Antam Nickel Half Marathon 2019, Ajang Lari Pertama di Pomalaa Sulteng

Kompas.com - 01/07/2019, 16:50 WIB
Anissa Dea,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bupati Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sulteng), yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kasim Madaria, mengapresiasi terselenggaranya Antam Nickel Half Marathon 2019 sebagai ajang lari pertama di Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulteng.

Kasim menjelaskan, pemerintah daerah (pemda) Kolaka berharap ajang lari itu dapat mendorong munculnya atlet-atlet Kolaka, khususnya olahraga lari.

“Event lari ini diharapkan turut memberikan stimulus tumbuhnya atlet-atlet khususnya lari di Kolaka” tutur Kasim dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (1/7/2019).

Antam Nickel Half Marathon 2019 merupakan event lari yang diselenggarakan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melalui Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Nikel Sulawesi Tenggara, Minggu (30/6/2019).

Baca jugaAntam Salurkan Pinjaman Rp 4 Miliar untuk UKM di Maluku Utara

Event lari itu dilaksanakan untuk mempromosikan gaya hidup sehat bagi masyarakat, serta menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 Antam. Sebanyak lebih dari 800 pelari mengikuti ajang marathon yang dibagi ke dalam 3 kategori lomba, yakni half marathon 21 kilometer (K), 10K dan 5K.

Para peserta berasal dari berbagai daerah Indonesia, seperti Jakarta, Makassar, Kendari, hingga Poso. Mereka memperebutkan medali, hadiah puluhan juta rupiah, dan emas logam mulia.

“Seluruh peserta dari Indonesia ikut menikmati race ini dan suatu kehormatan kami bisa melayani peserta dengan baik” tutur Direktur Sumber Daya Manusia Antam Luki Setiawan Suardi.

Menurut Luki, selain jumlah peserta, event lari itu memiliki keunikan tersendiri karena dilaksanakan di sekitar lokasi operasional perusahaan.

Baca juga"Synergy & Harmony" Jadi Tema Borobudur Marathon 2019

“Race ini unik, kami menyusun rute di sekitar wilayah operasional dengan start dan finish di Antam Sport Center Pomalaa” terang Luki.

Tercatat, Suparman dari Makassar menjadi pelari pertama yang finish untuk kategori 21K dengan catatan waktu 1 jam 17 menit.

Posisi kedua dan ketiga diraih oleh Kaka Ecko asal Makassar dengan waktu 1 jam 20 menit dan Sahrul dari Makassar dengan waktu 1 jam 21 menit.

Pada kategori 10K pria, juara I diperoleh Laode Syafrudin asal Kariango Sulawesi Selatan dengan catatan waktu 33 menit 55 detik. Kategori 10K wanita dimenangkan Indrawati, pelari asal Buton dengan catatan waktu 46 menit 44 detik.

Baca jugaTips Lari Marathon untuk Para "Newbie"

Sementara itu, kategori 5K pria, juara I diperoleh Raimon dari Makassar mencatatkan waktu 16 menit 31 detik dan 5K wanita diraih oleh Yeni dari Kendari dengan waktu 23 menit 15 detik.

Sebagai informasi, UBP Nikel Sulawesi Tenggara merupakan satu dari enam unit bisnis yang dikelola oleh Antam untuk melaksanakan operasi penambangan dan pengolahan feronikel. UBP ini memiliki kapasitas produksi feronikel sebesar 27.000 ton nikel dalam feronikel setiap tahun.

Terkini Lainnya
Freeport-Serikat Pekerja Teken PKB Baru, Fokus pada Kesejahteraan dan Keselamatan

Freeport-Serikat Pekerja Teken PKB Baru, Fokus pada Kesejahteraan dan Keselamatan

Kilas Pertambangan
HUT Ke-59 Freeport: Refleksi untuk Bangkitkan Operasi Aman dan Berkelanjutan

HUT Ke-59 Freeport: Refleksi untuk Bangkitkan Operasi Aman dan Berkelanjutan

Kilas Pertambangan
Karyawan Freeport Indonesia Gelar Buka Puasa Bersama, Santuni 700 Anak Yatim dan Dhuafa

Karyawan Freeport Indonesia Gelar Buka Puasa Bersama, Santuni 700 Anak Yatim dan Dhuafa

Kilas Pertambangan
Freeport Serahkan Gedung Sains-Kemitraan Uncen, Perkuat Riset dan Pembelajaran di Papua

Freeport Serahkan Gedung Sains-Kemitraan Uncen, Perkuat Riset dan Pembelajaran di Papua

Kilas Pertambangan
Freeport Raih GeoInnovation Award 2025 dari Esri Indonesia

Freeport Raih GeoInnovation Award 2025 dari Esri Indonesia

Kilas Pertambangan
PTBA dan UGM Hadirkan Produk Kalium Humat dari Hilirisasi Batu Bara untuk Suburkan Tanah

PTBA dan UGM Hadirkan Produk Kalium Humat dari Hilirisasi Batu Bara untuk Suburkan Tanah

Kilas Pertambangan
HUT Ke-80 RI, Freeport Wujudkan Pertambangan Tembaga Terintegrasi Terbesar di Dunia

HUT Ke-80 RI, Freeport Wujudkan Pertambangan Tembaga Terintegrasi Terbesar di Dunia

Kilas Pertambangan
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup

Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup

Kilas Pertambangan
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat

Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat

Kilas Pertambangan
Perkuat Transisi Energi, PTBA Operasikan PLTS Timah Industri di Kawasan Industri Cilegon

Perkuat Transisi Energi, PTBA Operasikan PLTS Timah Industri di Kawasan Industri Cilegon

Kilas Pertambangan
PTBA Perkuat Ekonomi Lokal melalui 5 Program Padat Karya Unggulan

PTBA Perkuat Ekonomi Lokal melalui 5 Program Padat Karya Unggulan

Kilas Pertambangan
Lewat Program PMT, PTBA Bantu Anak di Muara Enim Pulih dari TBC dan Gizi Buruk

Lewat Program PMT, PTBA Bantu Anak di Muara Enim Pulih dari TBC dan Gizi Buruk

Kilas Pertambangan
Freeport Kampanyekan Connecting U, Edukasi soal Pentingnya Tembaga bagi Kehidupan 

Freeport Kampanyekan Connecting U, Edukasi soal Pentingnya Tembaga bagi Kehidupan 

Kilas Pertambangan
Berkat Inovasi Sosial dan Lingkungan, Bukit Asam Raih 2 Proper Emas 2024

Berkat Inovasi Sosial dan Lingkungan, Bukit Asam Raih 2 Proper Emas 2024

Kilas Pertambangan
FEB UI Sebut Hilirisasi Tambang Membangun Masa Depan Ekonomi Inklusif di Indonesia

FEB UI Sebut Hilirisasi Tambang Membangun Masa Depan Ekonomi Inklusif di Indonesia

Kilas Pertambangan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com