanan energi bagi pelanggan industri, komersial, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta rumah tangga.
“Kami percaya fundamental domestik yang kuat adalah kunci ketahanan jangka panjang. Fokus kami tetap pada optimalisasi gas bumi nasional melalui efisiensi infrastruktur, diversifikasi pasokan, dan kesinambungan layanan,” jelas Arief.
PGN terus memperluas jaringan pipa dan terminal LNG untuk meningkatkan penetrasi pasar dan fleksibilitas pasokan energi ke berbagai wilayah.
Baca juga: PGN dan Mubadala Energy Jajaki Potensi Pasokan Gas dari Blok Andaman
Optimalisasi operasional dan kolaborasi dengan Pertamina Group menjadi pendorong utama penguatan profitabilitas perusahaan.
Selain itu, PGN juga bersinergi dengan pemerintah dalam percepatan integrasi infrastruktur dan efisiensi logistik untuk mendukung harga gas yang kompetitif dan utilisasi energi domestik.
“Kami terus memonitor dan mengevaluasi dampak global terhadap operasional dan struktur biaya. Namun, PGN secara fundamental berada dalam posisi yang kuat untuk menjaga keberlanjutan dan menciptakan nilai tambah bagi pelanggan dan pemegang saham,” pungkas Arief.
Baca juga: Dorong Keberlanjutan Gas Bumi untuk Industri, PGN Optimalkan Peran Agregator Gas Bumi Nasional