KOMPAS.com — PT Pertamina (Persero) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia ( SDM) sebagai fondasi utama daya saing perusahaan.
Sebagai wujud komitmen tersebut, Pertamina melalui Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung ( ITB).
Pada tahun ini, Pertamina mengikutsertakan 419 perwira (karyawan) dari berbagai entitas bisnis sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
Langkah ini dilakukan untuk menyiapkan insinyur berkelas dunia yang siap menghadapi transformasi industri energi.
Program PSPPI sendiri menjadi instrumen penting dalam pengembangan kompetensi teknis, kepemimpinan, dan profesionalisme perwira.
Baca juga: Pertapreneur Aggregator 2025, Upaya Pertamina Bangun UMKM Pangan Berdaya Saing
Selain itu, program itu juga memperkuat keunggulan operasional bisnis existing Pertamina sekaligus mendorong inovasi pengembangan bisnis baru, termasuk dalam mendukung transisi energi dan pengembangan green energy.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan, Pertamina adalah rumah bagi para insinyur yang telah membangun fondasi ketahanan energi Indonesia selama lebih dari enam dekade.
Oleh karena itu, penguatan kompetensi SDM menjadi strategi utama perusahaan dalam menghadapi transformasi digital dan transisi energi.
"Melalui sinergi Pertamina dengan ITB, kami menyiapkan insinyur yang unggul secara teknis, memiliki daya analisis yang kuat, etika profesional, serta kemampuan adaptif terhadap perubahan," ujar Simon dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (16/1/2026).
Senada dengan hal itu, Direktur SDM Pertamina Andy Arvianto menjelaskan bahwa penguatan kompetensi dan pengembangan SDM merupakan kunci keberlanjutan bisnis dan ketahanan energi nasional.
Menurutnya, upaya tersebut sekaligus menjadi investasi strategis perusahaan di masa depan.
"Pengembangan kompetensi melalui pendidikan profesi merupakan investasi jangka panjang. Kami ingin memastikan setiap perwira memiliki akses yang luas terhadap peningkatan kapasitas diri agar tetap relevan, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan bisnis yang terus berkembang," jelas Andy.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri Memberikan Sambutan dan Arahan kepada Peserta yang Mengikuti Program Profesi Insinyur pada Acara Program Studi Program Profesi Insinyur Institut Teknologi Bandung, Bandung, Kamis (8/1/2026).Andy menambahkan, dukungan dan kolaborasi dengan PSPPI ITB menjadi bagian penting dari strategi penguatan SDM Pertamina.
Dengan begitu, para perwira dapat terus mengembangkan kemampuan sesuai dengan perkembangan industri energi global.
Rektor Institut Teknologi Bandung Prof Dr Ir Tatacipta Dirgantara menilai, program kerja sama sebagai langkah konkret membangun kualitas SDM unggul di sektor energi.
Menurutnya, inisiatif ini sejalan dengan amanat regulasi keinsinyuran yang berlaku di Indonesia.
"Program ini tidak hanya memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, tetapi juga memastikan para insinyur Indonesia memiliki kompetensi teknis kelas dunia, wawasan global, karakter yang kuat, serta menjunjung tinggi etika profesi dan jati diri bangsa," terangnya.
Sebagai informasi, program profesi insinyur hasil kolaborasi Pertamina dan ITB resmi dibuka pada Kamis (8/1/2026).
Adapun program kerja sama ini berlaku untuk satu tahun ke depan atau dua semester akademik.
Melalui penguatan kompetensi SDM secara berkelanjutan dan kolaborasi strategis dengan akademisi ITB, Pertamina berkomitmen dalam menyiapkan talenta unggul yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.
Baca juga: Fasilitas RFCC Complex, Jantung Modernisasi RDMP Balikpapan
Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional, mempercepat transisi energi, serta memastikan keberlanjutan bisnis perusahaan dalam menghadapi tantangan masa depan industri energi yang terus berkembang.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060.
Perusahaan juga terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan.
Hal ini dilakukan dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social, & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina berkoordinasi dengan Danantara Indonesia.