Dorong Keberlanjutan Gas Bumi untuk Industri, PGN Optimalkan Peran Agregator Gas Bumi Nasional

Kompas.com - 26/06/2025, 12:53 WIB
Tsabita Naja,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – PT Perusahaan Gas Negara Tbk ( PGN) terus memprioritaskan penyediaan gas bumi secara optimal, khususnya bagi industri.

Komitmen tersebut dijalankan PGN untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan gas bumi dalam mendukung kegiatan bisnis, investasi industri, dan kebijakan pemerintah.

Dengan menjalankan komitmen tersebut, diharapkan PGN dapat menciptakan efek ganda bagi perekonomian nasional.

Terdapat tiga elemen utama yang saling terkait dan membentuk fondasi keberlanjutan industri, antara lain produksi gas dan alokasi, permintaan dan pemanfaatan, serta kesiapan infrastruktur.

PGN memiliki peran untuk mengintegrasikan tiga elemen tersebut agar dapat berjalan secara berkesinambungan.

Baca juga: Harga Gas Naik-Turun, PGN Janji Tak Lepas Tangan

“Sebagai agregator gas bumi nasional, PGN mengoptimalkan perannya dalam memastikan penyaluran gas dari titik serah pasokan sampai fasilitas pelanggan,” ujar Direktur Utama PGN Arief S Handoko dalam keterangan persnya, Kamis (26/6/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan Arief saat menghadiri Customer Business Forum bersama pelanggan industri di wilayah Sales & Operation Region (SOR) II, Selasa (24/6/2025).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyaluran gas didukung dengan infrastruktur pipa sepanjang 31.000 kilometer serta fasilitas regasifikasi liquefied natural gas ( LNG) di Arun, Lampung serta Jawa Barat.

Ia menyampaikan bahwa PGN memahami tantangan yang dihadapi pelanggan saat ini, sehingga perusahaan terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan gas dengan harga yang kompetitif.

Baca juga: Ribuan Buruh di Banten Terancam PHK Akibat Harga Gas Industri Tinggi

Sejak Mei 2024, pasokan gas LNG sudah ditambahkan untuk menyeimbangi persediaan gas pipa yang mengalami penurunan.

“LNG terus digarap agar dapat menjadi portofolio pasokan domestik dalam jangka panjang, sehingga diharapkan harga yang diformulasikan bisa tetap kompetitif,” kata Arief.

Ia menegaskan, PGN terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kebijakan terkait untuk mendapatkan sumber-sumber pasokan gas bumi guna memenuhi kebutuhan energi dalam negeri dan menjaga ketersediaan pasokan gas.

Sementara itu, Direktur Komersial PGN, Ratih Esti Prihatini menyampaikan bahwa PGN juga bergerak aktif untuk membangun dan mengembangkan infrastruktur gas bumi agar konektivitas pelanggan dengan gas bumi semakin baik.

Infrastruktur merupakan bagian krusial bagi PGN untuk mendukung keamanan dan keterjangkauan energi, serta meningkatkan peran gas bumi sebagai energi transisi. Oleh karena itu, PGN telah menyusun road map pembangunan infrastruktur yang terintegrasi secara nasional,” ujarnya.

Baca juga: PGN Kenalkan Gas Bumi sejak Dini lewat Kids Corner di Taman Jargas 2025

Solusi PGN untuk pelanggan

PGN menyediakan berbagai pilihan solusi yang dapat dimanfaatkan, sehingga pelanggan bisa memperoleh nilai tambah yang optimal.

Ratih mengatakan, PGN memiliki variasi produk dan layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, situasi, dan kondisi paling optimal bagi pelanggan dalam menggunakan gas bumi.

"Pasalnya, kemampuan finansial pengguna gas bumi bervariasi di setiap wilayah dan antarsegmen pengguna,” ungkap Ratih.

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa PGN hadir sebagai mitra yang siap berbagi suka dan duka.

"Saat PGN memperoleh pasokan LNG dengan harga yang lebih rendah, kami akan membagikan kebahagiaan dengan memberikan penyesuaian harga ke pelanggan dan program komersial yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan,” jelasnya.

Baca juga: Prospek Positif, GTSI Tambah 3 Kapal Pengangkut LNG Tahun Ini

Sebaliknya, kata dia, jika PGN memperoleh pasokan dengan harga yang relatif lebih tinggi, maka perusahaan harus memperhitungkan harga jual dengan tetap mempertimbangkan harga yang paling kompetitif bagi pelanggan.

Penetapan harga yang kompetitif bagi pelanggan menjadi salah satu komitmen PGN untuk menjaga keberlanjutan penyaluran gas di tengah tantangan energi global. Terlebih, saat ini kondisi geopolitik di Timur Tengah sangat berdampak pada fluktuasi minyak dunia.

"PGN akan terus menginformasikan perkembangan yang terjadi kepada pelanggan dan memastikan pelanggan memperoleh price signal yang tepat dan harga gas yang kompetitif,” papar Ratih.

Tak kalah penting, PGN senantiasa mematuhi regulasi yang berlaku. Pasalnya, regulasi berperan sebagai penyeimbang untuk memastikan seluruh proses layanan gas bumi berjalan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik, adil, dan berorientasi pada kepentingan nasional.

Baca juga: Gas PGN Kian Digemari UMKM Medan: Bolu Meranti Hemat Energi 50 Persen, Wajir Seafood 30 Persen

Ke depan, PGN akan terus mendukung pemerintah dalam memastikan jaminan ketahanan energi, khususnya di sektor gas bumi.

Sinergi dari semua pemangku kepentingan terkait, baik dari sisi pemerintah, industri hulu minyak dan gas bumi (migas), infrastruktur, dan pengguna gas, menjadi kunci terciptanya kemandirian serta ketahanan energi ini.

Sebagai bagian dari Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang dibentuk pemerintah untuk menciptakan value creation dari pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), peran PGN juga diharapkan dapat memberikan nilai tambah untuk pemerintah dalam pengelolaan rantai bisnis gas bumi.

Baca juga: KPPU Minta Danantara Konsultasikan Penyaluran Investasi Hindari Persaingan Usaha yang Tidak Sehat

Terkini Lainnya
Ubah

Ubah "Stranded Gas" Jadi Energi Bernilai, PGN Amankan Pasokan Baru dari Lapangan Sengeti

PGN
PGN Gandeng Kementerian ESDM Perluas Akses Gas Bumi di Yogyakarta lewat Inovasi CNG Clustering

PGN Gandeng Kementerian ESDM Perluas Akses Gas Bumi di Yogyakarta lewat Inovasi CNG Clustering

PGN
PGN Targetkan 3.008 Sambungan GasKita di Cirebon pada 2026

PGN Targetkan 3.008 Sambungan GasKita di Cirebon pada 2026

PGN
PGN Gelar Bedah Dapur GasKita 2026, Pelanggan Baru Berkesempatan Dapat Renovasi

PGN Gelar Bedah Dapur GasKita 2026, Pelanggan Baru Berkesempatan Dapat Renovasi

PGN
Sabet HR Asia Awards 2026, PGN Ungkap Strategi Jaga Loyalitas 2.700 Karyawan

Sabet HR Asia Awards 2026, PGN Ungkap Strategi Jaga Loyalitas 2.700 Karyawan

PGN
SAKA Kantongi Restu Pengembangan Lapangan Ronggolawe, Produksi Diproyeksikan Capai 5.126 BOPD

SAKA Kantongi Restu Pengembangan Lapangan Ronggolawe, Produksi Diproyeksikan Capai 5.126 BOPD

PGN
PGN Gandeng Pertagas Resmikan CISEM II, Perkuat Fondasi Bisnis dan Infrastruktur Energi

PGN Gandeng Pertagas Resmikan CISEM II, Perkuat Fondasi Bisnis dan Infrastruktur Energi

PGN
PGN Kuasai 91 Persen Pasar Gas Nasional, Perkuat Fondasi Pertumbuhan Jangka Panjang

PGN Kuasai 91 Persen Pasar Gas Nasional, Perkuat Fondasi Pertumbuhan Jangka Panjang

PGN
PGN Bagikan Dividen Rp 3 Triliun, Pertahankan Rasio Pembayaran 80 Persen

PGN Bagikan Dividen Rp 3 Triliun, Pertahankan Rasio Pembayaran 80 Persen

PGN
Gebrakan PGN di IPA Convex 2026, Siap Garap Studi Transportasi CO2 untuk Pengembangan Blue Ammonia 

Gebrakan PGN di IPA Convex 2026, Siap Garap Studi Transportasi CO2 untuk Pengembangan Blue Ammonia 

PGN
Optimalkan Pemanfaatan Gas Domestik, PGN Siap Serap Pasokan LNG dari Proyek Abadi Blok Masela

Optimalkan Pemanfaatan Gas Domestik, PGN Siap Serap Pasokan LNG dari Proyek Abadi Blok Masela

PGN
Siasat PGN di IPA Convex 2026, Perkuat Pasokan Gas Nasional lewat Jalur Pipa dan LNG

Siasat PGN di IPA Convex 2026, Perkuat Pasokan Gas Nasional lewat Jalur Pipa dan LNG

PGN
PGN Perkuat Infrastruktur dan Kolaborasi, Hadapi Tantangan Bisnis 2026

PGN Perkuat Infrastruktur dan Kolaborasi, Hadapi Tantangan Bisnis 2026

PGN
PGN SOR III Area Kalimantan Tingkatkan Kesadaran Keamanan Penggunaan Gas Bumi bagi Masyarakat Tarakan

PGN SOR III Area Kalimantan Tingkatkan Kesadaran Keamanan Penggunaan Gas Bumi bagi Masyarakat Tarakan

PGN
SPBG Ngagel Layani Kebutuhan Bahan Bakar Gas Masyarakat Surabaya

SPBG Ngagel Layani Kebutuhan Bahan Bakar Gas Masyarakat Surabaya

PGN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com