Anak Usaha PGN Memulai Pengeboran Dua Sumur Eksplorasi

Kompas.com - Kamis, 26 Juli 2018
Anak Usaha PGN Memulai Pengeboran Dua Sumur EksplorasiDok. Humas PGNDari blok migas pertama di luar negeri yang dikelola, Saka Energi berhasil meningkatkan produksi nyaris dua kali lipat dari saat pertama kali perusahaan memperoleh hak partisipasi di blok tersebut pada 2014 silam.


JAKARTA, KOMPAS.com - PT Saka Energi Indonesia (SAKA) melakukan pengeboran 2 sumur eksplorasi yang berada di Wilayah Kerja Produksi Pangkah dan Wilayah Kerja Eksplorasi South Sesulu.

Pada kedua blok tersebut, Saka yang merupakan anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk ( PGN) di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) memiliki hak partisipasi 100 persen.

Direktur Utama SAKA Tumbur Parlindungan mengatakan, rencana kerja pengeboran kedua sumur tersebut sesuai dengan Work Program and Budget (WP&B) yang dilaporkan SAKA kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi ( SKK Migas) awal tahun ini.

Menurut Tumbur, pengeboran kedua sumur tersebut menjadi bagian dari upaya SAKA menjaga ketahanan energi nasional, seperti yang diinginkan oleh Pemerintah Indonesia.

Baca juga: Temukan Cadangan Minyak Baru, Saka Energi Targetkan Produksi di 2019

"Kami berharap proses pengeboran berjalan sesuai rencana dan membuahkan hasil, sehingga bisa menambah lifting SAKA ke depan. Seperti kita ketahui, kebutuhan akan bahan bakar minyak (BBM) dan gas bumi nasional terus meningkat, semoga tambahan lifting kami bisa membantu Indonesia mengurangi impor BBM dari luar negeri," kata Tumbur dalam keterangan resmi, Kamis (26/7/2018).

Ia menjelaskan, program eksplorasi sumur baru di Wilayah Kerja Produksi Pangkah dilakukan SAKA dengan memulai pengeboran sumur TKBY-2 pada akhir Juni 2018.

"Kami menajak sumur tersebut pada 30 Juni 2018 untuk melihat keberadaan hidrokarbon pada prospek tersebut. Lokasi sumur TKBY-2 berjarak sekitar 10 km dari fasilitas produksi Well Head Platform-B (WHP-B)," katanya.

Titik pengeboran yang tidak jauh dari fasilitas produksi Blok Pangkah menurutnya akan meningkatkan skala keekonomian sumur, sehingga sejalan dengan program perusahaan dalam melakukan optimasi fasilitas produksi yang sudah ada (existing).

Baca juga: Arcandra: Lima blok Migas dengan Gross Split Sudah Laku

"Kami memperkirakan bisa menemukan cadangan migas di lapisan Tuban, Kujung dan Ngimbang. Sebelum memulai pengeboran, kami sudah memberi sosialisasi dan melakukan doa bersama masyarakat nelayan daerah sekitar," ujar dia.

CEO PT Saka Energi Indonesia Tumbur Parlindungan, di Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/10/2016).Estu Suryowati/KOMPAS.com CEO PT Saka Energi Indonesia Tumbur Parlindungan, di Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/10/2016).

Sumur eksplorasi kedua yang akan dibor SAKA adalah West SIS-A#1 yang berada di wilayah Blok South Sesulu. Tumbur menargetkan sumur tersebut bisa mulai ditajak pada pertengahan Agustus 2018.

Untuk melakukan pengeboran kedua sumur tersebut, SAKA menggunakan 2 jack-up rig dalam waktu yang hampir bersamaan.

Menurut Tumbur, lesunya kegiatan investasi di sektor hilir migas nasional akibat harga minyak yang masih rendah tidak mengurangi komitmen SAKA untuk terus meningkatkan produksi.

"Harga minyak sudah mulai membaik di kuartal II 2018. Semoga ke depannya akan lebih baik lagi. Sebagai operator 3 blok migas di Indonesia, SAKA menunjukkan komitmennya untuk terus melakukan eksplorasi migas. Karena hanya dengan terus melakukan eksplorasi, Indonesia bisa menemukan cadangan pengganti (reserve replacement)," kata dia.

Hak partisipasi SAKA

Sebagai informasi, SAKA telah memiliki 11 hak partisipasi di blok migas dalam negeri dan satu di luar negeri.

Adapun 8 blok yang sudah berproduksi yaitu Blok Muara Bakau, Bangkanai, Ketapang, Ujung Pangkah, Muriah, Sanga-Sanga, South East Sumatera, dan Blok Fasken yang berada di Amerika Serikat.

Sementara 3 blok lainnya belum menghasilkan minyak atau gas karena masih dalam tahap eksplorasi yakni Blok West Bangkanai, Wokam II, dan South Sesulu.

SAKA juga baru saja memenangkan Wilayah Kerja Pekawai dan Wilayah Kerja West Yamdena dari lelang terbuka yang dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

EditorKurniasih Budi
Komentar
Terkini Lainnya
Pabrik Cokelat Ternama di Surabaya Resmi Jadi Pelanggan Gaslink
Pabrik Cokelat Ternama di Surabaya Resmi Jadi Pelanggan Gaslink
PGN
Jalin Kerja Sama, PGASCOM Pasok Kebutuhan Internet PT SMBRJ
Jalin Kerja Sama, PGASCOM Pasok Kebutuhan Internet PT SMBRJ
PGN
Di Kuartal I Tahun 2019, PGN Raih Laba Bersih Rp 920 Miliar
Di Kuartal I Tahun 2019, PGN Raih Laba Bersih Rp 920 Miliar
PGN
PGN Terima Tambahan Pasokan Gas Bumi dari Jambi Merang
PGN Terima Tambahan Pasokan Gas Bumi dari Jambi Merang
PGN
PGN Gelar “BUMN Goes to Campus” di Medan
PGN Gelar “BUMN Goes to Campus” di Medan
PGN
Di UGM, Dirut PGN Bicara Pentingnya Pemanfaatan Gas Bumi
Di UGM, Dirut PGN Bicara Pentingnya Pemanfaatan Gas Bumi
PGN
PGN Bagikan Dividen Rp 1,3 Triliun
PGN Bagikan Dividen Rp 1,3 Triliun
PGN
Klarifikasi PGN Soal Ledakan di Jalan Kruing Medan
Klarifikasi PGN Soal Ledakan di Jalan Kruing Medan
PGN
PGN Kerja Sama dengan Pelindo Bangun Terminal LNG Telok Lamong
PGN Kerja Sama dengan Pelindo Bangun Terminal LNG Telok Lamong
PGN
Keseriusan Kementerian ESDM Bangun Jargas Diapresiasi PGN
Keseriusan Kementerian ESDM Bangun Jargas Diapresiasi PGN
PGN
Genjot Penyaluran Gas, Pemerintah Resmikan Jargas Baru di Medan
Genjot Penyaluran Gas, Pemerintah Resmikan Jargas Baru di Medan
PGN
Jargas Baru Diharapkan Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Kota Cirebon
Jargas Baru Diharapkan Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Kota Cirebon
PGN
Sah, Kota Cirebon Kini Punya Jargas 3.503 SR Baru
Sah, Kota Cirebon Kini Punya Jargas 3.503 SR Baru
PGN
PGN Meluncurkan Gaslink di Batam
PGN Meluncurkan Gaslink di Batam
PGN
PGN Berkomitmen Buka Jaringan Gas Baru di Bogor
PGN Berkomitmen Buka Jaringan Gas Baru di Bogor
PGN