Berkomitmen Bangun Pendidikan Berkualitas di Papua, Freeport Raih Tamasya Award 2024

Kompas.com - 29/11/2024, 17:38 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Freeport Indonesia (PTFI) menerima dua penghargaan Tambang Menyejahterahkan Rakyat (Tamasya) Award 2024 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk kategori Perencanaan dan Implementasi Bidang Pendidikan.

Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi positif PTFI dalam program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang berdampak besar pada masyarakat, khususnya di Papua.

Apresiasi tersebut disampaikan pada Malam Anugerah Tamasya Award yang digelar di Jakarta, Selasa (26/11/2024). Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan tambang mineral dan batubara (minerba) yang berperan aktif dalam memanfaatkan sumber daya mineral demi kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar area tambang.

Director & Executive Vice President (EVP) Sustainable Development PTFI Claus Wamafma mengatakan bahwa PTFI berkomitmen untuk berperan aktif dalam pembangunan pendidikan di Papua, khususnya di Kabupaten Mimika.

Baca juga: Satgas Ungkap Identitas 5 Pelaku Pembunuhan Pilot Asal Selandia Baru di Mimika

“Salah satunya, kami mendirikan Sekolah Asrama Taruna Papua, Pusat Pelatihan Vokasi Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN), dan memberikan beasiswa dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga program doktor (Dr),” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (29/11/2024).

Claus menjelaskan bahwa pada 2024, PTFI mengalokasikan dana sosial sebesar Rp 400 miliar untuk sektor pendidikan, yang dikelola oleh Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).

Dana tersebut, kata dia, digunakan untuk mendukung program pendidikan di Kabupaten Mimika.

Claus menambahkan, Sekolah Asrama Taruna Papua didirikan untuk anak-anak dari suku Amungme, Kamoro, dan lima suku kekerabatan lainnya yang tinggal di sekitar area operasional PTFI.

Baca juga: BRIN Gaet Korsel untuk Kembangkan Teknologi Energi Baru Terbarukan

Sekolah tersebut menawarkan kurikulum berbasis teknologi dan lingkungan, yang dirancang untuk mempersiapkan generasi muda di Papua.

“Kami juga memberikan pelatihan gratis di IPN selama sembilan bulan kepada masyarakat Mimika, dengan fokus pada industri pertambangan. Pelatihan ini mencakup enam program keahlian, yaitu Mekanik Alat Berat, Operator Alat Berat, Juru Las, Juru Listrik, Pekerja Tambang Bawah Tanah, dan Mekanik Pabrik,” jelas Claus.

Siswa Sekolah Asrama Taruna Papua mendapatkan pendidikan yang berkualitas melalui kurikulum berbasis teknologi dan lingkungan
DOK. PTFI Siswa Sekolah Asrama Taruna Papua mendapatkan pendidikan yang berkualitas melalui kurikulum berbasis teknologi dan lingkungan

Setelah pelatihan, lanjut dia, peserta mengikuti program magang di PTFI. Pelatihan di IPN terbuka bagi masyarakat lokal Mimika berusia 18 sampai 30 tahun yang lolos tahapan seleksi.

Program tersebut dimulai pada 2003 hingga kini dan telah meluluskan lebih dari 4.000 peserta pelatihan.

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Dekarbonisasi, BEI Gandeng Sucofindo Beri Edukasi dan Pelatihan

“Sebanyak 90 persen dari lulusan IPN telah bekerja di PTFI dan kontraktor kami, melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, atau bekerja di perusahaan pertambangan lain di Indonesia. Beberapa lulusan bahkan sudah menduduki posisi supervisor,” imbuh Claus.

Ia mengatakan bahwa pencapaian anak-anak didik tersebut menjadi kebanggaan bagi PTFI, terutama bagi mereka yang telah berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

Tamasya Award merupakan penghargaan keempat yang diterima PTFI dari Kementerian ESDM pada 2024.

Baca juga: Menang Dua Penghargaan, Intip Gaya Simpel Salma Salsabil di IMA 2024

Sebelumnya, PTFI juga meraih dua penghargaan Subroto Award di bidang Keselamatan, Keteknikan, Perlindungan Lingkungan, dan Kinerja PPM Mineral Terinovatif.

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas penghargaan ini. Tamasya Award melengkapi pengakuan terhadap seluruh aspek environmental, social, and governance (ESG), serta menegaskan komitmen PTFI dalam praktik pertambangan berkelanjutan,” tutur Claus.

Terkini Lainnya
Freeport Serahkan Gedung Sains-Kemitraan Uncen, Perkuat Riset dan Pembelajaran di Papua

Freeport Serahkan Gedung Sains-Kemitraan Uncen, Perkuat Riset dan Pembelajaran di Papua

Kilas Pertambangan
Freeport Raih GeoInnovation Award 2025 dari Esri Indonesia

Freeport Raih GeoInnovation Award 2025 dari Esri Indonesia

Kilas Pertambangan
PTBA dan UGM Hadirkan Produk Kalium Humat dari Hilirisasi Batu Bara untuk Suburkan Tanah

PTBA dan UGM Hadirkan Produk Kalium Humat dari Hilirisasi Batu Bara untuk Suburkan Tanah

Kilas Pertambangan
HUT Ke-80 RI, Freeport Wujudkan Pertambangan Tembaga Terintegrasi Terbesar di Dunia

HUT Ke-80 RI, Freeport Wujudkan Pertambangan Tembaga Terintegrasi Terbesar di Dunia

Kilas Pertambangan
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup

Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup

Kilas Pertambangan
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat

Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat

Kilas Pertambangan
Perkuat Transisi Energi, PTBA Operasikan PLTS Timah Industri di Kawasan Industri Cilegon

Perkuat Transisi Energi, PTBA Operasikan PLTS Timah Industri di Kawasan Industri Cilegon

Kilas Pertambangan
PTBA Perkuat Ekonomi Lokal melalui 5 Program Padat Karya Unggulan

PTBA Perkuat Ekonomi Lokal melalui 5 Program Padat Karya Unggulan

Kilas Pertambangan
Lewat Program PMT, PTBA Bantu Anak di Muara Enim Pulih dari TBC dan Gizi Buruk

Lewat Program PMT, PTBA Bantu Anak di Muara Enim Pulih dari TBC dan Gizi Buruk

Kilas Pertambangan
Freeport Kampanyekan Connecting U, Edukasi soal Pentingnya Tembaga bagi Kehidupan 

Freeport Kampanyekan Connecting U, Edukasi soal Pentingnya Tembaga bagi Kehidupan 

Kilas Pertambangan
Berkat Inovasi Sosial dan Lingkungan, Bukit Asam Raih 2 Proper Emas 2024

Berkat Inovasi Sosial dan Lingkungan, Bukit Asam Raih 2 Proper Emas 2024

Kilas Pertambangan
FEB UI Sebut Hilirisasi Tambang Membangun Masa Depan Ekonomi Inklusif di Indonesia

FEB UI Sebut Hilirisasi Tambang Membangun Masa Depan Ekonomi Inklusif di Indonesia

Kilas Pertambangan
Dukung Hilirisasi Energi, Bukit Asam Kembangkan Artificial Graphite untuk Bahan Baku Baterai

Dukung Hilirisasi Energi, Bukit Asam Kembangkan Artificial Graphite untuk Bahan Baku Baterai

Kilas Pertambangan
Bulan K3 Nasional, Bukit Asam Tegaskan Komitmen pada Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Bulan K3 Nasional, Bukit Asam Tegaskan Komitmen pada Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Kilas Pertambangan
Riset FEB UB: Kemitraan Jadi Fondasi Keberhasilan Hilirisasi Mineral di Indonesia

Riset FEB UB: Kemitraan Jadi Fondasi Keberhasilan Hilirisasi Mineral di Indonesia

Kilas Pertambangan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com