Mengenal RDMP Balikpapan, dari Sejarah Sumur Mathilda hingga Jadi Garda Terdepan Energi Indonesia Timur

Kompas.com - 16/01/2026, 11:11 WIB
Erlangga Satya Darmawan,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com — Bicara soal Balikpapan, bukan cuma soal keindahan kotanya, melainkan juga tentang jantung energi Indonesia yang sudah berdenyut lebih dari satu abad. Adalah Kilang Pertamina yang kini bertransformasi menjadi "dapur energi" raksasa refinery development master plan (RDMP) Balikpapan.

Transformasi besar tersebut dilakukan untuk memastikan energi Indonesia, khususnya wilayah timur, akan selalu tersedia.

Dengan sejarah panjang dan peran strategisnya, kilang itu menjadi salah satu aset vital dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Sejarah kilang tersebut bermula jauh sebelum Indonesia merdeka, tepatnya pada 10 Februari 1897. Pada tanggal ini, warga negara Belanda bernama JH Menten menemukan sumur minyak pertama di Balikpapan.

Tanggal ditemukannya sumur minyak yang diberi nama Mathilda itu akhirnya ditetapkan sebagai hari jadi Kota Balikpapan.

Baca juga: Pertapreneur Aggregator 2025, Upaya Pertamina Bangun UMKM Pangan Berdaya Saing

Sejak saat itu, Balikpapan tumbuh dari kota kecil menjadi kota industri minyak yang sangat diperhitungkan di kancah global.

Sumur Mathilda berada di dalam area Kilang Balikpapan pada masa lampau. Kilang ini memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan penuh lika-liku.

Kilang itu sempat hancur saat Perang Dunia II, tapi kembali bangkit dan terus berkembang. Dari yang awalnya hanya mengolah minyak mentah dalam jumlah kecil, kini kilang Balikpapan bertransformasi menjadi salah satu kilang paling modern dan terbesar di Indonesia melalui proyek infrastruktur energi terintegrasi RDMP Balikpapan.

Proyek masif dengan misi besar

Proyek RDMP Balikpapan bukan sekadar pengembangan kilang biasa. Ini adalah pembangunan masif yang memiliki misi besar untuk meningkatkan kapasitas pengolahan dari 260.000 barel menjadi 360.000 barrel per hari.

Selain itu, proyek ini juga bertujuan meningkatkan kemandirian dalam mengolah dan menyediakan produk BBM, LPG, dan petrokimia.

Baca juga: Lewat Pertamina Pertapreneur Aggregator, Batik Muria Kudus Latih Kemandirian Disabilitas dan Kaum Rentan

Tak hanya meningkat secara kapasitas, RDMP Balikpapan juga menghasilkan produk yang nantinya setara dengan standar Euro V, yang artinya jauh lebih bersih dan ramah lingkungan.

Lebih jauh, dampak dari RDMP Balikpapan adalah mendorong kemandirian energi melalui pengurangan ketergantungan terhadap impor BBM. Dengan demikian, Indonesia dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Kilang Balikpapan memegang peran yang sangat vital karena kilang ini menjadi urat nadi distribusi energi di kawasan Indonesia Timur.

Kawasan tersebut, mulai dari Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua, pasokan energi untuk mobilitas dan perputaran ekonomi bergantung pada performa kilang ini.

Adaptasi teknologi hijau

VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, sejalan dengan tren global yang memiliki kepedulian tinggi pada isu lingkungan dan keberlanjutan, RDMP Balikpapan hadir dengan teknologi yang mampu mengolah feedstock (bahan baku) yang lebih fleksibel dan menghasilkan produk yang lebih berkualitas.

Baca juga: Proyek Infrastruktur Energi Terintegrasi di Kilang Balikpapan Ciptakan Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM

Menurutnya, ini adalah bukti bahwa industri energi juga terus beradaptasi untuk menjadi lebih hijau.

Dengan sejarah panjang dan transformasi menuju masa depan, kilang Balikpapan tetap berdiri kokoh sebagai simbol ketahanan energi nasional yang siap melayani generasi penerus Indonesia di masa yang akan datang.

Baron meyakini, keterlibatan generasi muda sangat penting untuk memahami nilai sejarah dan strategis dari aset bangsa ini.

"Balikpapan adalah warisan sejarah yang terus kita modernisasi agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman. Kami ingin generasi muda tahu bahwa di Balikpapan bersama para perwira Pertamina sedang berjuang memastikan setiap tetes energi sampai ke pelosok Indonesia Timur," ujar Baron dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (16/1/2026).

Baron menambahkan, RDMP adalah bentuk komitmen Pertamina agar Indonesia memiliki kemandirian energi yang lebih tangguh ke depannya. Dengan proyek ini, Pertamina optimistis dapat terus mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia Timur.

Baca juga: RDMP Balikpapan Perkuat Peran Kilang sebagai Penopang Energi Indonesia Timur

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060. Perusahaan juga terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan.

Hal ini dilakukan dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina berkoordinasi dengan Danantara Indonesia.

Terkini Lainnya
Utamakan Keselamatan di Tengah Eskalasi Geopolitik, PIEP Relokasi 19 Pekerja dari Basra dan Dubai

Utamakan Keselamatan di Tengah Eskalasi Geopolitik, PIEP Relokasi 19 Pekerja dari Basra dan Dubai

Pertamina
Pastikan Stok BBM Aman Jelang Mudik 2026, Komisaris Utama Pertamina Tinjau SPBU KM 57

Pastikan Stok BBM Aman Jelang Mudik 2026, Komisaris Utama Pertamina Tinjau SPBU KM 57

Pertamina
Pertamina Resmi Operasikan Satgas Rafi 2026, Pastikan Pasokan BBM dan LPG Aman

Pertamina Resmi Operasikan Satgas Rafi 2026, Pastikan Pasokan BBM dan LPG Aman

Pertamina
UMKM Binaan Pertamina Raup Omzet hingga Dua Kali Lipat di SMEXPO Ramadan 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Omzet hingga Dua Kali Lipat di SMEXPO Ramadan 2026

Pertamina
Ramadhan Berkah, Pertamina Ajak Puluhan UMKM Aktif dan Berdaya

Ramadhan Berkah, Pertamina Ajak Puluhan UMKM Aktif dan Berdaya

Pertamina
Lewat Monitoring Pertamina Digital Hub, Pertamina Jaga Pasokan Energi Nasional

Lewat Monitoring Pertamina Digital Hub, Pertamina Jaga Pasokan Energi Nasional

Pertamina
Masyarakat Antusias Mudik Gratis, Tiket Mudik Bareng Pertamina 2026 Ludes

Masyarakat Antusias Mudik Gratis, Tiket Mudik Bareng Pertamina 2026 Ludes

Pertamina
Program UMiMAX Pertamina Bantu Korban PHK Bangkit dan Berbagi Harapan

Program UMiMAX Pertamina Bantu Korban PHK Bangkit dan Berbagi Harapan

Pertamina
Siaga 24 Jam, Pertamina Kerahkan Seluruh Infrastruktur Amankan Energi Mudik 2026

Siaga 24 Jam, Pertamina Kerahkan Seluruh Infrastruktur Amankan Energi Mudik 2026

Pertamina
Mudik Idul Fitri 1447 H Tanpa Was-was, Pertamina Siagakan 2.074 SPBU 24 Jam dan 6.300 Agen LPG

Mudik Idul Fitri 1447 H Tanpa Was-was, Pertamina Siagakan 2.074 SPBU 24 Jam dan 6.300 Agen LPG

Pertamina
Berangkatkan Pemudik ke Lebih dari 15 Kota, Catat Tanggal Pendaftaran Mudik Gratis Pertamina

Berangkatkan Pemudik ke Lebih dari 15 Kota, Catat Tanggal Pendaftaran Mudik Gratis Pertamina

Pertamina
Pertamina NRE Gaungkan Komitmen Kolaborasi Energi Bersih ASEAN di Forum Investasi Filipina

Pertamina NRE Gaungkan Komitmen Kolaborasi Energi Bersih ASEAN di Forum Investasi Filipina

Pertamina
Segel Tiket Final Four Proliga 2026, Jakarta Pertamina Enduro Amankan Posisi Runner-up

Segel Tiket Final Four Proliga 2026, Jakarta Pertamina Enduro Amankan Posisi Runner-up

Pertamina
Patra Jasa Hadirkan Promo Patra Ramadan 1447 H di Seluruh Unit Hotel

Patra Jasa Hadirkan Promo Patra Ramadan 1447 H di Seluruh Unit Hotel

Pertamina
Di Balik Lepas Landas Pesawat, Aviation Fuel Terminal Pertamina Jaga Pasokan dan Kualitas Avtur

Di Balik Lepas Landas Pesawat, Aviation Fuel Terminal Pertamina Jaga Pasokan dan Kualitas Avtur

Pertamina
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com