HUT Ke-80 RI, Freeport Wujudkan Pertambangan Tembaga Terintegrasi Terbesar di Dunia

Kompas.com - 18/08/2025, 20:43 WIB
Dwinh

Penulis

KOMPAS.com - PT Freeport Indonesia (PTFI) melaksanakan upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia secara serentak di enam lokasi kerja yang tersebar di tiga provinsi, yakni Papua Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta.

Tema “ Pertambangan Terintegrasi Hulu Hilir” menjadi pemersatu upacara di area PTFI Tembagapura yang dimulai pukul 09.00 WIT/07.00 WIB.

Upacara tersebut berlangsung bersamaan di Kuala Kencana Kabupaten Mimika, Kabupaten Nabire, smelter PTFI dan PT Smelting di Kabupaten Gresik, serta kantor PTFI Jakarta.

Tema itu menggambarkan bahwa PTFI kini beroperasi secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari penambangan dan pengolahan di Tembagapura hingga pemurnian di Smelter Gresik, Jawa Timur.

Peringatan HUT Kemerdekaan RI telah menjadi tradisi di PTFI Indonesia sejak perusahaan mulai beroperasi pada 1973. Upacara tahun ini dipimpin oleh Presiden Direktur PTFI Tony Wenas dan diikuti hampir 3.000 peserta.

“Pada 23 September 2024 lalu, berkat rahmat Tuhan serta dukungan penuh dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, Presiden Joko Widodo telah meresmikan dimulainya produksi smelter tembaga single line terbesar di dunia," ucapnya melalui siaran pers, Senin (18/8/2025).

Baca juga: Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi

"Selanjutnya, pada 17 Maret 2025, Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional Pabrik Pemurnian Logam Mulia yang dibangun di kawasan Smelter PTFI di Gresik, Jawa Timur. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keberadaan PTFI dan hilirisasi yang dilakukan bagi negara,” sambung Tony.

Setelah upacara bendera yang khidmat, rangkaian perayaan HUT ke-80 RI di PTFI semakin semarak dengan penampilan tarian kolosal oleh 500 karyawan PTFI dari Papua, Gresik, hingga Jakarta.

Tarian bertema “Bergerak Bersama dari Hulu ke Hilir untuk Indonesia Maju” ini menggambarkan perjalanan tembaga, mulai dari penambangan di hulu hingga proses pengolahan di hilir.

“Tarian ini membawa pesan dari dataran tinggi Papua Tengah, tempat penambangan mineral tembaga dilakukan di hulu, hingga mengalir ke hilir di pabrik pemurnian tembaga di Gresik, Jawa Timur, yang memberikan manfaat bagi Papua dan Indonesia,” ujar Tony.

Sebagai perusahaan tambang tembaga terintegrasi hulu-hilir terbesar di dunia, PTFI turut merayakan HUT ke-80 RI dengan penuh semangat.

Baca juga: Atasi Tambang Ilegal, Pemprov Kalteng Siapkan Skema Legalisasi Lewat WPR

Sepanjang Agustus, PTFI menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menyalurkan semangat nasionalisme dan gotong royong dari Papua—meliputi Tembagapura, Kuala Kencana, dan Nabire—hingga ke Gresik dan Jakarta.

Tony mengatakan, kemeriahan HUT ke-80 RI dari hulu hingga hilir adalah wujud syukur atas kemerdekaan Indonesia.

"Saya ucapkan selamat memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia kepada segenap keluarga besar Freeport Indonesia di Tembagapura, Kuala Kencana, Nabire, Gresik, dan Jakarta, serta di mana pun berada. Mari kita bekerja bersama-sama, dari Papua untuk Indonesia Maju,” tuturnya.

Terkini Lainnya
Freeport Serahkan Gedung Sains-Kemitraan Uncen, Perkuat Riset dan Pembelajaran di Papua

Freeport Serahkan Gedung Sains-Kemitraan Uncen, Perkuat Riset dan Pembelajaran di Papua

Kilas Pertambangan
Freeport Raih GeoInnovation Award 2025 dari Esri Indonesia

Freeport Raih GeoInnovation Award 2025 dari Esri Indonesia

Kilas Pertambangan
PTBA dan UGM Hadirkan Produk Kalium Humat dari Hilirisasi Batu Bara untuk Suburkan Tanah

PTBA dan UGM Hadirkan Produk Kalium Humat dari Hilirisasi Batu Bara untuk Suburkan Tanah

Kilas Pertambangan
HUT Ke-80 RI, Freeport Wujudkan Pertambangan Tembaga Terintegrasi Terbesar di Dunia

HUT Ke-80 RI, Freeport Wujudkan Pertambangan Tembaga Terintegrasi Terbesar di Dunia

Kilas Pertambangan
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup

Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup

Kilas Pertambangan
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat

Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat

Kilas Pertambangan
Perkuat Transisi Energi, PTBA Operasikan PLTS Timah Industri di Kawasan Industri Cilegon

Perkuat Transisi Energi, PTBA Operasikan PLTS Timah Industri di Kawasan Industri Cilegon

Kilas Pertambangan
PTBA Perkuat Ekonomi Lokal melalui 5 Program Padat Karya Unggulan

PTBA Perkuat Ekonomi Lokal melalui 5 Program Padat Karya Unggulan

Kilas Pertambangan
Lewat Program PMT, PTBA Bantu Anak di Muara Enim Pulih dari TBC dan Gizi Buruk

Lewat Program PMT, PTBA Bantu Anak di Muara Enim Pulih dari TBC dan Gizi Buruk

Kilas Pertambangan
Freeport Kampanyekan Connecting U, Edukasi soal Pentingnya Tembaga bagi Kehidupan 

Freeport Kampanyekan Connecting U, Edukasi soal Pentingnya Tembaga bagi Kehidupan 

Kilas Pertambangan
Berkat Inovasi Sosial dan Lingkungan, Bukit Asam Raih 2 Proper Emas 2024

Berkat Inovasi Sosial dan Lingkungan, Bukit Asam Raih 2 Proper Emas 2024

Kilas Pertambangan
FEB UI Sebut Hilirisasi Tambang Membangun Masa Depan Ekonomi Inklusif di Indonesia

FEB UI Sebut Hilirisasi Tambang Membangun Masa Depan Ekonomi Inklusif di Indonesia

Kilas Pertambangan
Dukung Hilirisasi Energi, Bukit Asam Kembangkan Artificial Graphite untuk Bahan Baku Baterai

Dukung Hilirisasi Energi, Bukit Asam Kembangkan Artificial Graphite untuk Bahan Baku Baterai

Kilas Pertambangan
Bulan K3 Nasional, Bukit Asam Tegaskan Komitmen pada Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Bulan K3 Nasional, Bukit Asam Tegaskan Komitmen pada Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Kilas Pertambangan
Riset FEB UB: Kemitraan Jadi Fondasi Keberhasilan Hilirisasi Mineral di Indonesia

Riset FEB UB: Kemitraan Jadi Fondasi Keberhasilan Hilirisasi Mineral di Indonesia

Kilas Pertambangan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com