RDMP Balikpapan Jadi Infrastruktur Energi Nasional Terintegrasi, Begini Proses Pembangunannya

Kompas.com - 10/01/2026, 14:32 WIB
Yogarta Awawa Prabaning Arka,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) terus memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional melalui pelaksanaan Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Proyek strategis nasional yang dibangun sejak 2019 itu menjadi tonggak penting dalam pengembangan infrastruktur energi nasional yang terintegrasi.

Proyek tersebut mencakup sistem penerimaan minyak mentah, pengolahan, serta penunjang keandalan rantai pasok energi secara menyeluruh. Total investasi untuk memodernisasi kilang eksisting ini, yakni Rp 123 triliun.

Investasi tersebut mampu meningkatkan kapasitas pengolahan minyak, menghasilkan bahan bakar minyak (BBM) berkualitas tinggi dan ramah lingkungan, mendorong hilirisasi industri petrokimia, serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Baca juga: Pertamina: Pengendara Beli BBM Tak Terisi di SPBU Senayan Kelalaian Operator

Sebagai informasi, RDMP Balikpapan dirancang dan dilaksanakan dalam tiga lingkup utama proyek yang saling terhubung dan terintegrasi. Ini untuk memastikan kesiapan operasional kilang serta keberlanjutan pasokan energi nasional.

Lingkup pertama adalah early work yang mencakup 16 paket pekerjaan pendahuluan. Tahap ini meliputi persiapan dan pematangan lahan, pembangunan infrastruktur dasar, penyediaan utilitas sementara, serta pembangunan fasilitas penunjang konstruksi.

Early work menjadi fondasi penting untuk mendukung kelancaran dan keselamatan seluruh tahapan konstruksi utama RDMP Balikpapan.

Pada lingkup kedua, Pertamina melaksanakan pengembangan dan pembangunan fasilitas utama kilang yang mencakup 39 unit. Ini terdiri dari 21 unit proses baru serta 13 unit fasilitas utilitas pendukung.

Tidak hanya membangun unit baru, proyek ini juga melakukan revitalisasi empat unit fasilitas utama pengolahan, antara lain unit distilasi minyak mentah, unit pengolahan residu, unit hydrocracking dan hydrotreating, serta pemulihan LPG.

Baca juga: Pertamina: SPBU Aceh Pulih 97 Persen, Sumbar-Sumut 100 Persen

Pembangunan dan revitalisasi unit-unit ini bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas dan keandalan pengolahan minyak mentah. Ini sekaligus mendukung peningkatan kualitas produk BBM sesuai standar yang lebih tinggi.

Selanjutnya, pada lingkup ketiga, RDMP Balikpapan melakukan penguatan infrastruktur penerimaan dan penyaluran minyak mentah yang mencakup pembangunan dua tangki penyimpanan minyak mentah. Masing-masing tangki berkapasitas satu juta barel.

Pada tahap ini, Pertamina juga membangun jaringan pipa transfer line onshore dan offshore berdiameter 20 inci, unloading line onshore dan offshore berdiameter 52 inci, serta fasilitas single point mooring (SPM) dengan kapasitas sandar kapal hingga 320.000 DWT.

Infrastruktur tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan keandalan penerimaan minyak mentah dari kapal tanker berkapasitas besar.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menyampaikan, RDMP Balikpapan merupakan proyek strategis yang dibangun secara terintegrasi dari penyediaan bahan baku, pipa transfer hingga produksinya. Proyek ini menjadi fondasi penting penguatan sistem energi nasional.

“Melalui pengembangan infrastruktur yang terintegrasi, Pertamina memastikan keandalan pasokan minyak mentah dan operasional kilang yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Baron dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (10/1/2025).

Baca juga: Skor ESG Terus Meningkat, Pertamina Pertahankan Peringkat 1 Dunia di Sub Industri Integrated Oil and Gas

RDMP Balikpapan, kata Baron, memiliki cakupan pembangunan yang komprehensif, mulai dari pekerjaan pendahuluan, pembangunan unit proses dan utilitas, hingga penguatan fasilitas penerimaan minyak mentah.

Proyek ini menjadi salah satu pilar utama dalam transformasi infrastruktur energi nasional. Tujuannya, untuk mendukung ketahanan energi Indonesia dalam jangka panjang.

"Proyek RDMP Balikpapan akan mendukung visi Asta Cita pemerintah dalam menjaga ketahanan dan kemandirian energi nasional," tuturnya.

Sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, Pertamina berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060. Inisiatif ini dilakukan dengan mendorong program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Perkuat Armada Mobil Tangki Buat Angkut BBM

Hal itu dilakukan dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina. Dalam melakukan upaya ini, Pertamina berkoordinasi dengan Danantara Indonesia. Klik tautan https://www.danantaraindonesia.co.id/ untuk informasi lebih lanjut.

Terkini Lainnya
Percepat Hilirisasi Batu Bara menjadi SNG, Pertamina dan Danantara Perkuat Kolaborasi

Percepat Hilirisasi Batu Bara menjadi SNG, Pertamina dan Danantara Perkuat Kolaborasi

Pertamina
RDMP Balikpapan Jadi Infrastruktur Energi Nasional Terintegrasi, Begini Proses Pembangunannya

RDMP Balikpapan Jadi Infrastruktur Energi Nasional Terintegrasi, Begini Proses Pembangunannya

Pertamina
Skor ESG Terus Meningkat, Pertamina Pertahankan Peringkat 1 Dunia di Sub Industri Integrated Oil and Gas

Skor ESG Terus Meningkat, Pertamina Pertahankan Peringkat 1 Dunia di Sub Industri Integrated Oil and Gas

Pertamina
Patra Jasa Group Bersinergi Salurkan Bantuan bagi Penyintas Banjir di Sumatera

Patra Jasa Group Bersinergi Salurkan Bantuan bagi Penyintas Banjir di Sumatera

Pertamina
Kilang Pertamina Internasional dan Polytama Perkuat Sinergi Hulu-Hilir Petrokimia Berbasis Ekonomi Hijau

Kilang Pertamina Internasional dan Polytama Perkuat Sinergi Hulu-Hilir Petrokimia Berbasis Ekonomi Hijau

Pertamina
Menteri ESDM Pastikan Stok BBM dan LPG Nasional Aman Selama Libur Nataru

Menteri ESDM Pastikan Stok BBM dan LPG Nasional Aman Selama Libur Nataru

Pertamina
30 Hari Bencana Sumatera, Pertamina Kirim Bantuan Energi hingga Air Bersih ke 86.289 Jiwa

30 Hari Bencana Sumatera, Pertamina Kirim Bantuan Energi hingga Air Bersih ke 86.289 Jiwa

Pertamina
Pertamina dan KLH Kolaborasi Bersihkan Sungai Ciliwung di Kebun Raya Bogor

Pertamina dan KLH Kolaborasi Bersihkan Sungai Ciliwung di Kebun Raya Bogor

Pertamina
Pimpin Upacara Sumpah Pemuda 2025, Dirut Pertamina: Generasi Muda Penentu Sejarah Energi Masa Depan

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda 2025, Dirut Pertamina: Generasi Muda Penentu Sejarah Energi Masa Depan

Pertamina
Pertamina Umumkan 105 Peserta Energy Debate Championship PGTC 2025

Pertamina Umumkan 105 Peserta Energy Debate Championship PGTC 2025

Pertamina
Tembus Pasar Global, Pertamina Bawa UMKM Binaan ke Pesta Rakyat Brisbane 2025

Tembus Pasar Global, Pertamina Bawa UMKM Binaan ke Pesta Rakyat Brisbane 2025

Pertamina
Jadi Maskapai dengan Ketepatan Waktu Terbaik di 2024, Pelita Air Raih Penghargaan dari Pemerintah

Jadi Maskapai dengan Ketepatan Waktu Terbaik di 2024, Pelita Air Raih Penghargaan dari Pemerintah

Pertamina
Pertama di Asia Tenggara, Pertamina Sukses Terbangkan Pesawat Berbahan Bakar Minyak Jelantah

Pertama di Asia Tenggara, Pertamina Sukses Terbangkan Pesawat Berbahan Bakar Minyak Jelantah

Pertamina
Pelita Air Terbang Gunakan Pertamina SAF Berbahan Baku Minyak Jelantah, Begini Respons Penumpang

Pelita Air Terbang Gunakan Pertamina SAF Berbahan Baku Minyak Jelantah, Begini Respons Penumpang

Pertamina
Tingkatkan Literasi Energi, Pertamina Sosialisasikan AJP 2025 di Wilayah Sumbagut

Tingkatkan Literasi Energi, Pertamina Sosialisasikan AJP 2025 di Wilayah Sumbagut

Pertamina
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com